Review

Warcraft: The Beginning (2016)

Meski baru dua film yang ‘ditelurkannya’, kita sama-sama tahulah kapasitas Ducan Jones sebagai seorang sutradara berpotensi besar khususnya di genre fiksi ilmiah, coba lihat saja  bagaimana ia sukses membuat kisah seorang astronot yang kesepian di bulan begitu intens  di Moon atau yang dilakukannya ketika ia bermain-main dengan konsep perjalanan waktu di Source Code yang super keren itu, tetapi kali ini putra dari mendiang rocker David Bowie harus berhadapan dengan tantangan yang lebih besar, lebih sulit dan penuh risiko, yakni membawa dunia video game ke layar lebar yang sudah menjadi rahasia umum adalah sebuah perjudian besar yang susah untuk dimenangkan, sebuah kutukan mengerikan bagi siapa saja yang coba-coba bersentuhan dengan adaptasi satu ini.

Tetapi ini Duncan Jones, memang sampai seberapa buruk sih film yang bisa dibuatnya? Apalagi kali ini sumber aslinya juga bukan main-main; Adaptasinya dari game strategi komputer ternama macam Warcraft yang sempat mengganggu jadwal tidur para gamers ketika pertama kali di luncurkan 22 tahun silam. Ya, sebagai sebuah RTS (Real Time Strategy) kemunculan seri pertama Warcraft, Warcraft: Orcs & Human pada tahun 1994 memang menjadi fenomena tersendiri di kalangan gamers PC. Blizzard Entertaiment sebagai pembuatnya langsung sukses besar yang kemudian dilanjutkan dengan kemunculan judul-judul lain yang tak kalah hebatnya, sebut saja sekuel-sekuel Warcraft, sampai tiga seri termasuk MMORPG World of Warcraft terus berkembang sampai saat ini, franchise Starcfrat yang menjadi mainan wajib anak-anak Korea Selatan sampai franchise RPG Diablo. Ya, jadi setelah kesuksesan yang diraih Bliizard khususnya seri-seri Warcraft-nya, hanya tinggal menunggu waktu saja untuk kemudian dibuatkan versi live-action nya yang akhirnya benar-benar bisa terwujud setelah pertama kali dicetuskan 2006 silam. Ya, sekali lagi dengan restu penuh Blizzard Entertaiment, sutradara sekelas Duncan Jones dan dukungan kocek besar sampai 169 juta dolar dari studio besar macam Legendary dan Universal Pictures apa sih yang bisa salah dari Warcraft: The Beginning?

Untuk menjawab pertanyaan di atas mungkin harus dilihat dari dua sisi, sisi pertama dari kalangan non-gamers yang sebelumnya tidak pernah bersentuhan dengan sumber aslinya. Ya, mungkin Warcraft: The Beginning akan terasa terlalu familiar di ranah film, khususnya setelah saga The Lord of The Rings begitu perkasa menghadirkan kisah perseteruan fantasi antara manusia dan bangsa Orc. Apa yang disajikan Duncan Jones mungkin tidak istimewa secara premis, penonton awam hanya menganggap ini hanya sekedar sajian fantasi konvensional yang mengekor kebesaran franchise milik Peter Jackson itu meski mungkin mereka akan terhibur dengan aksi dan kekuatan visual efeknya yang betul-betul dimaksimalkan hingga menghasilkan gambar-gambar yang begitu cantik dengan segala tetek bengek efek CGI-nya yang keren, tetapi sekali lagi, dari mata awam, Warcfrat: The Beginning hanya menjadi sekedar film hiburan tanpa kesan apa-apa.

Sementara semua akan terasas berbeda jika kamu melihatnya dari sudut lain, sudut seorang gamers yang begitu mencintai franchise video game satu ini. Warcraft sudah menjadi bagian dari hidup mereka, setiap jam yang pernah mereka habiskan di depan layar monitor, membangun barrack, farm, dan tower, melepas hero, mage dan Griffin dan menyerbu markas orc atau human dengan segala hafalan shortcut-shortcut keyboard dan kecepatan menggerakan mouse adalah pengalaman yang tak terlupakan, jadi tentu saja tidak berlebihan jika kemunculan Warcraft: The Beginning menjadi sesuatu yang sangat personal dan begitu dinantikan buat mereka. Ya, buat isa jadi menjadi pengalaman menonton adaptasi video game terbaik setelah…..entahlah, Tomb Raider atau Final Fantasy VII: Advent Children mungkin?

Hal terbaik yang bisa kamu dapatkan di Warcraft: The Beginning adalah bagaimana usaha Jones membuatnya  sedekat mungkin dengan versi aslinya, lihat saja desain artistiknya yang luar biasa, meliputi set kerajaan Azeroth yang cantik sekaligus mistis, Draenor yang tandus dan mati serta detail-detail karakternya dari Anduin Lothar (Travis Fimmel), Durotan (Toby Kebbell) sampai Gul’dan (Daniel Wu) si orc warlcok, belum lagi saya menyebut segala pemilihan kostum dan atributnya yang sangat familiar dengan franchise Warcraft. Singkatnya, secara fisik dan atmosfer,  Warcfrat: The Beginning adalah sajian live action fantasi yang Warcfraft banget lengkap dengan parade CGI yang mampu merepresentasikan setiap sihir dan aksi-aksi memukau serta perang berskala masif lengkap bersama iring-iringan scoring menggelegar garapan Ramin , meski harus diakui juga naskah yang dibesut Jones bersama Charles Leavitt tidaklah sekuat presentasinya, tetapi hal ini bisa dimaklumi mengingat sumber aslinya juga sebenarnya tidak punya cerita yang jelas, garis besarnya hanya menampilkan perseteruan manusia dan para orc horde, tidak lebih tidak kurang namun dalam perjalanannya akan ada ras-rasa baru yang turut bergabung meramaikan seperti bangsa Night Elf atau Undead. Menariknya lagi, untuk membuat kisahnya sedikit lebih kompleks, Jones memberinya karakter baru yang tidak ada dalam versi game-nya dalam diri Garona yang dimainkan Paula Patton yang tetap seksi meski dalam balutan tubuh hijau dan taring menonjol. Sayang, tidak banyak yang bisa dieksplorasi Jones di sini, mungkin karena ia hanya bagian awal dari sebuah saga baru sehingga wajar jika kisahnya terasa lemah dan tidak lengkap. Mungkin jika sukses nanti, kita bisa melihat lebih banyak lagi di sekuelnya, ya, jika sukses, semoga.

Warcraft: The Beginning (2016)
7.3 Movienthusiast's
Summary
Salah satu adaptasi video game terbaik yang pernah ada di luar sana. Jarang-jarang kamu bisa merasakan sensasi seperti ini di adaptasi yang penuh kutukan akan kegagalan ini, namun entah apa hasil yang didapat nanti, Warcraft: The Beginning adalah sebuah usaha luar biasa dari seorang Ducan Jones memindahkan segala kesenangan dari layar monitor ke layar lebar dengan pendekatan yang familiar.
CERITA6.3
PENYUTRADARAAN7.7
AKTING7
VISUAL8

Comments

Populer Minggu Ini

Facebook

To Top