Tag Archives: Korea Selatan

Review – Sunny (2011)

Ha Chun-Hwa: ” If you ignore us because your life is too good, we’ll go and punish you. If You hide because your life sucks, we’ll go and make it better. I don’t know who will die first among us, but until that day, no, even beyond that day…we Sunny, will never break up “

Apa yang membuat Sunny begitu istimewa sampai-sampai menjadikan dirinya begitu laris di Korea Selatan sana 2011 lalu? Jawabannya sesederhana premis tentang persahabatannya yang digarap begitu manis dan begitu dekat dengan kita. Ya, Sunny sedikit berbeda dari teen flick Asia populer lainnya, jika kebanyakan dari mereka terlalu banyak bermain di area romansa, ia lebih jujur, seperti versi realistis dari Now and Then, murni berbicara soal persahabatan sejati, reuni, kenangan-kenangan masa remaja dan juga kondisi masa depan yang tidak pasti dari 7 orang sahabat yang tergabung dalam geng “Sunny” dengan segala suka dukanya. Read more »

Review – The Crucible / Silenced (2011)

Gang In-ho: “These are children who can’t hear or speak”

Tidak ada psikopat haus darah atau hantu-hantu seram bergentayangan di drama korea selatan satu ini, tapi ketika Hwang Dong-Hyuk sang sutradara kemudian menyorot setiap lorong,  ruang-ruang gelap dan suara-suara rintihan kesakitan di sebuah sekolah khusus untuk anak-anak penderita bisu-tuli, kita tahu bahwa The Curcible a.k.a Silenced punya aura segelap dan semengerikan kebanyakan film-film horor atau thriller. Naskahnya sendiri diadaptasi Dong-Hyuk dari novel laris milik  Gong Ji-young yang sudah dibaca 16 juta kali ketika diedarkan dalam bentuk cerita bersambung di internet dan terjual lebih dari 400.000 kopi dalam bentuk novel. Read more »

Review – A Brand New Life (2009)

Jinhee: “You’ll never know how much I love you. You’ll regret it one day when time has passed “

Salah satu mimpi buruk anak-anak mungkin adalah ditelantarkan orangtuanya  dan harus menjalani hidupnya seorang diri, seperti yang terjadi pada si kecil Jinhee (Kim Sae Ron) yang ‘dibuang’ ayah kandungnya sendiri ke sebuah panti asuhan Katolik. Tentu saja Jinhee tidak pernah menyangka bahwa ayahnya setega itu, padahal malam sebelumnya ia mengalami hari-hari terbaiknya bersama sang ayah. Jadi disinilah Jinhee, di sebuah rumah baru dengan teman-teman baru dan kehidupan baru sebagai anak panti asuhan, berusaha untuk sebisa mungkin beradaptasi sembari memendam sedikit harapan bahwa suatu saaat ayahnya akan menjemput dirinya. Read more »

Review – Speedy Scandal (2008)

Nam Hyeon-soo: “ How long do you have to wait to see a grandson? “

Berapa usia normal seorang laki-laki memiliki anak perempuan remaja, yah, katakanlah usianya 16 tahun, 40-45? Bisa. Dan biasanya dibutuhkan waktu kurang lebih 15 tahun lagi buat laki-laki itu untuk menjadi seorang kakek dengan cucu laki-laki  berumur 6 tahun, berarti usianya mungkin sudah mencapai 55-60 tahun pada saat itu, ya, itu yang kebanyakan terjadi pada laki-laki normal, tapi Nam Hyeon-soo (Cha Tae-hyun) jelas bukan salah satunya. Usianya masih berada di awal 30 an, kariernya sebagai penyiar radio dan bintang iklan bagus membuatnya  kehidupannya cukup populer dan serba mapan, lihat saja apartemennya yang ‘wah’ itu. Tapi kehidupannya yang tenang itu mendadak berubah ketika suatu hari seorang gadis remaja dan bocah kecil menekan bel apartemennya. Read more »

Review – Mother / Madeo (2009)

best00madeo

 Mother: ” Did you really sign that Confession? Why? Why? Why? “

Film ini bercerita tentang seorang Ibu (Kim Hye-Ja) yang sepanjang cerita tidak disebutkan namanya yang dengan setia menjaga anaknya (Won Bin) yang kurang ‘cerdas’, Yoon Do-Joon, agar tidak terlibat masalah. Tetapi karena salah pergaulan dari lingkungan yang kurang baik, Do-Joon kerap kali bermasalah dengan pihak berwajib, dan sang Ibu tidak bosan untuk melakukan apa saja agar anaknya dimaklumi dan dibebaskan kembali, sampai pada suatu hari yang naas. Read more »