Tag Archives: Jepang

Review – The Incite Mill (2010)

  Yoshi Ando: ” This is a great place for people who kill for money”

Sepuluh manusia, lima pria dan lima wanita dari berbagai latar belakang, profesi dan usia yang tidak saling mengenal satu sama lain dijanjikan sebuah pekerjaan dengan imbalan mengiurkan. Ya, mereka akan dibayar 112.000 Yen atau sekitar Rp.13.000.000 per jam nya, syaratnya mudah, mereka ‘hanya’ diharuskan menginap selama 7 hari di sebuah tempat yang sudah disediakan dan mematuhi semua aturan dan permainan yang diberikan oleh pihak peyelenggara atau mereka akan di ‘elminiasi’. Pertanyaannya besarnya adalah apa yang kira-kira terjadi kemudian di sana? Apa pekerjaan mereka memang semudah dan semenggiurkan yang terlihat? Ya, anda akan sebodoh mereka jika menggangap demikian karena disana nyawa mereka akan dipertaruhkan. Read more »

Review – Death Tube / Satsujin Douga Site (2010)

” Broadcast Murder Show “

Situs bawa tanah satu ini punya kemiripan dengan You Tube – lihat saja bagaimana mereka membajak logo penyedia video online terbesar di jagat maya itu. Keduanya sama-sama menyediakan konten berupa audio visual, tapi yang membedakannya Death Tube tidak berisi video klip musik, trailer film, atau segala macam hal yang berbau hiburan dan informasi lainnya, ia hanya didominasi oleh video-video kematian, ya, kematian, sesuai dengan sebutannya. Read more »

Review – Shirome (2010)

Akari Hayami: ” I heard from a friend at school. I don’t if it’s true, but I heard it has really white eyes”

Kôji Shiraishi  is back! Setelah sempat sukses besar menakut-nakuti saya dengan sajian Noroi: The Curse-nya yang mengerikan itu kini sutradara spesialis horor asal jepang itu datang lagi membawa mockumentari horor terbarunya, Shirome. Tentu saja tidak muluk-muluk jika saya kemudian berharap banyak bahwa Kôji Shiraishi akan kembali menawarkan sensasi kengerian layaknya Noroi, apalagi disini ia mencoba menghadirkannya dengan ide menarik, seperti memasang girlband populer dari negaranya, Momorio Clover untuk kemudian ‘dikawinkan’ dengan sebuah cerita rakyat, Shirome, tujuannya jelas untuk  dapat menghasilkan sebuah tontonan horor yang terlihat real, dan untuk beberapa bagiannya mampu bekerja dengan baik. Read more »

Review – 1,778 Stories of Me and My Wife / Boku to tsuma no 1778 no monogatari (2011)

Sakutaro : ” The first story I ever wrote… and my debut work. ..were read first by Setsuko. She was my biggest fan… and source of encouragement. “

Cinta, penyakit dan kematian, bukan rahasia lagi jike ketiga bahan dasar itu sering menjadi unsur penting dan tidak terpisahkan dalam membuat sebuah melodrama tearjerker alias penguras air mata,  tiga unsur itulah yang juga mendasari hadirnya 1,778 Stories of Me and My Wife, sebuah drama romantis produksi Jepang dimana judul dan premisnya  yang tidak biasa itu kemudian menarik perhatian saya. Read more »

Review – Porco Rosso / Kurenai no buta (1992)

Porco Rosso: ” A pig that doesn’t fly is just a pig

Italia, 1930. Era dimana para perompak, pemburu hadiah dan pilot-pilot hebat menguasai langit bersama pesawat mereka. Salah satu yang sangat terkenal dan paling disegani adalah Porco Rosso (Babi Merah), mantan pilot perang handal Italia pada era perang dunia pertama yang kini bekerja sebagai freelance bounty hunter untuk memburu para bajak udara yang meresahkan penduduk sekitar laut Ardiatic. Julukan Porco Rosso diberikan kepada pria bernama asli Marco Pagot ini karena ia memiliki wajah seekor babi akibat sebuah kutukan misterius yang menimpanya disaat ia menjadi pilot perang dulu dan juga karena ia mengendarai pesawat bewarna merah. Read more »