Tag Archives: Inggris

Review – Shame (2011)

 Sissy Sullivan: ” We’re not bad people. We just come from a bad place “

Sama seperti Hunger, tapi ini bukan hanya soal kemunculan kembali Michael Fassbender saja dalam karya terbaru Steve McQueen namun juga aroma depresif kental yang membungukusnya. Ya, McQueen lagi-lagi seakan tidak mau memberikan sebuah tontonan mudah untuk penontonnya. Shame punya aroma sedepresif dan sekeras Hunger. Meskipun kali ini McQueen memindahkan settingnya dari penjara IRA ke New York yang glamor ia tetap tidak menjadi lebih bersih. Tidak peduli seberapa banyak adegan seks frontal di sini atau Fassbender yang berperan sebagai Brandon, pencandu seks akut kesepian yang kerap kali mempertontonkan kemaluannya, Shame juga tidak pernah menjadi sebuah sajian sensual, ia malah lebih terkesan menakutkan dan frustasi bersama segala momen-momen gelap yang dihadirkan dengan berani dan jujur oleh McQueen di sepanjang kurang lebih satu jam setengah yang pelan. Read more »

Review – The Awakening (2011)

Florence Cathcart: ” Without science people don’t believe in nothing “

Inggris, 1921, Florence Cathcart (Rebecca Hall) adalah penulis buku dan pemburu hantu handal yang selama ini sukses menjadi momok menakutkan bagi para penipu-penipu yang mengaku diri mereka cenayang. Florance sendiri adalah wanita cerdas namun skpetis, ia tidak pernah percaya dengan hal-hal berbau suprantural termasuk agama dan kepercayaan tentang hidup setelah kematian,  sampai kemudian ia kedatangan Robert Malory (Dominic West), guru dari sebuah sekolah asrama yang meminta bantuannya untuk meyelidiki kasus kematian misterius yang menimpan salah satu muridnya. Konon kematian bocah malang itu ada hubungannya  dengan kemuculan hantu anak kecil. Siapa sangka dalam misinya kali ini Florence akan mendapatkan pelajaran setimpal dan rahasia-rahasia mengerikan yang akan merubah hidupnya. Read more »

Review – Tyrannosaur (2011)

Joseph: God ain’t my fu*king daddy, my daddy was a cu*t. He knew he was a cu*t. God still thinks he’s God. No-one’s told him otherwise.

Pemilihan judul yang menarik, tapi ini jelas bukan spin-off Jurrasic Park atau film lain tentang monster prasejarah dan sebagainya, satu-satunya sosok ‘monster’ di sini bisa jadi adalah seorang duda tua pengangguran, Joseph (Peter Mullan) namanya. Ya, Joseph bukan pria yang baik, ia kasar, alkoholik dan pemarah, anda akan langsung mengenalinya dengan mudah begitu film ini dibuka. Lalu ada Hannah (Olivia Colman), wanita religius pemilik charity shop yang mendoakan Joseph ketika pria tua itu berlari dan bersembunyi di tokonya. Tapi Hannah juga bukan wanita yang seceria penampilan luarnya. Ada kesedihan dan ketakutan luar biasa di dalam dirinyanya yang dengan setengah mati berusaha ditutup-tutupinya. Read more »

Review – The Iron Lady (2011)

Margaret Thatcher: “One of the great problems of our age is that we are governed by people who care more about feelings than they do about thoughts and ideas. Thoughts and ideas. That interests me. Ask me what I’m thinking.”

Beberapa minggu yang lalu saya sempat post twit bercanda yang isinya mempertanyakan apakah film The Iron Lady itu spin off dari Iron Man atau cerita mengenai seorang wanita yang bekerja di sebuah laundry service. Untuk generasi saya (tidak usah tanya usianya), julukan Margaret Thatcher itu tidak asing lagi, dan pertama kali saya mendengar mengenai judul film itu, saya langsung ingat tentang Perdana Menteri Inggris wanita yang pertama tersebut dan ternyata saya tidak salah. Tetapi ketika saya iseng tanyakan kepada rekan-rekan yang usianya lebih muda, ternyata mereka tidak membuat asosiasi yang sama dan tidak semua tahu siapa yang diceritakan di The Iron Lady sampai mereka membaca informasi atau sinopsisnya. Read more »

Review – Tinker Tailor Soldier Spy (2011)

George Smiley: ” We are not so very different, you and I. We’ve both spent our lives looking for the weaknesses in one another “

Tinker Tailor Soldier Spy jelas bukan film yang kamu harapan jika ingin mencari tontonan yang spy thriller yang menghibur ala franchise James Bond atau Bourne, ia lebih seperti Munich-nya Steven Spielberg, namun terasa jauh lebih pelik dan lebih lama. Diadaptasi dari novel laris berjudul sama milik John le Carré, sutradara Let the Right One In, Tomas Alfredson akan membawa kita ke sebuah konflik rumit yang terjadi dalam  MI6 pada era perang dingin. Ada Gary Oldman sebagai Georgy Smiley, agen senior MI6 ini ditugakan untuk menyelidiki keberadaan agen ganda di tubuh ‘The Circus” (sebutan lain untuk M16) paska kematian seniornya, Control (John Hurt) dan peristiwa di Hungaria yang menyebakan seorang agen tertembak. Read more »