Tag Archives: iNAFFF 2011

Review – A Lonely Place to Die (2011)

Alison: ” You wanna climb with me, you need to up your game. Methodical, every step. I mean it. Complacency is a killer out here “

Premisnya masih serupa seperti kebanyakan thriller survival, di mana sebuah liburan berubah menjadi bencana mengerikan ketika para manusia ‘kepo’ di dalamnya terlalu usil mencampuri masalah yang bukan urusan mereka. Ya, semuanya bermula ketika Alison (Melissa George) dan empat orang sahabatnya menemukan bocah perempuan disaat hendak melakukan hiking disebuah pegunungan Skotlandia yang terpencil dan terisolasi. Dari sini mereka harus berhadapan dengan dua orang penculik kejam yang tentu saja tidak senang sumber uang mereka dibawa lari begitu saja. Read more »

Review – FISFiC 6 vol.1 (2011)

Apa yang terjadi ketika ketika para sineas-sineas top negeri ini seperti Sheila Timothy, Joko Anwar, The Mo Brothers, Gareth Evans, Ekky Imanjaya dan Rusli Eddy berkumpul lalu memberikan kesempatan luar biasa kepada para filmaker-filmaker muda Indonesia untuk menunjukan potensi mereka? Jawabannya adalah FISFiC ( Fantastic Indonesian Short Film Competition). Ya, melalui ajang yang melombakan skenario-skenario film bergenre fantastic (horor, thriller, sci-fi dan fantasi) inilah kemudian dipilihlah 6 kelompok finalis dari 400 peserta untuk kemudian mendapatkan kesempatan emas menerjemahkan ide-ide hebat mereka dalam sebuah film pendek dengan budget dan waktu terbatas yang nantinya setiap karya masing-masing akan menjadi bagian dari omnibus Indonesia paling ambisius tahun ini. So, mari kita lihat apa saja isi perut FISFiC vol. 1 ini. Read more »

Review – Loft (2008)

” Five friends. One loft. One body “

Mari bermain detektif! Kasusnya, ada seorang wanita dalam kondisi telanjang bulat dan berdarah-darah, terbunuh di atas ranjang di sebuah Loft (kamar apartemen paling atas) yang digunakan oleh lima laki-laki hidung belang yang juga saling bersahabat satu sama lain sebagai tempat rahasia untuk berselingkuh dengan wanita lain. Tampaknya tidak ada satupun mengenali mayat wanita malang yang salah satu tangannya juga terborgol di tiang ranjang itu, menariknya lagi, ini adalah pembunuhan di ruang tertutup, tidak ada tanda-tanda kerusakan di pintu loft mewah itu, termasuk sistem alaram yang rupanya juga dimatikan secara normal. Read more »

Review – Haunters (2010)

Cho-in: ” It’s not my fault that I was born this way. Being different from everyone else. You may see me as a limping freak of nature. But its the only thing I can depend on. The very ability which makes me a monster. “

Ah, siapa yang menyangka jika Haunters a.k.a Psychic ternyata bisa menjadi suguhan aksi-fantasi yang keren. Ya, film produksi Korea Selatan ini memiliki premis menarik yang jarang diangkat oleh perfilman negeri ginseng itu. Isinya tentang  manusia-manusia yang mempunyai kekuatan super layaknya para mutan dalam franchise X-men atau serial televisi populer, Heroes, bedanya di sini  sang sutrdara Kim Min-suk yang dikenal sebelumnya sebagai co writer dari The Good, the Bad, the Weird hanya menghadirkan dua manusia berkemampuan suprantural yang kemudian saling kejar-kejaran dan berusaha membunuh satu sama lain Read more »

Review – Atrocious (2010)

” Confedential video files of the Quintanilla muder case

Atrocious, yang dalam bahasa Indonesia kurang lebih punya arti ‘mengerikan’ atau ‘menakutkan’, dan sesuai dengan judulnya, mockumentari horor found footage produksi Spanyol menawarkan teror seperti kebanyakan koleganya dengan segala elemen khasnya macam pengunaan sudut pandang orang pertama dari sebuah atau lebih kamera genggam, bugdet murah, lokasi terbatas, akting natural dari para pemainnya yang kurang dikenal sampai kejadian nyata dibuat-buat yang terekam dari  kaset video yang belakangan baru ditemukan oleh para pihak berwajib. Read more »