Tag Archives: fantasi

Review – Eva (2011)

Alex Garel: “What do you see when you close your eyes?”

Alex Garel (Daniel Brühl) adalah seorang robot programmer yang terkenal dan cerita film ini dimulai ketika dia kembali ke Santa Irene, kampung halamannya setelah 10 tahun ‘menghilang’. Film ini memiliki setup tahun 2041, di mana robot sudah menjadi bagian dari hidup manusia sehari-hari. Tujuan Alex adalah bekerja kembali dengan universitas tempat dia sekolah dan bekerja sebelum dia keluar dari kota kelahirannya tersebut, untuk mengembangkan robot model terbaru. Read more »

Review – Field of Dreams (1989)

Ray Kinsella: ” I’m 36 years old, I love my family, I love baseball and I’m about to become a farmer. But until I heard the voice, I’d never done a crazy thing in my whole life “

” If you build it, he will come “ begitulah suara misterius tanpa wudud itu kemudian menginspirasi petani asal Iowa, Ray Kinsella  (Kevin Costner) untuk membuat sebuah lapangan baseball di atas ladang jagungnya. Ray pasti sudah gila, tapi ia tidak peduli tanggapan orang-orang, toh, istri dan putrinya mendukungnya penuh meskipun awalnya juga skeptis. Dan apa yang terjadi kemudian adalah sebuah momen magical yang tidak pernah disangka-sangka Ray. Shoeless Joe Jackson  (Ray Liotta), bak hantu muncul di lapangan itu, menyapa dirinya dan keluarganya, meminta ijinnya untuk bermain di sana bersama teman-teman Chicago White Sox-nya . Tapi tidak sampai disitu saja, Ray mendapati pesan misterius selanjutnya yang mengharuskannya untuk mencari orang-orang lain untuk bergabung bersamanya di lapangan impian itu.

Read more »

Review – Midnight in Paris (2011)

Gil: ” Can you picture how drop dead gorgeous this city is in the rain? Imagine this town in the ’20s. Paris in the ’20s, in the rain. The artists and writers! “

Saya menyukai karakter Marion Cotillard ketika ia menyebut setiap kata “Paris” dengan aksen Perancis kentalnya itu, “Pahgri”, terdengar sangat seksi, sama seksinya dengan pesona kota Paris yang luar biasa itu sendiri, tempat Woody Allen kali ini bermain-main dengan romcom terbarunya, Midnight in Paris setelah sebelumnya sutradara yang juga komedian eksentrik ini juga sempat mengeksplorasi kota Barcelona dengan kisah cinta segi tiganya yang panas itu dalam Vicky Christina Barcelona. Read more »

Review – Immortals (2011)

Theseus: ” Stand your ground! Fight for order! Fight for the man beside you! Fight for those who bore you! Fight for your children! Fight for your future! Fight for your name to survive! Fight! For immortality! “

Ketika mengetahui bahwa seorang Tarsem Singh akan menjadi sutradara Immortals tentu saja apa yang kemudian terlintas di benak kita adalah sebuah film dengan tampilan visual spektakuler, seperti yang sudah pernah ditunjukannya ketika bermain-main dalam pikiran bawah sadar Jennifer Lopez dan seorang pembunuh berantai dalam The Cell atau dogeng cantik dalam The Fall. Ya, Immortals punya itu, visual sinematografi jempolan yang didominasi warna keemasan terang, konstum-kostum ajaib yang bisa membuat iri Lady Gaga, efek slowmotion memukau dan juga semakin banyak green screen seperti yang pernah dilakukan Zack Snyder dengan 300-nya untuk dapat menghasilkan dunia mitolgi Yunani ala Singh yang memukau dan berlebihan itu. Read more »

Review – FISFiC 6 vol.1 (2011)

Apa yang terjadi ketika ketika para sineas-sineas top negeri ini seperti Sheila Timothy, Joko Anwar, The Mo Brothers, Gareth Evans, Ekky Imanjaya dan Rusli Eddy berkumpul lalu memberikan kesempatan luar biasa kepada para filmaker-filmaker muda Indonesia untuk menunjukan potensi mereka? Jawabannya adalah FISFiC ( Fantastic Indonesian Short Film Competition). Ya, melalui ajang yang melombakan skenario-skenario film bergenre fantastic (horor, thriller, sci-fi dan fantasi) inilah kemudian dipilihlah 6 kelompok finalis dari 400 peserta untuk kemudian mendapatkan kesempatan emas menerjemahkan ide-ide hebat mereka dalam sebuah film pendek dengan budget dan waktu terbatas yang nantinya setiap karya masing-masing akan menjadi bagian dari omnibus Indonesia paling ambisius tahun ini. So, mari kita lihat apa saja isi perut FISFiC vol. 1 ini. Read more »