Tag Archives: based on true story

Review – The Crucible / Silenced (2011)

Gang In-ho: “These are children who can’t hear or speak”

Tidak ada psikopat haus darah atau hantu-hantu seram bergentayangan di drama korea selatan satu ini, tapi ketika Hwang Dong-Hyuk sang sutradara kemudian menyorot setiap lorong,  ruang-ruang gelap dan suara-suara rintihan kesakitan di sebuah sekolah khusus untuk anak-anak penderita bisu-tuli, kita tahu bahwa The Curcible a.k.a Silenced punya aura segelap dan semengerikan kebanyakan film-film horor atau thriller. Naskahnya sendiri diadaptasi Dong-Hyuk dari novel laris milik  Gong Ji-young yang sudah dibaca 16 juta kali ketika diedarkan dalam bentuk cerita bersambung di internet dan terjual lebih dari 400.000 kopi dalam bentuk novel. Read more »

Review – The Vow (2012)

Leo: ” Life’s all about moments, of impact and how they changes our lives forever. But what if one day you could no longer remember any of them?”

Ya, kalian saling mencintai, saya dapat dengan jelas melihatnya, tapi menghentikan mobil di tengah jalan disaat salju turun hanya untuk berciuman itu bukan sesuatu yang pintar. Dan mereka, Paige Collins (Rachel McAdams) dan suaminya, Leo (Channing Tatum) harus membayar mahal kebodohan mereka ketika sebuah truk menghantam keras mobil mereka, hasilnya? Paige mengalami luka serius dibagian kepalanya, dan bagian ‘terbaiknya’, Leo harus menerima kenyataan bahwa ingatan istrinya, terutama  kenangan indah bersamanya 4 tahun ini hilang begitu saja. Apa yang terjadi selanjutnya kita akan melihat bagaimana perjuangan Leo untuk membuat istrinya jatuh cinta lagi kepadanya, jelas bukan pekerjaan yang mudah apalagi ada keluarga Paige yang hendak merebutnya dari sisi Leo. Read more »

Review – Tjoet Nja’ Dhien (1988)

Cut Nyak Dhien: ” Sebagai perempuan Aceh, pantang meneteskan air mata untuk orang yang syahid di medan perang “

Indonesia sebenarnya punya banyak film-film seperti ini, film tentang peperangan hebat dan perjuangan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah yang diangkat dari peristiwa-peristiwa nyata bersejarah khususnya pada era 50-80an, sebut saja Lewat Djam Malam (1955), November 1828 (1979), Serangan Fajar (1982), sampai Naga Bonar (1986)  yang fenomenal itu, tapi buat saya mungkin hanyalah Tjoet Nja’ Dhien yang mampu meninggalkan sebuah kesan mendalam setelah menontonnya. Read more »

Review – Machine Gun Preacher (2011)

Daisy: ” The only thing necessary for the triumph of an evil is for a good man to do nothing “

Gerard Butler dengan senjata? Ah, itu sudah biasa, tetapi ketika ia kemudian juga berkotbah tentang kebaikan dan bagaimana Tuhan bekerja dalam dirinya, termasuk membangun gereja dan panti asuhan, itu jelas adalah hal yang baru.  Ya, dalam  Machine Gun Preacher, Butler menjadi versi tampan dari Sam Childers, mantan kriminal, pengguna narkoba dan biker liar yang kemudian beralih profesi sebagai juru selamat bocah-bocah Sudan Selatan dari kekejaman perang saudara yang hngga kini masih jauh dari kata berakhir. Read more »

Review – A Brand New Life (2009)

Jinhee: “You’ll never know how much I love you. You’ll regret it one day when time has passed “

Salah satu mimpi buruk anak-anak mungkin adalah ditelantarkan orangtuanya  dan harus menjalani hidupnya seorang diri, seperti yang terjadi pada si kecil Jinhee (Kim Sae Ron) yang ‘dibuang’ ayah kandungnya sendiri ke sebuah panti asuhan Katolik. Tentu saja Jinhee tidak pernah menyangka bahwa ayahnya setega itu, padahal malam sebelumnya ia mengalami hari-hari terbaiknya bersama sang ayah. Jadi disinilah Jinhee, di sebuah rumah baru dengan teman-teman baru dan kehidupan baru sebagai anak panti asuhan, berusaha untuk sebisa mungkin beradaptasi sembari memendam sedikit harapan bahwa suatu saaat ayahnya akan menjemput dirinya. Read more »