Review

Kick Ass (2010)

Dave Lizewski (Aaron Johnson), penggemar berat komik memutuskan untuk mewujudkan obsesinya menjadi pahlwan super dalam kehidupan nyata

Dave Lizewski: ” I always wondering why nobody dit it before me. I mean all those comic books, movies, tv shows. You’d think that one eccentric loner would’ve made himself a costume. Is everyday life really so exciting, are schools and offices so thrilling, that I’m the only one who ever fantasized about this? C’mon. Be honest with yourself. At some point in our lives, we all wanted to be a super hero.”

Dave Lizewski (Aaron Johnson), penggemar berat komik memutuskan untuk mewujudkan obsesinya menjadi pahlwan super dalam kehidupan nyata. Seperti pahlawan super lainnya, ia memilih nama: Kick-Ass – memilih warnanya sendiri, memakai topeng dan mulai beraksi sebagai pembasmi kejahatan. Hanya ada satu masalah dihadapinya: Kick-Ass tidak memiliki kekuatan apapun

Hidup Dave berubah selamanya seiring perubahan dirinya, ia bertemu sepasang rekan baru  – Hit Girl (Chloe Moretz), putri pengayuh pedang beserta ayahnya, Big Daddy (Nicolas Cage) – yang memiliki persahabatan dengan penjahat muda, Red Mist (Christopher Mintz-Plasse). Namun berkat intrik dari bos lokal Frank D’Amico (Mark Strong), aliansi baru ini akan diuji kekompakannya

Superhero tanpa kekuatan super apapun atau gadget2 canggih? apa menariknya? mungkin itulah yang terlintas dibenak sebagaian orang termasuk diantaranya para pentinggi studio2 besar Hollywood setelah membaca naskah Kick-Ass yang disusun oleh Matthew Vaughn, Jane Goldman dan Mark Millar ini. Superhero seharusnya bukanlah milik seorang anak SMU culun yang dimisi pertamanya sudah ditusuk ditempat parkir, bukan pula milik seorang gadis berusia 12 tahun yang dilatih menjadi mesin pembunuh oleh ayahnya yang menganggap dirinya Batman layaknya mengajarkan seorang anak bersepeda dengan manisnya. Namun justru hal2 “unik” itulah yang membuat Kick-Ass menjadi istimewa dan berbeda dari film2 bertema sama kebanyakan. Dengan formulanya yang ‘nyeleh’ dan bisa dibilang ‘kurang ajar’, Kick-Ass sukses mendobrak tatanan ‘kesopanan’ yang sudah dibangun film2 superhero selama bertahun tahun

Tidak hanya premisnya yang segar dan menghibur, Kick-Ass juga menawarkan beberapa amunisi lain yang membuat film berbiaya 28 juta dollar ini dengan mudahnya membuat para penontonnya jatuh cinta. Sebut saja teknik sinematiknya keren yang berpadu dengan fast-paced action yang luar biasa sukses menghasilkan sebuah tontonan aksi bertegangan tinggi. Masih Belum cukup? hadirnya adegan2 anarkis, brutal nan sadis penuh darah berbalut soundtrack2 keren dari “Stand Up” nya Prodigy sampai “An American Trilogy” milik Elvis Presley semakin mempertegas bahwa Kick-Ass memang sebuah film superhero yang beda.

Sebagai sutradara, Vaughn juga sukes menunjuk orang2 dibalik setiap karakternya yang unik. Sebagai pendatang baru, Aaron Johnson walaupun tampil tidak terlalu istimewa namun sudah cukup mewakilik karakter seorang remaja nerd, Dave Lizewski dengan baik. Nicholas Cage yang didapuk sebagai seorang ayah dengan alter ego seorang ksatria bertopeng ala Batman juga menjalankan tugasnya dengan baik. Selain itu masih ada Mark Strong yang sekali lagi sukses dengan sangat menyakinkan menjalankan peran jahatnya sebagai bos mafia, Frank D’Amico. Ada pula karakter Red Mist, seorang superhero naif layaknya Kick-Ass, yang disini dibawakan dengan apik oleh Christopher “Mclovin” Mintz-Plasse. Diatara para karakter2 menarik diatas mungkin tidak ada yang bisa menandingi sosok Hit Girl. Ya, layaknya Natalie Portman dalam Leon. Bisa dibilang Hit Girl yang diperankan oleh aktris cilik Chloë Moretz berhasil menjadi pencuri perhatian terbesar di film berdurasi 117 menit ini. Bagaimana tidak, dibalik wajah lugunya tersimpan sebuah alter ego bernama Hit Girl yang memiliki kemampuan membunuh luar biasa belum lagi kata2 kotor yang tidak semestinya keluar dari gadis seumurannya. Hampir semua adegan yang melibatkan pahlawan cilik satu ini selalu berhasil menjadi tontonan paling seru dan menghibur sepanjang film.

Overall, layaknya keberanian yang ditampilkan oleh karakter Kick-Ass, Matthew Vaughn pun dengan berani menyajikan sebuah suguhan berbeda dalam genre superhero. Sebuah usaha yang ternyata tidak sia2 dan berbuah manis, karena Kick-Ass benar2 sukses tampil menghibur dengan segala keunikan dan kesegarannya. Definitely one of the best movie in 2010.

Comments

Populer Minggu Ini

Facebook

To Top