Review

One Day (2016)

Banjong Pisanthanakun mungkin menjadi  salah satu alasan mengapa One Day menjadi sajian yang wajib ditonton, terlepas ini bukanlah wilayah favorit Pisanthanakun yang lebih tersohor lewat horor-horor laris Thailand macam Shutter, Alone, dua sekuel 4bia sampai Pee Mak tetapi bukan berarti Pisanthanakun tidak bisa menyajikan sesuatu yang lebih manis dan melankolis, lihat saja ketika ia membuat komedi romantis Hello Stranger yang tak kalah suksesnya enam tahun silam. Kini melalui rumah produksi baru GDH 559 yang terbentuk setelah pecahnya GTH tahun lalu, Pisanthanakun mencoba kembali peruntungannya di ranah romcom melalui One Day yang lagi-lagi harus diakui berhasil menjadi sajian yang berkualitas.

Seperti judulnya, ini adalah cerita keajaiban cinta dari jomblo ngenes, Denchai (Chantavit Dhanasevi), karyawan IT sebuah perusahaan besar yang mendapatkan kesempatan satu hari penuh untuk menjadi kekasih ‘abal-abal’ perempuan idaman yang juga rekan satu kantornya, Nui (Nittha Jirayungyurn) setelah sang pujaan menderita kehilangan ingatan sementara akibat sebuah kecelakaan di saat melakukan darmawisata di Hokkaido, Jepang.

Lagi-lagi Pisanthanakun menggunakan set di luar Thailand, setelah Korea Selatan di Hello Stranger, kini Jepang, Hokkaido menjadi destinasi utama dengan musim saljunya yang membuat suasana romantisnya semakin terasa kental. Tetapi adalah premisnya yang kemudian menjadikan One Day menarik. Dengan sedikit elemen fantasi dan medis tentang amnesia instan yang entah benar atau tidak, cerita tentang seorang pecundang mencari cinta sejati memang selalu enak untuk disantap, apalagi Pisanthanakun tahu benar mengombinasikan segala elemen di dalamnya dalam sebuah presentasi pahit-manis yang siap mempermainkan emosimu.

One Day tahu benar untuk mewakili sub genre komedi romantis. Ada kelucuan yang hadir sejak menit-menit pertama ketika Pisanthanakun memperkenalkan karakter Denchai sebagai manusia super dengan kemampuan tak terlihat, tentu saja bukan dalam arti sebenarnya. Denchai digambarkan sebagai laki-laki 30 tahun yang nyaris tidak terlihat, dalam artian ia tidak pernah dianggap oleh lingkungan sekitarnya, ia terlupakan sebagai pribadi, hanya diingat jika ada masalah teknis di kantor, misalnya ketika terjadi kerusakan pada komputer dan segala macam yang berhubungan dengan IT. Bayangkan saja, jika tidak ada orang yang mengingat siapa dirinya, tiba-tiba suatu hari seorang pegawai cantik yang meminta bantuannya tahu namanya, jadi kamu bisa membayangkan perasaan Denchi dan kemudian memaklumi jika ia kemudian jatuh cinta setengah mati pada Nui meski tahu diri ia tidak akan bisa mendapatkan cintanya.

Dengan premis tentang kesempatan satu hari yang ditawarkan, tidak perlu menjadi jenius untuk mengetahui yang akan terjadi dan bagaimana One Day akan berakhir nanti. Tetapi di sini hebatnya Pisanthanakun yang mampu mengikat erat penontonnya dengan pertunjukan narasi dan presentasi romantisme manis, lucu sekaligus pahit tanpa terasa berlebihan, ditambah latar belakang Hokkaido yang cantik dan pemilihan musik-musik yang tak kalah sentimentilnya, apalagi chemistry yang dibentuk Dhanasevi dan pendatang baru Nittha Jirayungyurn ternyata juga bisa melebur dengan sangat baik, menghasilkan sebuah relasi yang kuat dengan proses yang tidak pernah terasa terlalu dipaksakan. Jadi meski tahu apa yang akan terjadi, namun susah untuk tidak membuat harapan penontonnya terbang tinggi ke angkasa dengan segala momen-momen manisnya yang bisa membuat para jomblo ngenes meneteskan liurnya hingga kemudian waktu habis dan kenyataan itu datang serta membanting kita dengan begitu keras ke bumi di sebuah akhir yang akan meninggalkan bekas mendalam, bahkan jauh setelah end credit bergulir, ending itu akan menghantuimu hingga beberapa waktu.

One Day (2016)
7.6 Movienthusiast's
Summary
Sekali lagi, melalui One Day, Banjong Pisanthanakun membuktikan bahwa ia tidak hanya piawai menakut-nakuti penontonnya, namun juga jago menghadirkan sisi romantisme tersendiri yang kali ini tidak hanya terasa manis dan lucu sebagai sebuah komedi romantis namun juga pahit dengan ending yang akan menghantuimu pikiranmu.
CERITA7.5
PENYUTRADARAAN7.8
AKTING7.5
VISUAL7.7

Comments

Populer Minggu Ini

Facebook

To Top