Cinephile

Mengenal Si Ambisius James Cameron

James Cameron

James Francis Cameron di lahirkan di kota kecil Kapuskasing Ontario Kanada pada tanggal 16 Agustus 1954 masa kecilnya James Cameron sering dianggap sebagai anak kutu buku dan penyendiri, Ketika Cameron berusia 15 tahun awalnya ia tahu apa yang ingin ia lakukan dengan hidupnya. Itu terjadi pada suatu malam ketika dia pergi ke bioskop. Film yang ia tonton ketika itu adalah Stanley Kubrick 2001: A Space Odyssey.

James Cameron: “If you set your goals ridiculously high and it’s a failure, you will fail above everyone else’s success.”

James Francis Cameron di lahirkan di kota kecil Kapuskasing Ontario Kanada pada tanggal  16 Agustus 1954  masa kecilnya James Cameron  sering dianggap sebagai anak kutu buku dan penyendiri, Ketika Cameron berusia 15 tahun awalnya ia tahu apa yang ingin ia lakukan dengan hidupnya. Itu terjadi pada suatu malam ketika dia pergi ke bioskop. Film yang ia tonton ketika  itu adalah  Stanley Kubrick 2001: A Space Odyssey. Cameron tentu saja terpesona oleh film ini, ia ingin sekali untuk mengetahui bagaimana para pembuat film membuat Spesial efek yang ditampilkan di layar. Ia hampir jadi gila mencari tahu bagaimana orang bisa membuat film ini spektakuler.  Semenjak itu Cameron mempunyai  kamera 16mm tua dan mulai ber eksperimen sendiri dikamarnya, ia berbaring terjaga di tempat tidur di malam hari dan membayangkan bagaimana pertempuran bintang dan pemandangan indah akan muncul di film.

Cameron  mewarisi sifat ibunya yang seniman-irasional dan sifat ayahnya yang rasional-disiplin. Karena itu, selain jago fisika, dia juga berminat pada theater. Selain analitis dan logis, dia juga punya khayalan tinggi.Mungkin tidak banyak orang tahu bahwa ketika mahasiswa (1978) iya bersama temannya membuat film pendek yang berjudul Xenogenesis selama 12 menit kita menyaksikan Cameron menceritakan dongengnya yang mudah mengingat visualisasinya yang sama dengan terminator dan aliens saat itu tanpa komputer cgi dan digital editing ia mampu menciptakan dunia cyberpunk, robot khas terminator,Tak heran jika melihat minatnya akhirnya pada film-film sci-fi, hal ini tak terlepas dari ayahnya Phillip Cameron, yang seorang insinyur dan ibunya Shirley, seorang perawat dan juga seniman. Debut Cameron dalam dunia perfilmnan hollywood dimulai dalam film “Rock n Roll High School” yang dibuatnya pada 1979. Selanjutnya ia menghandle spesial effect film BATTLE BEYOND THE STARS (1980), membuat spesial efek di ESCAPE FROM NEW YORKGALAXY OF TERROR (1981) sebagai desainer produksi, dan ANDROID (1982) sebagai konsultan desain.

james cameron sedang membuat matte painting untuk film escape from new york

Ia menjadi sutradara film untuk pertama kalinya ketika ia menangani film Piranha II: The Spawning namun filmnya ternyata sangat buruk dikarenakan hubungan produser film dan sutradara tidak baik terlebih lagi kru-kru film pada saat itu tidak bisa berbahasa inggris dan menyulitkan Cameron lalu peralatan editing seadanya.bersamaan dengan itu Cameron di tekan untuk menghadapi mimpi buruknya berupa robot dari masa depan, Cameron sempat di hantui rasa takut apakah ia bisa mewujudkan mimpinya membuat Terminator (1984) yang ternyata melambungkan namanya. Cameron orang yang berpikir positif bahwa mimpinya memiliki potensi, lalu ia menghubungi Produser Gale Anne Hurd lalu ia menjualnya script nya untuk  1$ dengan syarat ia diizinkan untuk mengarahkan film dan menyutradarainya. Hasilnya adalah sebuah film dengan anggaran rendah, $6,400,000 yang  sukses besar. Film ini tidak hanya mencetak kemenangan keuangan besar dan nama Cameron mendapat reputasi baik sebagai penulis skenario dan Sutradara berbakat, tapi juga menaikan  karir Arnold Schwarzenegger.

aliens adalah salah satu filmnya yak paling sukses, baik finansial dan kritik

Ketika menunggu Terminator akan dibiayai, Cameron diterima dua pekerjaan menulis. Cameron bekerja pada penulisan skenario dari  film Rambo: First Blood Part 2 (1985) dengan Sylvester Stallone dan Aliens (1986), sekuel dari Alien (1977) karya Ridley Scott. Film Aliens diterima dengan baik oleh penonton dan kritikus karena selain jalan ceritanya yang bagus film ini mempunyai spesial efek yang memukau, naskah yang ditulis dengan baik, dan performa memukau dari Sigourney Weaver. Film ini menerima tujuh nominasi Academy Award, memenangkan Oscar untuk Best Visual Effects dan Best Sound Effects. Film ini menjadi film R-rated yang paling sukses yang pernah ada, menghasilkan $ 180.000.000 di seluruh dunia. Untuk ‘Aliens’ Cameron menerima penghargaan sebagai Sutradara Terbaik Saturn Award tahun 1987 .

Cameron memutuskan untuk meletakkan semua bakat-bakatnya dalam karyanya sendiri dalam The Abyss (1989) yang kemudian  menetapkan standar baru untuk perfilman bawah air. Kru bersama dengan Cameron harus merancang dan membuat sebagian besar peralatan yang  dikenakan oleh para aktor. Pembuatan The Abyss  memakan waktu dan  terkesan mahal, pasca-produksi akhirnya tertunda karena beberapa efek film yang sulit pada saat itu, yang kemudian diedit memerlukan 18 bulan untuk menyelesaikanya. Film ini menerima empat nominasi Academy Award, dan memenangkan Oscar untuk Best Visual Effects dan laris menghasilkan $ 90.000.000 di seluruh dunia. Keterlibatan-Nya dengan The Abyss melahirkan efek morphing Cameron yang terkenal dan akan di gunakan untuk membuat cairan logam T-1000 untuk mega proyek berikutnya, Terminator: 2 Judgment Day. Cameron dikapitalisasi pada keberhasilan T-1000 dengan meluncurkan perusahaan efek khusus “Digital Domain”, bekerja sama dengan Stan Winston dan Perusahaan Komputer Raksasa IBM.

Meskipun dikenal galak sutradara ini bisa bersenda gurau di sela sela syuting terminator 2

Ketika menangani Terminator 2: Judgment Day anggaran berputar di luar kendali dan menjadi film paling mahal pada saat itu tapi juga film yang paling menguntungkan James Cameron telah menghasilkan $ 500 juta. Saat itulah dibentuk perusahaan produksi Lightstorm Entertaiment. “T2” mendapat enam nominasi Academy Award, dan membawa pulang  empat piala Oscar yaitu Tata Rias Terbaik, Sound, Visual Effects dan Sound Effects Editing. dan juga menerima Ray Bradbury Award untuk Drama screenwriting, lima Saturnus Award, enam MTV Movie Awards, dan People’s Choice Award. bersamaan dengan itu Cameron menulis, memporduseri dan menyutradarai Komedi Action True Lies (1993), versi Amerika dari ikon James Bond, yang menghasilkan pendapatan kotor sebesar $ 365.000.000 di box office seluruh dunia.

Bagian yang paling dikenal dan sukses dari film Cameron selama menjadi Sutradara sampai saat itu adalah diceritakan kembali kisah kapal Titanic. Cameron menghabiskan sebagian waktunya di bagian bawah Atlantik untuk melihat puing-puing Titanic, mengunjunginya itu sebanyak dua belas kali. Film yang berkisah tentang kisah cinta segitiga antara Jack Dawson yang diperankan oleh Leonardo Dicaprio, Rose Dewitt Bukater. Cameron melakukan syuting selama 160 hari yang melelahkan. Bos Fox sampai datang mendadak ke lokasi syuting untuk melihat sekaligus mempertanyakan kenapa sampai over budget.

Seperti halnya membuat The Abyss, teknologi efek khusus masih tertinggal visinya, Cameron menggunakan metode menenggelamkan kapalnya di tangki raksasa dan mengisinya dengan 5 juta galon air tangki yang dapat membanjiri  untuk menciptakan kembali tenggelamnya kapal laut yang terkenal itu. Cameron berhasil membawa kisah cinta sederhana namun kuat pembawaannya didukung pembangunan model skala penuh dari kapal Titanic dengan biaya membengkak dan menghabiskan sekitar $ 200 juta dolar , angka yang fantastis namun lebih fantastis ketika pendapatannya dari seluruh dunia yang mengukuhkan sebagai film paling menguntungkan sepanjang masa.  Titanic diterima empat belas nominasi Academy Award dan memenangkan 11 termasuk Best Picture. Meskipun dengan set mewah dan efek khusus, film ini akan menjadi apa-apa tanpa inti emosional yang dibawakan oleh Kate Winslet dan DiCaprio.

Pengambilan adegan terakhir titanic

Setelah karya fenomenalnya “Titanic”, kembali James Cameron memulai risetnya tentang film bawah laut (Expedition: Bismarck, 2002) dan Titanic (Ghosts of the Abyss (2003, IMAX 3D) dan Tony Robinson Titanic Adventure (2005). Cameron adalah pendukung utama untuk film stereoscopic 3-D digital. Dalam sebuah wawancara 2003 tentang  Ghosts of the Abyss, ia menyebutkan bahwa ia “akan melakukan segala sesuatu dalam bentuk 3D mulai ssekarang”.  Ia telah membuat pernyataan serupa dalam wawancara lainnya. Ghosts of the Abyss dan Aliens dari Deep (juga sebuah film dokumenter IMAX), keduanya dibuat dengan kamera 3-D dan dirilis oleh Walt Disney Pictures dan Walden Media, selanjutnya Cameron melakukan hal yang sama untuk proyek barunya, “Avatar” untuk 20th Century Fox. Cameron terinspirasi dari cerita-cerita tentang planet-planet, dunia lain, dan budaya asing. Avatar dapat dikatakan sebagai film sci-fi dengan teknologi tercanggih saat ini, meskipun hadir dengan plot cerita yang sederhana seraya menempelkan kampanye. ingkungan yang relevan dengan masa kini, meskipun settingnya berlangsung pada tahun 2154! Tokoh utama Avatar adalah Jake Sulley, mantan marinir yang cacat (diperankan aktor  Inggris Sam Wotrhington). Selama 12 Tahun Cameron benar-benar telah merenungkan dunia yang digambarkan dalam Avatar sebelum dia bahkan mulai mengerjakan Titanic dan menunggu selama lebih dari 10 tahun karena perkembangan teknologi saat itu belum mampu mewujudkan visinya. Setelah mengamati perkembangan makhluk seperti Gollum di Lord of the Rings trilogi dan Davy Jones di Pirates of the Caribbean trilogi, ia merasa bahwa kemajuan dalam animasi fotorealistik telah cukup baginya untuk mewujudkan mimpinya. Penerapan teknologi 3 dimensi (3D) paling mutakhir di dunia perfilman serta pemanfaatan kemajuan teknologi storage menjadikan film ini mampu menampilkan potongan-potongan gambar apik, yang membuat setiap orang begitu tercengang saat melihat hasil gambar yang ditampilkan, bisa dikatakan  sempurna.

Sistem Kamera Fusion yang dipakai dalam Avatar menjadi standar teknologi film 3D masa depan. Ia mengembangkan sendiri kamera khususnya yang disebut Sistem Kamera Fusion, dan mempekerjakan orang orang dari perusahaan yang menghidupkan Hobbit dan elf  dalam Lord of the Rings trilogi yaitu Weta digital yang berbasis di selandia baru untuk menangani efek visual dalam filmya. Industrial Light & Magic dan beberapa perusahaan lainnya juga dibawa di kapal dalam rangka memastikan bahwa semua efek-efek khusus bisa selesai tepat waktu. Biaya produksi dan ditambah pemasaran untuk film Avatar mendekati US$ 500 juta yang hampir setengah dari seluruh dana produksi diperuntukkan untuk efek visual dan animasi CGI yang membuat Avatar menjadi salah satu film dengan dana produksi terbesar.

Editing avatar

Cameron adalah orang yang berani bermimpi dan menyukai tantangan dan terkenal bertangan dingin dan terlalu disiplin. Cameron sangat paham dan mampu menata antara jalan cerita dengan visualisasinya dan menempatkan teknologi pada tempatnya. Mungkin itulah alasan mengapa dia begitu terkenal secara global karena ia dapat membuat genre film baru  dan meregangkan imajinasi kita ke tempat-tempat di mana kita tidak pernah pergi sebelumnya.

Comments

Populer Minggu Ini

Facebook

To Top