Review

Kung Fu Panda 3 (2016)

Dibanding Pixar, Dreamworks bisa dibilang lebih sukses ketika berurusan dengan sekuel-sekuel animasinya tanpa kehilangan pesonanya, lihat Shrek yang masih sukses meski sudah menyentuh empat seri lalu juga ada wara laba Madagascar juga mencapai tahap trilogi dan tentu saja franchise Kung Fu Panda yang akhirnya menelurkan seri ketiganya setelah lima tahun absen. Ya, berbicara soal Kung Fu Panda berarti kita akan berbicara soal animasi yang seru, lucu dan keren bersama begitu banyak hewan-hewan yang mampu tampil imut dan garang di saat bersamaan. Jarang ada animasi barat yang sarat dengan segala pernak-pernik oriental, baik budaya termasuk bela dirinya yang mampu digarap dengan keseimbangan sempurna antara humor dan aksi, dan Kung Fu Panda berhasil melakukannya dengan sangat baik, jadi tidak heran jika ia menjadi salah satu animasi yang paling diantisipasi di setiap kemunculan seri terbarunya, baik itu animasi pendek maupun film panjangnya.

Jujur, Kung Fu Panda 3 sebenarnya tidak menawarkan sebuah pola yang baru. Ia masih dalam jalur penceritaan yang sama dengan para pendahulunya, Ada konflik baru, tantangan baru dan tentu saja musuh baru serta bagaimana Po berjibaku dengan dirinya sendiri untuk menjadi sosok pendekar yang lebih baik. Ya, menarik memang jika berbicara soal Po si panda gendut ini, bagaimana tim penulisnya mampu mengeksplorasi karakter dan latar belakang cerita hidupnya yang secara tidak langsung sudah membentuk benang merah di setiap serinya. Seri pertamanya Po belajar menjadi pahlawan baru, seri keduanya bagaimana ia mempertajam kemampuannya dan di seri ketiganya ini secara garis besar adalah bagaimana ia menjadi guru bagi Furious Five yang juga sahabat-sahabatnya, namun sekali lagi benang merah dari masa lalu Po kembali datang dalam wujud panda bernama Li Shan (Bryan Cranston) yang tidak lain tidak bukan adalah ayah kandung Po yang kemudian mengajaknya pulang ke desa rahasia para panda. Sementara di alam baka, musuh lama Grand Master Oogway (Randall Duk Kim), Kai (J. K. Simmons) bangkit kembali dari alam kematian setelah berhasil mencuri chi dari arwah-arwah pendekar hebat, termasuk Master Oogway sendiri.

Seperti yang saya katakan di atas, kekuatan utama dari Kung Fu Panda sejak kemunculan perdananya 2008 silam  adalah perpaduan olahan humor kocak dari dialog sampai fisik, aksi martial arts spektakuler dan pemilihan karakter yang kuat dan kombinasi itu yang lagi-lagi kita dapatkan di seri ketiganya ini  yang kembali dipegang Jennifer Yuh Nelson bersama Alessandro Carloni terlepas dari narasinya yang sedikit lemah dan terkesan mengulang kembali pakem di seri sebelumnya. Kualitas animasinya masih sama bagusnya dengan yang sudah-sudah, baik itu CGI maupun gambaran tangan, termasuk di dalamnya detail karakter maupun lingkungannya, keduanya ditambah dengan  scoring Hans Zimmer yang menjadi perpaduan apik dalam menggambarkan perjalanan Po yang untuk ke sekian kalinya lagi-lagi haris mencari jati dirinya.

Jika ada satu hal lain yang saya suka tentang Kung Fu Panda selain koreografi dan humornya, itu adalah kualitas voice over dari para pengisi suaranya. Hampir semua aktor dan aktris pengisi suara dari dua seri sebelumnya kembali meneruskan pekerjaan bagus mereka. Jack Black masih menjadi daya tarik utama Kung Fu Panda 3, ia menjadi jiwa dan raga buat karakter Po dengan suara sempurna dan tentu saja dengan segala guyonannya yang hampir semua didominasinya. Sayang penyakit lama Kung Fu Panda masih kambuh ketika ia tidak benar-benar bisa memaksimalkan nama-nama besar macam Angelina Jolie, Lucy Liu, Seth Rogen, David Cross sampai Jackie Chan yang terkesan sekedar hanya menjual nama besar dengan dialog yang mungkin tidak mencapai separuh halaman. Yang menarik adalah bagaimana pengaruh besar Angelina Jolie yang sampai-sampai ia bisa melibatkan anak-anaknya untuk turut mengisi suara para panda kecil di sini, dari Pax , Knox Jolie-Pitt, Zahara sampai Shiloh Jolie-Pitt. Tentu saja sekuel baru tentu ada karakter baru, kali ini Kung Fu Panda 3 turut menghadirkan J.K Simmons sebagai Kai si kerbau, villain utama yang garang, Kate Hudson yang kebagian peran kecil sebagai panda betina Mei Mei dan Jean-Claude Van Damme dalam wujud si Master Croc yang nyaris tanpa dialog.

 

Kung Fu Panda 3 (2016)
7.7 Movienthusiast's
Summary
Menawarkan kualitas animasi yang sama dengan dua seri pendahulunya, Kung Fu Panda 3 masih mampu memberikan pengalaman menyenangkan menonton animasi keluarga. Seri ketiganya ini tetap lucu, imut dan sama kerennya dengan yang sudah-sudah, tidak peduli seberapa kali kisahnya seperti diulang-ulang namun siapa yang bisa menolak pesona para hewan-hewan lucu yang jago kung fu ini.
CERITA7.1
PENYUTRADARAAN7.5
AKTING7.7
VISUAL8.3

 

Comments

Populer Minggu Ini

Facebook

To Top