Marvel

Joss Whedon: “Daredevil” Seharusnya Jadi Film, Bukan Serial

Daredevil telah menjadi bukti nyata bahwa serial superhero tidak selamanya dibuat bertekuk lutut oleh film bergenre serupa, ketika kita membicarakan sisi kualitas tentunya. Rentetan adegan action memukau menjadi salah satu daya pikat utama serial perdana Marvel/Netflix untuk menjaring audiens sebanyak mungkin, hingga belum lama ini ia dinobatkan sebagai satu dari dua program paling banyak ditonton di Netflix, bersanding dengan House of Cards.

Bagaimanapun, meski Matt Murdock sudah cukup berjaya di ranah serial, Joss Whedon menilai kisah The Man Without Fear seharusnya dijadikan tontonan di layar lebar. Bahkan, sutradara Avengers: Age of Ultron telah melobi Marvel untuk membawa sang karakter keluar dari serial dan berpindah ke format film, mengikuti jejak Ben Affleck yang dulu sempat membintangi film Daredevil.

Saya telah berusaha agar Daredevil menjadi sebuah film, bukannya serial TV. Kemudian di bawah kendali Drew Goddard dan Steve DeKnight, saya sangat ingin menonton serialnya, namun mereka mereka merilisnya ketika saya baru memulai tur wawancara,”ungkap Whedon dalam perbincangannya dengan IGN.

“Komik telah menjadi hiburan serial dan banyak dari mereka (superhero) yang terjun ke TV ketimbang film. Saya menyukai Daredevil karena dia adalah Batman-nya Marvel, terima kasih buat Frank Miller sebenarnya,”lanjutnya.

Awalnya Whedon skeptis Marvel mampu mempertahankan Daredevil di TV. Namun kemudian ia menyadari TV masa kini telah banyak berubah dan menilai TV adalah tempat yang cocok untuk Daredevil beraksi. Terlebih lagi, Netflix juga telah memberikan lampu hijau untuk season dua yang diperkirakan rilis pada April 2016. Namun ini bukan berarti peluang Daredevil untuk merasakan megahnya Marvel Cinematic Universe tertuitup. Pasalnya, sang pemeran superhero, Charlie Cox, menyampaikan ketertarikannya menjadi cameo di Captain America: Civil War.

Comments

Populer Minggu Ini

Facebook

To Top