Review

Guardians of the Galaxy Vol. 2 (2017)

Geng penjaga semesta raya, Guardians of the Galaxy kembali lagi. Masih mendapuk James Gunn sebagai sutradaranya, sekuel yang diberi embel-embel Vol.2 ini juga mereunikan kembali lima bintang utamanya serta mengajak beberapa nama baru laiknya Pom Klementieff, Kurt Russell, Elizabeth Debicki, sampai Sylvester Stallone dalam jajaran pemainnya.

Kali ini para penjaga kedamaian galaksi harus berurusan dengan penduduk Sovereign yang dipimpin High Priestess, Ayesha (Debicki) pasca aksi Rocket yang menghina dan mencuri baterai berharga kepunyaan bangsa Sovereign. Dalam aksi pelarian mereka yang berantakan, sosok Ego (Russell) muncul dan menyelamatkan para pahlawan kita. Ego ternyata ayah biologis Peter (Chris Pratt) yang memiliki kekuatan layaknya dewa. Disebut sebagai mahluk Celestials, Ego lantas mengajak Peter dalam rencana besarnya merestorasi alam semesta.

Film pertama Guardians of the Galaxy (GotG) harus diakui cukup menyenangkan dan sangat menghibur. Dan seperti sekuel pada umumnya, Vol.2 ini juga masih mengikuti pakem yang sama. Menyajikan kisah dan efek CGI yang lebih besar serta melibatkan masa lalu beberapa karakter kuncinya. Pesan moral arti pentingnya keluarga juga mengambil tema dominan di sini. Yang meskipun jatuhnya klise, masih cukup bisa diterima akal sehat, walaupun beberapa perubahan posisi sosok kunci dari film pertamanya, Nebula (Karen Gillan) dan Yondu (Michael Rooker) dari antagonis menjadi protagonis awalnya terasa dipaksakan namun seiring berjalannya alur bisa mengalir mulus. Kelima sosok jagoan GotG pun masih padu di layar dan kehadiran Baby Groot (Vin Diesel) yang menggemaskan lumayan memeriahkan filmnya. Kelemahan Vol. 2 mungkin pada plotnya yang terasa berusaha dipadatkan namun malah terasa panjang. Penyelesaiannya juga serba instan dan terasa sama persis dengan film pertamanya. Tapi tentu saja mengingat rekam jejak Gunn di film pertamanya, sangat wajar jika GotG ini kembali repetitif memakai formula andalan prekuelnya. Adegan aksinya masih seru dan lima adegan within-post credit-nya beberapa terasa tidak penting dan beberapa sebagai pemanasan untuk sekuel dan kisah besar MCU kelak, namun secara keseluruhan tetap menghibur hati.

Bagusnya, Gunn masih menyempilkan tembang-tembang lawas 80an dari mixtape Peter. Meskipun tak sedashyat daftar main dari volume pertamanya, lagu-lagu tersebut masih pas mengiringi semangat filmnya. Begitupula referensi kultur pop 80an yang cukup mengundang senyum. Masuknya Mantis (Klementieff) juga menambah nafas baru dalam GotG, walaupun karakternya masih malu-malu tapi bertambahnya anggota perempuan dalam geng merupakan hal yang baik. Dan penjahat utamanya pun lebih menggigit ketimbang film sebelumnya. Dalam adegan klimaks yang melibatkan seluruh pentolan GotG dan sebuah planet yang mulai luluh lantak,  mungkin bisa menyiratkan bagaimana kualitas Vol.2 ini. Seru, berisik, ramai dan menyenangkan tetapi klise serta berasa mengulang formula seri pendahulunya.

Guardians of the Galaxy Vol. 2 (2017)
6.5 Movienthusiast's
Summary
Masih menghibur dang menyenangkan untuk dinikmati, sayangnya Guardians of the Galaxy Vol.2 ini tetap memakai formula yang sama persis seperti prekuelnya sehingga jatuhnya repetitif dan klise.
CERITA5
PENYUTRADARAAN6.5
AKTING6.5
VISUAL7.5
Comments

Populer Minggu Ini

Facebook

To Top