<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Movienthusiast</title>
	<atom:link href="http://movienthusiast.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://movienthusiast.com</link>
	<description>Blogging and Discuss About Movies</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 May 2013 04:35:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Review &#8211; Side Effects (2013)</title>
		<link>http://movienthusiast.com/2013/05/review-side-effects-2013/</link>
		<comments>http://movienthusiast.com/2013/05/review-side-effects-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 May 2013 04:55:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hafilova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Slide]]></category>
		<category><![CDATA[2013]]></category>
		<category><![CDATA[Catherine Zeta-Jones]]></category>
		<category><![CDATA[Channing Tatum]]></category>
		<category><![CDATA[David Costabile]]></category>
		<category><![CDATA[Drama]]></category>
		<category><![CDATA[Jude Law]]></category>
		<category><![CDATA[Rooney Mara]]></category>
		<category><![CDATA[Scott Z. Burns]]></category>
		<category><![CDATA[Steven Soderbergh]]></category>
		<category><![CDATA[thriller]]></category>
		<category><![CDATA[Vinessa Shaw]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://movienthusiast.com/?p=14166</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sukses menebar teror virus influenza mematikan yang nyaris menyapu habis populasi manusia 2011 lalu dalam thriller apokaliptik Contagion, kini sutradara Steven Soderbergh bersama penulis naskah Scott Z. Burns kembali memasuki sisi gelap dunia medis dalam thriller terbarunya, Side Effects. Seperti judulnya, ini adalah cerita yang kejam tentang efek samping  dari obat-obat yang kamu minum, tetapi ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-14167" alt="1151365092463" src="http://movienthusiast.com/wp-content/uploads/2013/05/1151365092463-e1369024251163.jpg" width="630" height="214" /></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah sukses menebar teror virus <em>influenza</em> mematikan yang nyaris menyapu habis populasi manusia 2011 lalu dalam thriller apokaliptik <a title="Review – Contagion (2011)" href="http://movienthusiast.com/2011/12/review-contagion-2011/" target="_blank"><em>Contagion</em></a>, kini sutradara Steven Soderbergh bersama penulis naskah Scott Z. Burns kembali memasuki sisi gelap dunia medis dalam thriller terbarunya, <em>Side Effects</em>. Seperti judulnya, ini adalah cerita yang kejam tentang efek samping  dari obat-obat yang kamu minum, tetapi fokusnya dipersempit dalam ruang lingkup ke zat kimia anti depresan yang punya <em>side effects</em> lebih mengerikan dari sekedar menimbulkan rasa kantuk, jantung berdebar-debar atau gatal-gatal.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu orang yang mengkonsumsi obat anti-stres itu adalah Emily Taylor (Rooney Mara) setelah sebelumnya ia nekat menginjak keras pedal mobilnya sampai menabrakan diri di tembok parkiran. Yang memberikan resepnya adalah Dr. Jonathan Banks (Jude Law), seorang pskiater dengan akses obat yang tak terbatas. Tetapi beberapa obat tidak terlalu berhasil buat Emily yang depresi paska dipenjaranya sang suami, Martin (Channing Tatum) karena kasus pengelapan uang . Lalu mengikuti saran psikiater lamanya Dr. Victoria Siebert (Catherine Zeta-Jones), Emily meminta Jonathan untuk memberinya Ablixa, sebuah obat ajaib yang kemudian memang ampuh mampu mengendalikan tempramennya, memberi mood positif sampai naiknya gairah seks, bahkan Martin yang baru saja dibebeskan dari penjara turut merasakan pengaruh Ablixa dalam diri Emily. Tetapi sekali lagi, setiap obat pasti ada efek sampingnya, dan Ablixa punya efek samping berbahaya.</p>
<p style="text-align: justify;"><img alt="Channing-Tatum-and-Rooney-Mara-in-Side-Effects-2013-Movie-Image1" src="http://movienthusiast.com/wp-content/uploads/2013/05/Channing-Tatum-and-Rooney-Mara-in-Side-Effects-2013-Movie-Image1-e1369024385995.jpg" width="630" height="332" /></p>
<p style="text-align: justify;">Dibuka dengan kamera yang menyorot apartemen yang berdarah, dari awal saja Soderbergh sudah menetapkan atmosfer penuh ketidaknyamanan yang akut bersama segala ciri khasnya (tone kuning yang dominan, kamera gengam yang menyorot punggung karkaternya dan sinematografi serta editing apik). di 30 menit pertama <em>Side Effects</em> terlihat seperti narasi sempit yang hanya berputar-putar pada karakterisasi kejiwaan Emily yanga rapuh dan kompleks paska kejadian yang menimpa suaminya. Percobaan bunuh diri yang dilakukannya di tempat parkir menjadi titik awal semua benang misteri rumit berbelit yang kemudian secara perlahan kita dihadapkan dengan kejutan dan kelokan tajam yang seakan-akan tidak pernah berhenti yang pada akhirnya membawa <em>Side Effects</em> ke zona berbeda, zona yang jauh lebih luas dari sekedar cerita tentang seorang wanita kesepian yang depresi, zona yang melibatkan konspirasi besar, industri obat-obatan, sindiran sosial, permainan ala detektif yang dilakukan oleh Dr. Jonathan Banks, intrik seksual yang melibatkan Catherine Zeta-Jones sampai pada akhirnya ditutup dengan sebuah ganjaran setimpal.</p>
<p style="text-align: justify;">Berada di teritori yang sama dengan Contagion, tetapi Side Effects punya ruang lingkup yang lebih sempit dengan kadar misteri dan kekompleksan yang lebih tinggi. Rooney Mara tampil bagus sebagai wanita kesepian yang stres dengan tingkat kemisteriusan yang sanggup membuat Jude Law menjadi detektif dadakan untuk menyelamatkan kariernya. Ya, Side Effects punya efek samping lain yang sanggup membuatnya menjadi tontonan yang lebih besar ketimbang masalah kejiwaan semata.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://movienthusiast.com/2013/05/review-side-effects-2013/"><img src="http://i.ytimg.com/vi/5jQq6BiT-eI/0.jpg" alt="YouTube Video"></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://movienthusiast.com/2013/05/review-side-effects-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teaser Trailer Anchorman: The Legend Continues</title>
		<link>http://movienthusiast.com/2013/05/teaser-trailer-anchorman-the-legend-continues/</link>
		<comments>http://movienthusiast.com/2013/05/teaser-trailer-anchorman-the-legend-continues/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 May 2013 00:14:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Pratama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Trailer]]></category>
		<category><![CDATA[Adam McKay]]></category>
		<category><![CDATA[Anchorman 2]]></category>
		<category><![CDATA[David Koechner]]></category>
		<category><![CDATA[Paul Rudd]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Carell]]></category>
		<category><![CDATA[Will Ferrell]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://movienthusiast.com/?p=14162</guid>
		<description><![CDATA[Setelah hampir 8 tahun, kini film tersebut sedang dibuat sekuelnya. Film keduanya ini masih menampilkan bintang-bintang utama dari film sebelumnya seperti Will Ferrell, Paul Rudd, Steve Carell, dan David Koechner yang bersedia kembali bereuni di ANCHORMAN 2 ini. Sutradara yang mengarahkan film kedua ini pun masih sama yaitu Adam McKay. Naskahnya juga masih ditulis oleh McKay bersama bintang utama film ini, Will Ferrell. &#160;]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah hampir 8 tahun, kini film tersebut sedang dibuat sekuelnya. Film keduanya ini masih menampilkan bintang-bintang utama dari film sebelumnya seperti <em><a href="http://collider.com/tag/Will-Ferrell">Will Ferrell</a>, <a href="http://collider.com/tag/Paul-Rudd">Paul Rudd</a>, <a href="http://collider.com/tag/Steve-Carell">Steve Carell</a>,</em> dan <a href="http://collider.com/tag/David-Koechner"><em>David Koechner</em></a> yang bersedia kembali bereuni di <a href="http://collider.com/tag/Anchorman-2">ANCHORMAN 2</a> ini. Sutradara yang mengarahkan film kedua ini pun masih sama yaitu <a href="http://collider.com/tag/Adam-Mckay"><em>Adam McKay</em></a>. Naskahnya juga masih ditulis oleh McKay bersama bintang utama film ini, <a href="http://collider.com/tag/Will-Ferrell"><em>Will Ferrell</em></a>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" alt="" src="http://collider.com/wp-content/uploads/Anchorman-2-The-Legend-Continues-poster-405x600.jpg" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://movienthusiast.com/2013/05/teaser-trailer-anchorman-the-legend-continues/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review &#8211; The Great Gatsby (2013)</title>
		<link>http://movienthusiast.com/2013/05/kreview-the-great-gatsby-2013/</link>
		<comments>http://movienthusiast.com/2013/05/kreview-the-great-gatsby-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 May 2013 04:09:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hafilova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Slide]]></category>
		<category><![CDATA[Amitabh Bachchan]]></category>
		<category><![CDATA[based on novel]]></category>
		<category><![CDATA[Baz Lurhmann]]></category>
		<category><![CDATA[Carey Mulligan]]></category>
		<category><![CDATA[Drama]]></category>
		<category><![CDATA[Elizabeth Debicki]]></category>
		<category><![CDATA[Isla Fisher]]></category>
		<category><![CDATA[Jason Clarke]]></category>
		<category><![CDATA[Joel Edgerton]]></category>
		<category><![CDATA[Leonardo DiCaprio]]></category>
		<category><![CDATA[remake]]></category>
		<category><![CDATA[Romantic]]></category>
		<category><![CDATA[Romantis]]></category>
		<category><![CDATA[Tobey Maguire]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://movienthusiast.com/?p=14151</guid>
		<description><![CDATA[Perhatian! Ini bukan film tentang produk minyak rambut pria yang hebat meskipun faktanya banyak pria dengan rambut klimis di dalamnya. Ya, ini adalah The Great Gatsby yang lain, sebuah remake dari drama romantis berjudul sama yang disutradarai Jack Clyaton dan dibintangi Robert Redford empat dekade lalu. Di versi daur ulangnya ini ada sutradara Moulin Rouge Baz ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" alt="" src="http://movienthusiast.com/wp-content/uploads/2013/05/18-elgrangatsby-jpg_155228-e1368847281725.jpg" width="630" height="212" /></p>
<p style="text-align: justify;">Perhatian! Ini bukan film tentang produk minyak rambut pria yang hebat meskipun faktanya banyak pria dengan rambut klimis di dalamnya. Ya, ini adalah <em>The Great Gatsby</em> yang lain, sebuah <em>remake</em> dari drama romantis berjudul sama yang disutradarai Jack Clyaton dan dibintangi Robert Redford empat dekade lalu. Di versi daur ulangnya ini ada sutradara <em>Moulin Rouge</em> Baz Luhrmann yang mencoba menciptakan kembali dunia cinta penuh konflik di era jazz klasik dari setiap lembar dari novel yang juga sumber aslinya milik yang penulis kondang F. Scott Fitzgerald.</p>
<p style="text-align: justify;">Kisahnya dibuka dengan narasi yang disuarakan lulusan <em>Yale</em> dan veteran perang dunia pertama, pemuda naif alkoholik itu adalah Nick Carraway (Tobey Maguiere) yang sebelumnya pernah terjebak dalam kehidupan glamor dan konflik cinta para tetangganya di <em>West Egg, Long Island</em>. Ada pasangan pasutri kaya, Daisy Buchanan (Carey Mulligan), dan suaminya, Tom (Joel Edgerton) yang juga teman Nick sewaktu kuliah. Lalu juga ada Jordan Baker (Elizabeth Debicki), wanita cantik, sahabat Daisy yang ingin dipasangkan dengan Nick. Tetapi yang paling menarik perhatian Nick adalah tetangga samping rumahnya, seorang miliader misterius bernama Gatsby (Leonardo DiCaprio) yang sering mengadakan pesta besar-besaran di rumah mewahnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" alt="" src="http://movienthusiast.com/wp-content/uploads/2013/05/bb_horizontal_bigger19274742-e1368848768593.jpg" width="630" height="338" /></p>
<p style="text-align: justify;">Ada kemeriahan pesta yang dipenuhi musik, dansa dan kembang api penuh warna warnai yang glamor, ya, itu semua seperti materi-materi kesukaan Lurhmann apalagi ketika kamu memberikan tema cinta tragis di dalamnya bisa dipastikan ia akan memberikanmu sebuah sajian megah dengan visual yang sama cantiknya dengan performa para <em>ensemble cast</em> yang bermain di dalamnya, apalagi kali ini Lurhmann menghadirkannya dalam format 3D yang sedang booming. Sumber aslinya adalah bacaan yang bagus, sama bagusnya dengan karya klasik Shakespeare, <em>Romeo and Juliet</em> yang pernah diadaptasi Lurhmann dalam era modern yang juga diperankan DiCaprio sebagai Capulet muda, tetapi <em>Gatsby</em> sendiri punya materi lebih dewasa, lebih kompleks dari dua sejoli yang cinta mati dan juga erat dengan era modern saaat ini ketika ia banyak menyinggung  dunia para hedonis yang penuh dengan materi berlebih, meskipun di balik setiap pakaian mahal, mobil mewah dan perhiasaan berkilaunya ini masih sama-sama berisi tentang cinta sejati dan pengorbanan besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk teknis, Lurhmann jelas tidak usah diragukan, dari <i>Strictly Ballroom</i> yang kecil sampai Australia yang besar ia punya cita rasa tinggi dalam memvisualisasikan setiap momen-momen sentimentilnya bersama balutan artisitik tingkat tinggi yang memukau dan memanjakan mata, editing cepat plus dukungan musik-musik kontemporer yang tidak sesuai dengan jamannya. Namun di sisi lain Lurhmann sebenarnya bukan pencerita yang ulung bahkan <em>Moulin Rouge</em> sendiri yang buat saya adalah karya terbaik Lurhmann juga banyak tertolong oleh performa apik Nicole Kidman dan Ewan McGregor serta pilihan tembang-tembang romantisnya yang indah, maka tidak terlalu mengejutkan jika narasi <em>Gatsby</em> tidak mampu hadir sekuat novelnya atau setidaknya versi 78&#8242;nya yang sempat populer itu.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" alt="" src="http://movienthusiast.com/wp-content/uploads/2013/05/The-Great-Gatsby-2013-x02-e1368849974296.jpg" width="630" height="341" /></p>
<p style="text-align: justify;">Ya, meskipun tidak sampai terseok-seok seperti Australia, tetapi <em>Gatsby</em> terasa terlalu lama dan seperti berputar-putar untuk mencapai titik yang ingin dituju, namun masalah terbesarnya bukan pada durasi yang panjang, plot <em>dragging </em>atau dialog-dialog membosankannya, tetapi ketika Luhrmaan gagal menghadirkan sisi emosional yang seharusnya bisa tergali lebih dalam lagi dari kisah cinta tragis macam ini padahal hampir semua pemainnya sendiri sudah semaksimal mungkin menghadirkan setiap karakternya dengan perfoma yang bagus, terutama Joel Edgerton yang tampil paling apik. Sementara karakter utama Gatsby yang dibawakan DiCaprio tersaji bak dua sisi mata uang yang berbeda, begitu misterius dan berwiba di awal namun ia begitu kesepian dan menyedihkan di sisi lainnya sebagai pria yang menderita banyak karena cinta.</p>
<p style="text-align: justify;">Satu lagi adaptasi Lurhmaan yang tidak mampu memberikan sebuah penghormatan besar pada sumber aslinya. <em>The Great Gatsby</em> itu hanya terasa mewah di kulit luarnya dengan segala parade visual yang cantik dan iring-iringan lagunya yang enak, namun dalam hal miskin ketika mengadaptasi  emosi dari setiap lembar tulisan-tulisan apik Fitzgerald tentang cinta sejati dan pengorbanan di gemerlapnya dunia yang penuh harta dan ketenaran.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://movienthusiast.com/2013/05/kreview-the-great-gatsby-2013/"><img src="http://i.ytimg.com/vi/vuQhprtLJ3k/0.jpg" alt="YouTube Video"></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://movienthusiast.com/2013/05/kreview-the-great-gatsby-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review &#8211; Snitch (2013)</title>
		<link>http://movienthusiast.com/2013/05/review-snitch-2013/</link>
		<comments>http://movienthusiast.com/2013/05/review-snitch-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 13:16:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Movienthusiast</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Slide]]></category>
		<category><![CDATA[2013]]></category>
		<category><![CDATA[Action]]></category>
		<category><![CDATA[Barry Pepper]]></category>
		<category><![CDATA[Benjamin Bratt]]></category>
		<category><![CDATA[Drama]]></category>
		<category><![CDATA[Dwayne Johnson]]></category>
		<category><![CDATA[Susan Sarandon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://movienthusiast.com/?p=14135</guid>
		<description><![CDATA[Tentu saja yang kita harapkan dari bintang laga generasi baru macam Dwayne Johnson itu sama dengan yang kita harapkan dari film-film yang dibintangi kolega Inggrisnya, Jason Statham;  Rangkaian adegan aksi seru, tidak peduli ada lebih banyak otot ketimbang otak di dalamnya. Tetapi di film terbarunya yang judulnya terdengar keren ini mungkin akan mengecewakanmu, apalagi ketika ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" alt="" src="http://movienthusiast.com/wp-content/uploads/2013/05/snitch-e1368693761607.jpg" width="630" height="214" /></p>
<p style="text-align: justify;">Tentu saja yang kita harapkan dari bintang laga generasi baru macam Dwayne Johnson itu sama dengan yang kita harapkan dari film-film yang dibintangi kolega Inggrisnya, Jason Statham;  Rangkaian adegan aksi seru, tidak peduli ada lebih banyak otot ketimbang otak di dalamnya. Tetapi di film terbarunya yang judulnya terdengar keren ini mungkin akan mengecewakanmu, apalagi ketika kamu berharap banyak paska <a title="Review – Hummingbird (2013)" href="http://movienthusiast.com/2013/05/review-hummingbird-2013/" target="_blank"><em>Hummingbird</em></a>-nya Statham yang terlalu drama itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ya, <em>Snitch</em> mungkin berada di luar perkiraan. Terlalu banyak menjual drama ketimbang aksi,  bahkan sang <em>The Rock</em> tidak menjadi mantan tentara, agen handal atau pembunuh professional, ia hanya pria biasa bernama John Matthews, pemilik perusahaan konstruksi dan juga seorang ayah dari putranya Jason yang terlibat masalah narkoba. Dan ini yang terjadi selanjutnya. Untuk mencegah sang putra tua di dalam bui, John setuju untuk bekerja sama dengan jaksa wilayah, Joanne Keeghan (Susan Sarandon) untuk membantu melacak dan menangkap para pengedar barang haram tersebut dengan kompensasi hukuman anaknya bisa dikurangi.</p>
<p style="text-align: justify;">Tema tebalnya adalah hubungan ayah-anak dan bagaimana kamu akan melakukan apapun untuk menyelamatkan orang yang kamu cintai termasuj menentang maut sekalipun, Ya, bukan materi baru memang tidak peduli ketika sutradara yang juga mantan <em>stuntman </em>veteran, Ric Roman Waugh (<em>Felon</em>) itu melandaskan kisahnya pada perisitiwa nyata tentang penangkapan gembong narkoba, atau bagaiamana hukum tawar menawar yang berlaku di Amerika Serikat sana ketika kamu kedapatan berhubungan dengan narkoba dengan menjadi seorang <em>&#8220;snitch&#8221;</em>, narasinya <em></em> tetap tidak mampu bekerja secara maskismal.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://movienthusiast.com/wp-content/uploads/2013/05/article-2283933-1840DF9A000005DC-416_634x422-e1368693980949.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-14143" alt="article-2283933-1840DF9A000005DC-416_634x422" src="http://movienthusiast.com/wp-content/uploads/2013/05/article-2283933-1840DF9A000005DC-416_634x422-e1368693980949.jpg" width="630" height="321" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Kesalahannya adalah Waugh tidak tahu mau ke mana membawa <em>Snitch</em>. Dramanya sebenarnya punya potensi bagus untuk dimaksimalkan menjadi sebuah tontonan yang menarik dan emosional bahkan tanpa harus melibatkan adegan aksi sekalipun, tetapi ini Dwayne Johnson, sulit untuk kemudian buat Waugh atau sutradara manapun untuk kemudian tidak mengeksploitasi kehadiran Johnson dengan segala otot besar dan tampang sangar-nya bersama  sedikit selipan <em>action</em> plus ledakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kamu masih akan mendapatkan sedikit porsi laga di beberapa <em>scene</em>-nya, termasuk adegan kejar-kejaran keren yang melibatkan truk besar di klimaksnya, tetapi jangan berharap banyak untuk sisanya. Sekali lagi <em>Snitch</em> bukan tipe film yang  membutuhkan terlalu banyak otot dan senjata dalam penyelesaiannya, Waugh bisa saja membuatnya menjadi <em>crime thriller</em> cerdas dengan sedikit sentuhan <em>court room drama</em>  ketimbang <em>action </em>medioker yang berisik, tetapi sekali lagi itu akan menjadi hal yang mubazir ketika kamu memasang seorang Dwyne Johnson di dalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://movienthusiast.com/2013/05/review-snitch-2013/"><img src="http://i.ytimg.com/vi/yC95eKEKWmY/0.jpg" alt="YouTube Video"></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://movienthusiast.com/2013/05/review-snitch-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://movienthusiast.com/2013/05/14138/</link>
		<comments>http://movienthusiast.com/2013/05/14138/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 00:27:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Pratama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Trailer]]></category>
		<category><![CDATA[Amandla Stenberg]]></category>
		<category><![CDATA[Andy García]]></category>
		<category><![CDATA[animasi]]></category>
		<category><![CDATA[Anne Hathaway]]></category>
		<category><![CDATA[Brazilian singer Bebel Gilberto]]></category>
		<category><![CDATA[Bruno Mars]]></category>
		<category><![CDATA[George Lopez]]></category>
		<category><![CDATA[Jake T. Austin]]></category>
		<category><![CDATA[Jamie Foxx]]></category>
		<category><![CDATA[Jemaine Clement]]></category>
		<category><![CDATA[Jesse Eisenberg]]></category>
		<category><![CDATA[Kristin Chenoweth]]></category>
		<category><![CDATA[Leslie Mann]]></category>
		<category><![CDATA[Natalie Morales]]></category>
		<category><![CDATA[Pierce Gagnon]]></category>
		<category><![CDATA[Rachel Crow]]></category>
		<category><![CDATA[RIO2]]></category>
		<category><![CDATA[Rita Moreno]]></category>
		<category><![CDATA[Rodrigo Santoro]]></category>
		<category><![CDATA[Tracy Morgan]]></category>
		<category><![CDATA[will.i.am]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://movienthusiast.com/?p=14138</guid>
		<description><![CDATA[Animasi terbaru dari 20th Century Fox dan Blue Sky Studios, Rio 2, akhirnya telah dimunculkan oleh situs Brazil, Animacao SA. Kini, Blu bersama  Jewel dan ketiga anak mereka hidup dengan normal pada sebuah rumah di Rio. Mendadak, Jewel ingin membawa anak-anak untuk belajar hidup layaknya burung, dia pun bersikeras memboyong semuanya ke Amazon. Selain kembali menampilkan Anne Hathaway, Jesse Eisenberg, Jemaine ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Animasi terbaru dari 20th Century Fox dan Blue Sky Studios, Rio 2, akhirnya telah dimunculkan oleh situs Brazil, <a href="http://oglobo.globo.com/blogs/animacao/">Animacao SA</a>. Kini, Blu bersama  Jewel dan ketiga anak mereka hidup dengan normal pada sebuah rumah di Rio. Mendadak, Jewel ingin membawa anak-anak untuk belajar hidup layaknya burung, dia pun bersikeras memboyong semuanya ke Amazon.</p>
<p>Selain kembali menampilkan <em>Anne Hathaway, Jesse Eisenberg, Jemaine Clement, will.i.am, Tracy Morgan, George Lopez, Leslie Mann, Rodrigo Santoro, Brazilian singer Bebel Gilberto, Jake T. Austin, </em>dan<em> Jamie Foxx,</em>Rio 2 juga diriuhkan oleh suara-suara dari <em>Andy Garcia, Bruno Mars, Kristin Chenoweth, Rita Moreno, Amandla Stenberg, Rachel Crow, Pierce Gagnon</em>, dan <em>Natalie Morales</em>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://movienthusiast.com/2013/05/14138/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review &#8211; The Place Beyond The Pines (2013)</title>
		<link>http://movienthusiast.com/2013/05/review-the-place-beyond-the-pines-2013/</link>
		<comments>http://movienthusiast.com/2013/05/review-the-place-beyond-the-pines-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 May 2013 05:03:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hafilova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Slide]]></category>
		<category><![CDATA[2013]]></category>
		<category><![CDATA[Bradley Cooper]]></category>
		<category><![CDATA[Bruce Greenwood]]></category>
		<category><![CDATA[crime]]></category>
		<category><![CDATA[Dane DeHaan]]></category>
		<category><![CDATA[Derek Cianfrance]]></category>
		<category><![CDATA[Drama]]></category>
		<category><![CDATA[Emory Cohen]]></category>
		<category><![CDATA[Eva Mendes]]></category>
		<category><![CDATA[Ray Liotta]]></category>
		<category><![CDATA[Rose Byrne]]></category>
		<category><![CDATA[Ryan Gosling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://movienthusiast.com/?p=14123</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana kamu bisa kuat menahan godaan ini; Ada Ryan Gosling dan Bradley Cooper berada dalam satu film?! Ya, kamu akan mendapatkan kedua pria paling tampan di Hollywood, peraih nominasi Oscar yang sedang panas-panasnya saat ini dalam satu paket drama kriminal apik yang dibesut oleh sutradara dan penulis naskah Blue Valentine, Derek Cianfrance. Bahkan tanpa membaca ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://movienthusiast.com/wp-content/uploads/2013/05/The-Place-Beyond-the-Pines2-e1368499740345.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-14127" alt="The-Place-Beyond-the-Pines2" src="http://movienthusiast.com/wp-content/uploads/2013/05/The-Place-Beyond-the-Pines2-e1368499740345.jpg" width="630" height="212" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana kamu bisa kuat menahan godaan ini; Ada Ryan Gosling dan Bradley Cooper berada dalam satu film?! Ya, kamu akan mendapatkan kedua pria paling tampan di Hollywood, peraih nominasi <em>Oscar</em> yang sedang panas-panasnya saat ini dalam satu paket drama kriminal apik yang dibesut oleh sutradara dan penulis naskah <a title="Review – Blue Valentine (2010)" href="http://movienthusiast.com/2011/01/review-blue-valentine-2010/" target="_blank"><em>Blue Valentine</em></a>, Derek Cianfrance. Bahkan tanpa membaca sinopsisnya mungkin kamu akan langsung melahapnya mentah-mentah tanpa pernah tahu bahwa faktanya Gosling dan Cooper hanya bertatap muka kurang dari 10 detik saja. Tetapi tidak perlu terlalu kecewa karena keduanya mendapatkan porsinya masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">Gosling berkuasa penuh di 45 menit pertama menjadi <em>bad boy</em> kharismatik, mirip seperti apa yang pernah dilakukannya dalam <em>Driver</em>, hanya saja kali situasi dan kendaraannya berbeda dan ia juga punya nama; Luke Glanton, pria dingin penuh otot dan tato yang jago mengendalikan sepeda motor untuk  pertunjukan <em>roda gila</em> keliling setiap malam. Hidupnya berubah drastis ketika suatu hari ia menemukan bahwa ia rupanya memiliki seorang bayi laki-laki kecil dari hubungan singkatnya dengan pelayaran restoran, Romina (Eva Mendes).</p>
<p style="text-align: justify;">Pertemuanya dengan sang bayi merubahnya. Luke menjadi peduli kepada putranya itu dan akan melakukan apa saja untuk membahagiakannya, termasuk meeampik bank lokal dengan sepeda motor agar dapat membelikan ranjang bayi atau sekedar es krim. Nah, dari titik ini Luke kemudian bertemu dengan Avery Cross (Bradley Cooper). Perjumpaan super cepat dalam situasi yang tidak menyenangkan itu mengalihkan narasinya pada kisah Avery yang kemudian menjadi pahlawan dadakan di kota dan kesatuan polisinya. Dari sini kisah tentang pilihan-pilihan moral sulit yang akan mempengaruhi masa depan banyak orang baru saja dimulai.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" alt="" src="http://movienthusiast.com/wp-content/uploads/2013/05/8a4763a027c22b0a2d0f6a7067004f76-e1368591526944.jpg" width="630" height="324" /></p>
<p style="text-align: justify;">Menonton <em>The Places Beyond The Pines</em> itu seperti menonton tiga kisah berbeda yang tersambung secara estafet oleh benang merah yang sama dan saling melengkapai. Setiap cerita berefek pada cerita berikutnya begitu terus selanjutnya, semuanya terhampar secara peridoik kurang lebih dua dekade di  dua jam setengah durasinya. Ya, meskipun punya tema besar tentang dosa masa lalu, pengorbanan dan hubungan ayah-anak dengan bungkusan teknis yang bagus ala Derek Cianfrance, tetapi untuk ukuran sebuah <em>crime drama</em>, <em>Pines</em> terasa terlalu panjang meskipun tidak sampai bertele-tele. Namun pesonanya mulai luntur setelah Cianfrance dengan berani menghilangkan Gosling  terlalu cepat tepat di saat karakter yang dimainkannya itu tengah mencapai puncaknya, menggantinya dengan babak baru, karakter baru yang terpenjara dalam kejadian masa lalu yang menghantui.</p>
<p style="text-align: justify;">Ya, kalau mau jujur Gosling dengan karkater Luke-nya yang dingin punya porsi narasi dan karkaterisasi paling menarik ketimbang Cooper dengan segala ambisinya menjadi besar plus cerita tentang <em>&#8220;bad cop vs good cop&#8221;</em> yang bias<em></em><em></em>. Tetapi dibaliknya karkater ambisius Avery Cross yang dibawakan dengan baik oleh Cooper, ada rahasia gelap ketika ia harus bersinggungan dengan Luke. Dari sini nurainya diganggu dan secara tidak langsung banyak memberi pengaruh ke pegembangan karkaternya ke depan, bahkan sampai 15 tahun kemudian.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://movienthusiast.com/2013/05/review-the-place-beyond-the-pines-2013/"><img src="http://i.ytimg.com/vi/G07pSbHLXgg/0.jpg" alt="YouTube Video"></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://movienthusiast.com/2013/05/review-the-place-beyond-the-pines-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review &#8211; Star Trek Into Darkness (2013)</title>
		<link>http://movienthusiast.com/2013/05/review-star-trek-into-darkness-2013/</link>
		<comments>http://movienthusiast.com/2013/05/review-star-trek-into-darkness-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 16:54:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hafilova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Slide]]></category>
		<category><![CDATA[Action]]></category>
		<category><![CDATA[Adventure]]></category>
		<category><![CDATA[Alex Kurtzman]]></category>
		<category><![CDATA[Alice Eve]]></category>
		<category><![CDATA[Anton Yelchin]]></category>
		<category><![CDATA[Benedict Cumberbatch]]></category>
		<category><![CDATA[Bruce Greenwood]]></category>
		<category><![CDATA[Chris Pine]]></category>
		<category><![CDATA[Damon Lindelof]]></category>
		<category><![CDATA[J.J Abrams]]></category>
		<category><![CDATA[John Cho]]></category>
		<category><![CDATA[Karl Urban]]></category>
		<category><![CDATA[Nazneen Contractor]]></category>
		<category><![CDATA[Noel Clarke]]></category>
		<category><![CDATA[Nolan North]]></category>
		<category><![CDATA[Peter Weller]]></category>
		<category><![CDATA[Roberto Orci]]></category>
		<category><![CDATA[Sci-Fi]]></category>
		<category><![CDATA[sekuel]]></category>
		<category><![CDATA[Simon Pegg]]></category>
		<category><![CDATA[Star Trek]]></category>
		<category><![CDATA[Zachary Quinto]]></category>
		<category><![CDATA[Zoe Saldana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://movienthusiast.com/?p=14111</guid>
		<description><![CDATA[John Harrison: &#8220;Darkness is coming.&#8221; Saya bukan fans Star Trek, tetapi buat para manusia-manusia yang terlahir di era 70 &#8211; 80&#8242;an dan mempunyai kotak &#8220;ajaib&#8221; bernama &#8220;televisi&#8221; sepertinya susah untuk tidak memperhatikan kehadirannya dalam serial yang panjang. Buat saya ini adalah salah satu franchise sci-fi membosankan dengan pesawat luar angkasa besar mewah yang dinahkodai kapten ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img alt="" src="http://movienthusiast.com/wp-content/uploads/2013/05/60201357235796-hh-31962c-630x444-e1368444704672.jpg" width="630" height="212" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>John Harrison: &#8220;Darkness is coming.&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Saya bukan fans <em>Star Trek</em>, tetapi buat para manusia-manusia yang terlahir di era 70 &#8211; 80&#8242;an dan mempunyai kotak &#8220;ajaib&#8221; bernama &#8220;televisi&#8221; sepertinya susah untuk tidak memperhatikan kehadirannya dalam serial yang panjang. Buat saya ini adalah salah satu <em>franchise</em> <em>sci-fi</em> membosankan dengan pesawat luar angkasa besar mewah yang dinahkodai kapten <em></em> dan <em>first officer</em> sekaligus teman separuh <em>alien </em>telinga lancipnya yang sama <em>boring</em>-nya termasuk juga beberapa adaptasinya ke versi layar lebar sampai yang terakhir 2002 lalu, <em>Nemesis</em>.  Tetapi tunggu dulu, itu adalah anggapan saya sebelum J.J. Abrams melakukan <em>reboot</em> berani 2009 lalu yang berujung pada sebuah penyegaran baru yang luar biasa plus jajaran <em>cast</em> sempurna: Kapten Kirk baru yang kurang ajar, sombong, <em>playboy</em> sekaligus tangguh serta rekan setianya, Mr. Spock yang terlihat seperti musah besar yang datang dari serial televisi <em>Heroes</em>.  Ya, harus diakui <em>Star Trek</em> generasi baru versi Abrams itu luar biasa; <em>set pieces</em> bagus, <em>cast</em> sempurna, spesial efek fantastis yang pada akhirnya tidak hanya berhasil meciptakan <em>box office</em> besar (Film terlaris ke-7 di tahun 2009) buat <em>Paramount</em> namun yang paling penting,  kemunculan banyak <em>trekkies</em> baru.</p>
<p style="text-align: justify;">Tentu saja kemudian bisa dipastikan ada sekuel paska kesuksesan <em>reboot</em> <em>Star Trek</em> empat tahun lalu. Kini di sekuelnya, <em>Into Darkness</em> batas taruhannya juga jelas sudah di naikan menjadi lebih besar buat Abrams untuk bisa melampaui atau setidaknya setara dengan pendahulunya. Rahasianya adalah membawa kembali tim suksesnya, termasuk para <em>cast </em>dengan mempertahankan  keintiman Kirk-Spock dan para awak USS Enterprise yang kini tampak lebih kompak, selain itu juga trio penulis naskahnya; sang <em>&#8216;sci-fi master&#8217;</em> Alex Kurtzman, Roberto Orci dan Damon Lindelof. Lalu ada kata <em>&#8220;Darkness&#8221;</em> di sub judulnya, tetapi tenang saja, sekuelnya ini tidak kemudian serta merta latah meniru <em>franchise</em> Batman Nolan yang terjebak dalam kegelapan. Jadi meskipun ancaman yang akan dihadapi para kru Enterprise kali ini jauh lebih besar dalam wujud teroris jahat beranama John Harrison, mantan agen hebat Starfleet yang diperankan Benedict &#8220;Holmes&#8221; Cumberbatch , <em>Into Darkness</em> tidak kemudian melupakan sebuah sajian <em>action-packed</em> spektakular seperti yang dilakukan predesesornya yang juga punya kualitas narasi sederhana namun berbobot tanpa harus berkelam-kelam ria.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://movienthusiast.com/wp-content/uploads/2013/05/v0wIy-630x419.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-14114" alt="v0wIy-630x419" src="http://movienthusiast.com/wp-content/uploads/2013/05/v0wIy-630x419.jpg" width="630" height="419" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa bermaksud membandingkan, <em>Into Darkness</em> itu seperti versi luar angkasa <em>Skyfall</em>. Dibuka dengan atraksi spektakuler di planet Nibiru yang melibatkan aksi kejar-kejaran antara Kirk, Bones (Karl Urban) dan para mahluk planet itu sampai ledakan besar gunung berapi yang berakhir emosional sebelum semua momen mendebarkan itu ditutup dengan judul besarnya. Lalu ini yang terjadi kemudian; Ancaman besar yang datang dari mantan agen Starfleet John Harrison, sampai-sampai membuat Kirk yang marah besar harus mengejarnya jauh ke tempat yang paling tidak diinginkan para manusia. Selanjutnya adalah kejutan demi kejutan yang kembali menguji pantas atau tidaknya Kirk menjadi kapten Enterprise, karena taruhannya bukan sekedar awak Enterprise namun juga Starfleet secara keseluruhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika sebelumnya kamu pernah menyaksikan salah satu <em>trailer</em>-nya, ada penampakan <em>USS Enterprise</em> terjatuh ke bumi secara mendebarkan, tetapi percayalah itu hanya sebagian kecil momen hebat yang akan kamu dapatkan di trailernya, karena ketika kamu menyaksikannya secara penuh kamu akan tahu ada lebih banyak lagi &#8216;ledakan-ledakan&#8217; dahyat yang melibatkan banyak hamburan adrenalin dan kurasan emosi yang diberikan Abrams kali ini tanpa harus terikat dengan film pertamanya. Ya, secara keseluruhan narasinya masih sama kuat dengan pendahulunya, mungkin tidak sepersonal terdahulu dan hanya kalah di bagian <em>ending</em> yang terlalu konvensional. Namun sisanya <em>Into Darkness</em> punya sisi-sisi lain yang lebih solid selain misalnya kekuatan hubungan Kirk-Spock yang diuji sejak awal film dan para awak utama Enterprise dari Bones, Hikaru Sulu (Jhon Cho), Uhura (Zoe Zaldana), Chekov (Anton Yelchin), Scotty (Simon Pegg) termasuk kru baru, Dr. Carol (Alice Eve)  yang kali ini semuanya mendapatkan porsi sama pentingnya. Semua keasikan itu masih dibungkus oleh spesial efek canggih yang tidak pernah terkesan berlebihan dengan segala unsur ilmiah Trek yang masih dipertahankan Abrams plus bonusnya; disyut dalam format raksasa IMAX untuk dapat memberikan sebuah kepuasan maksimal walaupun efek 3D-nya sendiri hanya benar-benar terasa di 10 menit pertama saja.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" alt="" src="http://filmspot.com.pt/images/media/2359.jpg" width="630" height="375" /></p>
<p style="text-align: justify;">Namun senjata utamanya kali ini ada pada diri Benedict Cumberbatch yang muncul sebagai <em>villain</em> utama dan juga menjadi kejutan terbesar yang selama ini mati-matian disembuyikan Abrams dan para krunya. Cumberbatch tampil luar biasa sebagai teroris yang mengacak-acak Starfleet jauh lebih berkharisma ketimbang karakter Nero yang dibawakan Eric Bana. Suara berat, tatapan tajam dan senyuman liciknya sukses memberi sebuah sensasi kejam layaknya sebuah musuh besar kekuatan fisikinya sama hebatnya dengan trik-trik manipulasi cerdas yang mempengaruhi pikiran sang Kapten. Sementara Starfleet sendiri juga menjadi pihak yang mencurigakan yang membuat Kirk dan kita sebagai penonton harus berpikir keras untuk mempercayai mana pihak yang benar-benar bisa dipercaya.</p>
<p style="text-align: justify;">So far, <em>Star Trek</em> <em>Into Darkness</em> adalah sajian <em>summer blockbuster</em> terbaik, bahkan lebih baik dari seri ketiga manusia besi dari Marvel yang muncul lebih dahulu. Ini adalah sebuah paket hiburan yang lengkap tidak peduli kamu adalah fans Star Trek atau tidak, pernah menonton reboot pertamanya atau 12 film sebelumnya plus serial televisinya atau tidak, karena J.J. Abramas memastikan kamu tidak akan ketinggalan apa-apa ketika memasuki dunia <em>Into Darkness</em> yang seru dan mengasyikan ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://movienthusiast.com/2013/05/review-star-trek-into-darkness-2013/"><img src="http://i.ytimg.com/vi/QAEkuVgt6Aw/0.jpg" alt="YouTube Video"></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://movienthusiast.com/2013/05/review-star-trek-into-darkness-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kecelakaan luar angkasa menimpa George Clooney dan Sandra Bullock lewat Trailer Gravity</title>
		<link>http://movienthusiast.com/2013/05/kecelakaan-luar-angkasa-menimpa-george-clooney-dan-sandra-bullock-lewat-trailer-gravity/</link>
		<comments>http://movienthusiast.com/2013/05/kecelakaan-luar-angkasa-menimpa-george-clooney-dan-sandra-bullock-lewat-trailer-gravity/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 05:49:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Pratama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Trailer]]></category>
		<category><![CDATA[George Clooney]]></category>
		<category><![CDATA[Gravity]]></category>
		<category><![CDATA[Sandra Bullock]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://movienthusiast.com/?p=14080</guid>
		<description><![CDATA[Dr. Ryan Stone (Sandra Bullock) adalah medical engineer brilian pada misi ulang-alik pertamanya dengan astronot veteran Matt Kowalsky (George Clooney). Tapi, kemudian terjadi bencana. Pesawat mereka hancur, membuat Stone dan Kowalski tertinggal tanpa apapun, kecuali berputar-putar dalam kegelapan. Keheningan yang semakin memekakkan telinga memperingatkan mereka bahwa mereka telah kehilangan kontak dengan Bumi dan setiap kesempatan ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Dr. Ryan Stone (Sandra Bullock) adalah medical engineer brilian pada misi ulang-alik pertamanya dengan astronot veteran Matt Kowalsky (George Clooney). Tapi, kemudian terjadi bencana. Pesawat mereka hancur, membuat Stone dan Kowalski tertinggal tanpa apapun, kecuali berputar-putar dalam kegelapan.</p>
<p>Keheningan yang semakin memekakkan telinga memperingatkan mereka bahwa mereka telah kehilangan kontak dengan Bumi dan setiap kesempatan untuk diselamatkan. Rasa takut berubah menjadi panik, setiap helaan napas menggerogoti oksigen yang tersisa semakin sedikit.</p>
<p>Disutradarai oleh Alfonso Cuaron dan Jonas Cuaron, Warner Bros Pictures akan merilis &#8216;Gravity&#8217; dalam 3D dan 2D pada 4 Oktober mendatang.<em id="__mceDel"><br />
</em></p>
<p><img class="aligncenter" alt="" src="http://collider.com/wp-content/uploads/gravity-poster-405x600.jpg" width="405" height="600" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://movienthusiast.com/2013/05/kecelakaan-luar-angkasa-menimpa-george-clooney-dan-sandra-bullock-lewat-trailer-gravity/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review &#8211; Hummingbird (2013)</title>
		<link>http://movienthusiast.com/2013/05/review-hummingbird-2013/</link>
		<comments>http://movienthusiast.com/2013/05/review-hummingbird-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 05:01:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hafilova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Slide]]></category>
		<category><![CDATA[2013]]></category>
		<category><![CDATA[Action]]></category>
		<category><![CDATA[Agata Buzek]]></category>
		<category><![CDATA[Drama]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Jason Statham]]></category>
		<category><![CDATA[Romance]]></category>
		<category><![CDATA[Steven Knight]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://movienthusiast.com/?p=14100</guid>
		<description><![CDATA[Seperti biasa, dengan melihat sekilas wajah narsis yang terpajang besar di posternya tentu saja kamu dengan mudahnya menganggap Hummingbird adalah film aksi tanpa otak ala Jason Statham yang lain, ya, tidak ada yang salah jika berpikir demikian ketika melihat apa yang sudah dilakukan Statham sedekade ini. Tetapi ada yang berbeda di sini. Meskipun masih menghadirkan ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" alt="" src="http://movienthusiast.com/wp-content/uploads/2013/05/hummingbird01-e1368161621224.jpg" width="630" height="212" /></p>
<p style="text-align: justify;">Seperti biasa, dengan melihat sekilas wajah <em>narsis</em> yang terpajang besar di posternya tentu saja kamu dengan mudahnya menganggap <em>Hummingbird</em> adalah film aksi tanpa otak ala Jason Statham yang lain, ya, tidak ada yang salah jika berpikir demikian ketika melihat apa yang sudah dilakukan Statham sedekade ini. Tetapi ada yang berbeda di sini. Meskipun masih menghadirkan tipikal film-film Statham; adu jotos dan elemen balas dendam kental, <em>Hummingbird</em> memancarkan lebih banyak kelembutan dibalik setiap premis keras dan wajah garang Statham yang disini didapuk menjadi Joseph ‘Joey’ Smith, buronan militer yang memilih hidup dalam pelarian menjadi gelandangan paska misi yang berujung insiden traumatis di Afghanistan. Dari sini narasinya sepintas terasa begitu kental aroma Statham-nya<em> </em>namun setelah itu, ketika memasuki lebih dalam lagi kita akan mengetahaui mengapa film yang memilik judul lain <em>Redemption</em> dan <em>Crazy Joe</em> ini menjadi sedikit berbeda, khususnya disaat kehadiran seorang Cristina (Agata Buzek), biarawati yang selama ini memberi dirinya dan juga para gelandangan lain makan malam setiap hari.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://movienthusiast.com/wp-content/uploads/2013/05/551560_176920899132201_2128890282_n.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-14103" alt="551560_176920899132201_2128890282_n" src="http://movienthusiast.com/wp-content/uploads/2013/05/551560_176920899132201_2128890282_n.jpg" width="620" height="413" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Selain tampang gahar Statham kamu akan menemukan tulisan ini di posternya, &#8220;<em>From The Creator of</em> <i>Dirty Pretty Things</i> and <i>Eastern Promises&#8221;. </i>Kreator yang dimaksud adalah Steven Knight, ia adalah satu-satunya orang yang patut kamu salahkan jika merasa bahwa <em>Hummingbird</em> tidak sesuai yang kamu harapakan. Ya, <em>Hummingbird</em> boleh saja tidak menawarkan kekerasan dan aksi dengan porsi sebanyak yang kamu inginkan dari sebuah film yang  dibintangi Statham meskipun premisnya sendiri sebenarnya sanga potensial dijadikan sebagai sebuah <em>brainless action</em>. Sebagai ganti porsi aksi yang minim, Knight akan memberikanmu sebuah drama dengan narasi yang lebih kompleks ketimbang sekedar baku hantam. Seperti yang sudah menjadi ciri khasnya kita akan menemukan banyak konflik-konflik tentang pencarian jati diri dari karkater-karakter utamanya yang berbeda kewarganegaraan dengan setting London plus elemen kriminalitas bawah tanah.</p>
<p style="text-align: justify;">Fokusnya tentu saja ada pada Statham, namun kali ini  menjadi sedikit berbeda ketika karakter kerasnya  dipasangkan dengan sosok yang sangat bertolak belakang; Seorang biarawati Polandia lembut dan baik hati yang dimainkan dengan sangat baik oleh Agata Buzek. Kombinasi karkater yang bak bumi dan langit ini kemudian saling mengisi satu sama lain menghasilkan sebuah transformasi karkater dengan kesamaan masa lalu traumatis yang meskipun tidak sepenuhnya berjalan terlalu mulus namun sudah lebih dari cukup untuk memberikan sebuah hubungan unik yang menarik.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://movienthusiast.com/2013/05/review-hummingbird-2013/"><img src="http://i.ytimg.com/vi/82XwtyTU_1k/0.jpg" alt="YouTube Video"></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://movienthusiast.com/2013/05/review-hummingbird-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review &#8211; Dark Skies (2013)</title>
		<link>http://movienthusiast.com/2013/05/review-dark-skies-2013/</link>
		<comments>http://movienthusiast.com/2013/05/review-dark-skies-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 May 2013 03:54:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hafilova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[2013]]></category>
		<category><![CDATA[alien]]></category>
		<category><![CDATA[Dakota Goyo]]></category>
		<category><![CDATA[Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Josh Hamilton]]></category>
		<category><![CDATA[Keri Russell]]></category>
		<category><![CDATA[Sci-Fi]]></category>
		<category><![CDATA[Scott Stewart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://movienthusiast.com/?p=14075</guid>
		<description><![CDATA[Home invasion thriiler + alien abduction + haunted house, ya, dengan kombinasi maut yang bisa kamu dapatkan dalam sebuah film horor-thriller seperti itu sulit untuk kemudian tidak melirik Dark Skies, tetapi coba lihat sejenak siapa yang duduk di kursi sutradara? Ada nama Scott Stewart sutradara sekaligus ahli spesial efek yang pernah menghadirkan kita bencana dalam ...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img alt="" src="http://movienthusiast.com/wp-content/uploads/2013/05/remote_image_7fd4187ec7-e1368065724536.jpg" width="630" height="212" /></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Home invasion thriiler + alien abduction + haunted house</em>, ya, dengan kombinasi maut yang bisa kamu dapatkan dalam sebuah film horor-thriller seperti itu sulit untuk kemudian tidak melirik <em>Dark Skies</em>, tetapi coba lihat sejenak siapa yang duduk di kursi sutradara? Ada nama Scott Stewart sutradara sekaligus ahli spesial efek yang pernah menghadirkan kita bencana dalam bentuk <em>Legion</em> dan <a title="Review – Priest (2011)" href="http://movienthusiast.com/2011/06/review-priest-2011/" target="_blank"><em>Priest</em></a>, dan di sini ia juga bertanggung jawab untuk menuliskan naskahnya, jadi apakah dengan <em>track record</em> Stewart yang tidak terlalu bagus itu kamu masih berharap banyak akan mendapatkan sebuah tontonan yang istimewa? Sayangnya untuk yang kesekian kalinya, jawabannya masih sama: &#8220;Tidak&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Premisnya familiar; keluarga kecil yang terdiri dari ayah (Josh Hamilton), ibu (Keri Russell mulai menyadari ada keanehan di rumah mereka. Dari makanan berserakan, prabotan berpindah secara ajaib, putra bungsu mereka mengaku kedatangan <em>Sandman</em> setiap malam sampai ratusan burung-burung yang melakukan <em>harakiri</em> dengan menghantamkan diri mereka ke rumah keluarga kecil itu.Ya, meskipun bukan cerita baru namun dengan jelas dengan mudah membuat kita penasaran. Ini seperti melihat <em>The X-Files</em> yang digabungkan dengan <em>Close Encounter of The Third Kind</em> plus sedikit elemen <em>Paranormal Activity</em> hanya saja yang terjadi di sini masih berada di bawah standart judul-judul tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" alt="" src="http://movienthusiast.com/wp-content/uploads/2013/05/dark-skies-trailer-e1368068227393.jpg" width="630" height="324" /></p>
<p style="text-align: justify;">Satu jam pertama <em>Dark Skies</em> begitu banyak menawarkan rentetan fenomena-fenomena ganjil yang secara langsung juga menghasilkan banyak pertanyaan. Mengusik rasa penasaran? Tentu saja, tetapi sebenarnya tidak perlu menjadi jenius untuk mengetahui apa yang terjadi di 97 menit durasinya. Yang menjadi masalah adalah bagaimana kemudian kita menunggu Stewart untuk memberikan jawaban. Dan apa yang terjadi di ujungnya adalah sebuah antiklimaks. Tidak ada sesuatu yang mengejutkan, semuanya persis seperti apa yang kita perkirakan sebelumnya dan hal ini diperparah dengan banyaknya <em>plot hole</em> menganggu yang sukses menghancurkan apa yang susah payah dibangun sejak awal film lalu saya belum menyebut beberapa <em>subplot</em> tidak penting kecuali berfungsi memperpanjang durasi dan ditutup oleh sebuah <em>twist</em> yang <em>garing</em></p>
<p><a href="http://movienthusiast.com/2013/05/review-dark-skies-2013/"><img src="http://i.ytimg.com/vi/K8iLp1xQtPQ/0.jpg" alt="YouTube Video"></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://movienthusiast.com/2013/05/review-dark-skies-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
