<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Movienthusiast</title>
	<atom:link href="http://movienthusiast.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://movienthusiast.com</link>
	<description>Blogging &#38; Discuss About Movies</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 May 2012 17:36:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Review &#8211; Rabies / Kalevet (2010)</title>
		<link>http://movienthusiast.com/2012/05/review-rabies-kalevet-2010/</link>
		<comments>http://movienthusiast.com/2012/05/review-rabies-kalevet-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 May 2012 17:34:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hafilova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Aharon Keshales]]></category>
		<category><![CDATA[Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Kalevet]]></category>
		<category><![CDATA[Navot Papushado]]></category>
		<category><![CDATA[Rabies. Israel]]></category>
		<category><![CDATA[slasher]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://movienthusiast.com/?p=12777</guid>
		<description><![CDATA[Tali: &#8221; Ofer, what have you done? What are you doing? He&#8217;s not him. &#8220; Sekelompok manusia malang yang tersesat, terjebak di hutan kemudian mengalami rangkaian kejadian mengerikan, familiar? Ya, mungkin anda sudah hafal kronologisnya, tapi untuk kasus ini saya &#8230;<p class="read-more"><a href="http://movienthusiast.com/2012/05/review-rabies-kalevet-2010/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://i401.photobucket.com/albums/pp92/Hafilova/kalevet_rabies_guy_raz-.jpg" alt="" width="620" height="212" /></p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Tali:</strong> &#8221; Ofer, what have you done? What are you doing? He&#8217;s not him. &#8220;</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Sekelompok manusia malang yang tersesat, terjebak di hutan kemudian mengalami rangkaian kejadian mengerikan, familiar? Ya, mungkin anda sudah hafal kronologisnya, tapi untuk kasus ini saya berani menjamin akan menjadi pengalaman berbeda, kecuali jika anda pernah bertemu<a title="Review – Tucker &amp; Dale vs Evil (2010)" href="http://movienthusiast.com/2011/05/review-tucker-dale-vs-evil-2010/" target="_blank"><em>Tucker and Dale vs Evil</em></a> yang &#8216;sinting&#8217; itu sebelumnya karena bisa jadi ini kurang lebih sama hanya saja ini seperti versi lebih seriusnya. Maka sambutlah <em>Rabies</em> a.k.a <em>Kalevet</em>, horor produksi Israel ini punya ide &#8216;gila&#8217; yang merupakan pengembangan liar dari formula slasher <em>&#8220;teror in the woods&#8221;</em> konvensional. <span id="more-12777"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Ya, saya suka bagaimana duet sutradara Aharon Keshales dan Navot Papushado seperti tahu benar memilih judulnya, <em>Rabies</em>. Akan ada segunung kegilaan  di sini, seperti virus mematikan yang bersumber dari hewan buas itu, ia tampak normal di awal, kemudian perlahan ketika setiap racunnya mulai merasuki pembuluh darah, ia akan menunjukan segala gejala kegilaannya, tapi sekali lagi ini tidak seperti yang anda kira, anda tidak akan pernah tahu apa yang terjadi sampai 30 menit kemudian dan BAMMM!! Rangkaian kekacauan  (dalam artian positif) berdarah-darah dan kejutan-kejutan luar biasa bermunculan di balik pohon-pohon tingginya. Tidak ada karakter yang benar-benar bersih di sini, hampir semuanya mendapatkan porsi seimbang dalam setiap momennya yang juga banyak diselipkan elemen komedi hitam . Siapa membunuh siapa, segala yang buruk bisa terjadi kepada siapa saja dan kapan saja, melalui setiap ketakutan terdalam diri manusia, setiap kesalahpahaman, kebodohan dan setiap kebetulan-kebetulan (<strong>baca:</strong> kesialan) yang terjadi pada masing-masing karakternya.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti judulnya, <em>Rabies</em> itu memang sebuah <em>slasher</em> menegangkan yang diisi dengan rentetan kegilaan yang sepertinya tidak akan berakhir. Suka atau tidak, film yang juga sempat tayang di ajang iNAFFF 2011 lalu ini memang sajian horor berbeda dan pintar dalam menyulam setiap karkater dan konfliknya, jelas berpotensi membuat anda mengeluarkan segala sumpah serapah ketika anda dipertemukan dengan setiap momen-momen penuh kejutan tak terduganya dan jagan lupa juga endingnya yang kocak, woops!</p>
<p><strong class="rating">Rating:</strong>&nbsp;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&frac34;&#9734;&#9734;&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://movienthusiast.com/2012/05/review-rabies-kalevet-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review &#8211; 2 Coelhos / Two Rabbits  (2012)</title>
		<link>http://movienthusiast.com/2012/05/review-2-coelhos-two-rabbits-2012/</link>
		<comments>http://movienthusiast.com/2012/05/review-2-coelhos-two-rabbits-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2012 09:50:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hafilova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[2 Coelhos]]></category>
		<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[Action]]></category>
		<category><![CDATA[action thriller]]></category>
		<category><![CDATA[Afonso Poyart]]></category>
		<category><![CDATA[aksi]]></category>
		<category><![CDATA[Brasil]]></category>
		<category><![CDATA[Two Rabbits]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://movienthusiast.com/?p=12759</guid>
		<description><![CDATA[Edgar: &#8221; Sometimes we need stand away from the paper to understand the whole sketch with more clarity&#8221; Ah, Jujur, tidak terlalu banyak film produksi Brasil yang pernah saya tonton, dan dari sedikit jumlah itu bisa jadi 2 Coelhos adalah &#8230;<p class="read-more"><a href="http://movienthusiast.com/2012/05/review-2-coelhos-two-rabbits-2012/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" src="http://i401.photobucket.com/albums/pp92/Hafilova/timthumbphp-2.jpg" alt="" width="620" height="212" /></p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Edgar:</strong> &#8221; Sometimes we need stand away from the paper to understand the whole sketch with more clarity&#8221;</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Ah, Jujur, tidak terlalu banyak film produksi Brasil yang pernah saya tonton, dan dari sedikit jumlah itu bisa jadi <em>2 Coelhos</em> adalah salah satu sajian yang berbeda dan mungkin yang terbaik jika anda mencari sebuah tontonan aksi yang cerdas, inovatif dan juga ambisius. Hmmm&#8230;..bagaimana saya memberi gambaran singkat untuk <em>2 Coelho</em>s a.k.a <em>Two Rabbits</em>? Begini, bayangkan campuran luar biasa antara <em>Lock, Stock and Two Smoking Barrels</em>-nya Guy Ritche, <em>Memento</em>-nya Chris Nolan, <em>Pulp Fiction</em>-nya Quentin Tarantino dan <em>City of God</em>-nya Fernando Meirelles, ya, mungkin saya sedikit berlebihan tapi mungkin juga tidak dalam menggambarkan debut Afonso Poyart, yang pasti ini adalah film aksi yang tidak biasa anda temui sehari-hari, apalagi untuk ukuran Brasil.<span id="more-12759"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dari awal anda akan langsung menemukan bahwa <em>2 Coelhos</em> memang sedikit &#8216;nyeleneh&#8217;. Di buka dengan adegan mengejutkan bersama lantunan <em>Kings And Queens</em> dari <em>30 Seconds to Mars</em>, Poyart kemudian memperkenalkan karkater utama kita,  Edgar (Fernando Alves Pinto), pria 30 an tanpa tujuan hidup yang jelas. Dari sini  cerita mulai bergerak liar dan keras seperti kebanyakan film &#8216;jalanan&#8217; Brasil lainnya yang dipenuhi korupsi dan kejahatan. Edgar, melalui narasi yang disuarakannya kemudian memperkenalkan satu per satu karkarter lain, mulai dari Julia (Alessandra Negrini), Jaksa wilayah cantik sampai si jahanam  Maicon (Marat Descartes). Ya, Liar di sini bukan hanya kegilaan presentasinya yang banyak menghadirkan banyak efek-efek keren seperti <em>slowmotion</em>, sudut-sudut kemera tidak lazim dan editing rumit, anda juga tidak akan benar-benar tahu apa yang sesungguhnya terjadi sampai film benar-benar berakhir nanti.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" src="http://i401.photobucket.com/albums/pp92/Hafilova/103348_003_g.jpg" alt="" width="620" height="269" /></p>
<p style="text-align: justify;">Ini seperti sebuah skema besar yang di penuhi banyak karakter, <em>pop culture</em>, <em>soundtrack-soundtrack</em> keren dan juga<em> puzzle-puzzle</em> berserakan bernama non-lienar dengan segala <em>twist</em> dan belokan-belokan tajamnya di sepanjang 108 menit. Tidak perlu heran jika anda merasa seperti orang bodoh yang tersesat di keramaian karena memang itu tujuan Poyart, membuat anda bingung di tengah ledakan-ledakan, desingan peluru dan petunjuk-petunjuk palsunya, tapi tenang saja, ini sebenarnya juga bukan film memusingkan yang tidak jelas, yang dibutuhkan hanya duduk tenang, tahan pertanyaan-pertanyaan yang ada di benak anda, biarkan Poyart dengan segala &#8216;kegilaan&#8217; berceritanya menyeret anda, karena begitu selesai, BOOMM! Anda akan tahu semua rahasia besarnya. Ya, mungkin <em>twist</em>nya terlihat terlalu sempurna, tapi saya tidak peduli itu, karena saya suka dikejutkan dengan cara &#8216;cantik&#8217; seperti ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Ledakan, peluru berhamburanm gangster, kejar-kejaran, <em>slowmotion</em>, brutal semua elemen yang dibutuhkan dalam sebuah film aksi ada di disini, tapi <em>2 Coelhos</em> bukan hanya soal itu, Ia juga punya <em>plot</em> cerdas dan kejutan-kejutan tak terduga yang sama bagusnya dengan bagaimana Poyart membungkus narasinya bersama presentasi tidak biasanya yang unik dan keren. Yap, ini adalah sebuah pengalaman berbeda menikmati sebuah <em>action movie</em>.</p>
<p><strong class="rating">Rating:</strong>&nbsp;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9734;&#9734;&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://movienthusiast.com/2012/05/review-2-coelhos-two-rabbits-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review &#8211; Dark Shadows (2012)</title>
		<link>http://movienthusiast.com/2012/05/review-dark-shadows-2012/</link>
		<comments>http://movienthusiast.com/2012/05/review-dark-shadows-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 06:25:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hafilova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[based on tv series]]></category>
		<category><![CDATA[Chloë Grace Moretz]]></category>
		<category><![CDATA[Dark Shadows]]></category>
		<category><![CDATA[Eva Green]]></category>
		<category><![CDATA[Helena Bonham Carter]]></category>
		<category><![CDATA[Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Jackie Earle Haley]]></category>
		<category><![CDATA[Jhonny Depp]]></category>
		<category><![CDATA[komedi]]></category>
		<category><![CDATA[Michelle Pfeiffer]]></category>
		<category><![CDATA[suprantural]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Burton]]></category>
		<category><![CDATA[vampir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://movienthusiast.com/?p=12736</guid>
		<description><![CDATA[Barnabas Collins: &#8221; My name is Barnabas Collins. Two centuries ago, I made Collinwood my home&#8230; until a jealous witch cursed me, condemning me to the shadows, for all time &#8220; Delapan kali bersama Johnny Depp, tujuh kali dengan istrinya, &#8230;<p class="read-more"><a href="http://movienthusiast.com/2012/05/review-dark-shadows-2012/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://i401.photobucket.com/albums/pp92/Hafilova/680px_dc75730c9e35f8d95d8a109df5911f1c047f0c2a.jpg" alt="" width="620" height="212" /><strong></strong></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Barnabas Collins</strong>: &#8221; My name is Barnabas Collins. Two centuries ago, I made Collinwood my home&#8230; until a jealous witch cursed me, condemning me to the shadows, for all time &#8220;</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Delapan kali bersama Johnny Depp, tujuh kali dengan istrinya, Helena Bonham Carter, enam kali bersama Richard D Zanuk sang produser, lima kali dengan Christopher Lee dan dua kali bersama Michelle Pfeiffer, ya,<em> ini</em> seperti sebuah pesta reuni kecil-kecilan buat Tim Burton, dan saya masih belum menyebutkan &#8216;undangan&#8217; lainnya macam Jackie Earle Haley, Eva Green dan Chloë Grace Moretz yang turut hadir memeriahkan <em>Dark Shadows</em>, <em>black comedy</em> suprantural terbaru Burton yang diadaptasi dari opera sabun berjudul sama yang sempat populer pada era &#8217;60/&#8217;70an lalu. <span id="more-12736"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Di sini Depp kembali memerankan karakter esentrik dan memutihkan wajahnya dengan <em>make-up</em> tebal sebagai Barnabas Collins, anak dari penjual ikan kaya raya berponi mengelikan dari abad 18 yang dikubur hidup-hidup setelah sebelumnya dikutuk menjadi vampir oleh pelayannya sendiri, Angelique Bouchard (Eva Green) yang juga seorang penyihir jahat hanya karena menolak cintanya. Tanpa sengaja Barnabas terbangun dua ratus tahun kemudian dan menemukan bahwa dunia sudah berubah. <em>Collinwood’s Manor</em> kini hanya diisi oleh sisa-sisa keluarganya. Elizabeth Collins (Michelle Pfeiffer), putrinya, Carolyn Stoddard (Chloë  Grace Moretz), kakak laki-laki Elizabeth, Roger Collins (Johnny Lee Miller) dengan putra 10 tahunnya David (Gulliver McGrath) beserta dua pelayan Willie Loomis (Jackie Earle Haley) dan Mrs Johnson (Ray Shirley) serta dokter keluarga,  Julia Hoffman (Helena Bonham Carter). Tentu saja Barnabas belum bisa hidup tenang karena Angelique masih hidup dan menguasai bisnis pengalengan ikan yang membuat keluarganya nyaris bangkrut. Tugasnya sekarang mencoba melepaskan kutukan Angelique dan menyelamatkan keluarganya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak seperti <a title="Review – Alice in Wonderland (2010)" href="http://movienthusiast.com/2010/07/review-alice-in-wonderland-2010/" target="_blank"><em>Alice in Wonderland</em></a> yang nampak terlalu &#8216;ceria&#8217; itu, kini bersama Dark Shadows-nya Burton benar-benar kembali ke akarnya, sebuah sajian gothic gelap dengan set, kostum dan karkater-karkater <em>nyentrik</em> serta tidak ketinggalan elemen komedi hitam kentalnya termasuk sedikit elemen Twilight di dalamnya. Jadi jangan tertipu dengan pembukaannya yang terlihat serius dan meyeramkan itu, <em>Dark Shadows</em> sebenarnya sederhana, jika anda melepaskan segala atribut &#8220;<em>Adam&#8217;s Family&#8221;</em>, vampir, hantu, penyihir dan segala tetek bengek supranaturalnya, ini hanya kisah tentang keluarga kaya disfungsional yang berada di ambang kehancuran karena kalah dalam persaingan bisnis, ya, hanya itu, tapi sekali lagi dengan Burton di dalamnya, <em>Dark Shadows</em> jelas akan &#8216;menyimpang&#8217; baik untuk genre vampir sendiri maupun drama keluarga.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" src="http://i401.photobucket.com/albums/pp92/Hafilova/dstf-0047_10.jpg" alt="" width="620" height="290" /></p>
<p style="text-align: justify;">Seperti yang sudah disebutkan diatas, <em>Dark Shadows</em> punya kualitas set luar biasa. Seperti biasa, Burton tahu betul bagaimana menghadirkan nuasa gothic klasik yang indah dengan bantuan sinematografer handal, <em>Bruno Delbonnel</em>. Dari gelapnya kota pelabuhan<em> Collinsport</em> abad 17 lengkap dengan interior, ukiran-ukiran, bingkai-bingkai foto dan lampu gantung besar <em>Collinwood’s Manor</em> yang creepy itu, kemudian terbang dua ratus tahun ke era &#8217;70an dengan segala atribut-atributnya, mulai dari jalan-jalan yang dilewati mobil Mustang dan Plymouth, hippies, dandanan mengerikan Helena Bonham Carter sampai deretan tembang-tembang lawas yang seakan-akan ingin memberikan penghormatan kepada versi aslinya tanpa harus kehilangan cita rasa khas Burton.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" src="http://i401.photobucket.com/albums/pp92/Hafilova/Dark_Shadows_020.jpg" alt="" width="620" height="289" /></p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi di balik kemegahan setnya dan premis vampir klasik-modernnya yang menarik, harus diakui <em>Dark Shadows</em> sedikit melempen pada penyajian narasinya. Ya, efeknya sama seperti <em>Alice</em>, sama-sama menjemukan dengan alur yang naik turun tidak konsisten, ia juga terasa bergerak terlalu lama untuk ukuran film yang berdurasi 113 menit. Unsur komedi hitamnya plus tema tentang vampir &#8216;jet lag&#8217; bekerja cukup baik walaupun hanya sebatas membuat saya tersenyum. Panggungnya boleh diisi nama-nama beken, namun sayang tampaknya Depp dan Green saja yang mendominasi, sisanya, seperti Pfeiffer, Haley dan Moretz tampak seperti karkater minor yang tujuannya hanya melengkapi keluarga Collins yang disfungsional.</p>
<p style="text-align: justify;">Sama-sama menampilkan Jhonny Depp dengan wajah super pucat dan rambut aneh, tapi ini bukan<em> Edward</em> Scisso<em>rhands</em> yang keren itu. <em>Dark Shadows</em> tidak lebih hanya dongeng gelap Burton lainnya yang kurang cemerlang macam <em>Alice in Wonderland</em> dengan segala kualitas teknis visual dan artistik luar bisanya tapi membosankan disaat ia bercerita. Bagian menyenangkannya mungkin adalah melihat Eva Green dengan rambut blonde dan lipstik merahnya yang tampil &#8216;ganas&#8217; sebagai penyihir jahat.</p>
<p><strong class="rating">Rating:</strong>&nbsp;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9734;&#9734;&#9734;&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://movienthusiast.com/2012/05/review-dark-shadows-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review &#8211; Urban Explorer (2011)</title>
		<link>http://movienthusiast.com/2012/05/review-urban-explorer-2011/</link>
		<comments>http://movienthusiast.com/2012/05/review-urban-explorer-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 12:06:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hafilova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[2011]]></category>
		<category><![CDATA[Andy Fetscher]]></category>
		<category><![CDATA[Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[Screamfest Horror Film Festival]]></category>
		<category><![CDATA[slasher]]></category>
		<category><![CDATA[torture porn]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Explorer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://movienthusiast.com/?p=12718</guid>
		<description><![CDATA[&#8221; Explore The Dark Site of Berlin &#8220; Urban Explorer atau Urbex itu bisa diartikan sebagai perjalanan wisata ke tempat-tempat yang tidak biasa dikunjungi (baca: Ilegal) dalam sebuah kota, seperti yang sedang dilakukan empat orang remaja beda negara ini dalam &#8230;<p class="read-more"><a href="http://movienthusiast.com/2012/05/review-urban-explorer-2011/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" src="http://i401.photobucket.com/albums/pp92/Hafilova/5-2.jpg" alt="" width="620" height="212" /></p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><em>&#8221; Explore The Dark Site of Berlin</em> &#8220;</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Urban Explorer</em> atau <em>Urbex</em> itu bisa diartikan sebagai perjalanan wisata ke tempat-tempat yang tidak biasa dikunjungi (<strong>baca:</strong> Ilegal) dalam sebuah kota, seperti yang sedang dilakukan empat orang remaja beda negara ini dalam liburan mereka di Berlin, Jerman. Tentu saja ini bukan tur wisata biasa, tidak ada orang yang cukup sinting mau menyusuri bagian tergelap kota Berlin, dalam kasus ini adalah lorong-lorong pembuangan air bawah tanah terbengkalai bak labirin rumit yang beberapa diantaranya diyakini adalah <em>Fahrerbunker</em>, bunker tempat persembunyian Hitler dan <em>Thrid Reich</em> Nazi-nya dalam melakukan ekperimen-eksperimen gila.<span id="more-12718"></span> Tetapi itu sudah sangat lama, sekitar 40 dekade lebih, pastinya cerita-cerita tentang ilmuwan-ilmuwan gila penghuni lorong hanya sekedara sebuah cerita omong kosong belaka, hmmm&#8230;.atau juga mungkin tidak. Yang pasti, ke empat manusia-manusia bodoh ini tidak sendiri di dalam sana.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya menyukai satu jam pertama <em>Urban Explorer</em>, melihat bagaimana Andy Fetscher membawa kita bersama turis-turis nekat itu menjelajahi terowongan bawah tanah Berlin yang kotor dan gelap, merasakan sensasi <em>claustrophobic</em>, melihat mural-mural terlarang peninggalan Nazi di tembok-tembok kusamnya dan juga mendengar cerita-cerita mengerikan tentang keberadaan proyek rahasia Hitler dari mulut pemandu wisatanya.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" src="http://i401.photobucket.com/albums/pp92/Hafilova/02_jpg_800x600_q93.jpg" alt="" width="620" height="290" /></p>
<p style="text-align: justify;">Ya, secara teknis <em>Ubex</em> sama sekali tidak buruk, Fetscher terlihat sangat fasih menghadirkan visual-visual menyeramkan lorong-lorong sempit itu dengan baik termasuk bagaimana ia membalutnya dengan <em>scoring eerie</em> di sepajang film. Tapi setelah kurang lebih satu jam berputar-putar, <em>Ubex</em> mulai menunjukan wajah aslinya. Di awali dengan kehadiran Armin (Klaus Stiglmeier), kita tahu dari wajahnya saja pria tua ini bukan orang baik-baik, dan benar, pesta pun akhirnya dimulai setelah kedatangannya. <em>Ubex</em> kemudian bertransformasi menjadi sebuah <em>torture porn slasher</em> konvesional lengkap dengan adegan kucing-kucingan, penyiksaan sadis dan darah di mana-mana, ya, konvensional karena jujur ia sama sekali tidak menawarkan sesuatu yang baru. Bagi yang sudah makan asam garam dengan genre satu ini dipastikan dengan mudah menebak kemana, kapan dan bagaimana ia bergerak serta berakhir, termasuk setiap &#8216;kebodohan-kebodohan&#8217; dari sebuah film horor.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau mau jujur, tidak ada yang bisa diandalkan dari narasinya, tampil baik di satu jam pertamanya, <em>Ubex</em> menderita banyak lubang diparuh keduanya. Rentetan<em> plot hole</em> dan kurang &#8216;garangnya&#8217; porsi torture-nya menjadikan alasan kenapa film pemenang di ajang <em>Screamfest Horror Film Festival</em> 2011 lalu ini terasa &#8216;lembek&#8217;. Untung saja ia masih punya Klaus Stiglmeier yang tampil &#8216;sangar&#8217; sebagai eks tentara penjaga perbatasan Jerman barat dan timur yang doyan makan daging manusia itu.</p>
<p><strong class="rating">Rating:</strong>&nbsp;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9734;&#9734;&#9734;&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://movienthusiast.com/2012/05/review-urban-explorer-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Celebrating 2 Years of Movie Blogging</title>
		<link>http://movienthusiast.com/2012/05/celebrating-2-years-of-movie-blogging/</link>
		<comments>http://movienthusiast.com/2012/05/celebrating-2-years-of-movie-blogging/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 17:35:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>movienthusiast</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://movienthusiast.com/?p=12584</guid>
		<description><![CDATA[Happy Birthday Movienthusiast.com!   Inilah sebuah blog kami yang sederhana, tempat mencurahkan semangat dan hobi kami menonton film dan menulis ulasannya. Setelah dua tahun, kini adalah waktunya kami untuk membuat sedikit perubahan kedepannya, dan di usia yang masih seumur jagung &#8230;<p class="read-more"><a href="http://movienthusiast.com/2012/05/celebrating-2-years-of-movie-blogging/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://movienthusiast.com/wp-content/uploads/2012/05/me1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-12684" title="me" src="http://movienthusiast.com/wp-content/uploads/2012/05/me1.jpg" alt="" width="620" height="212" /></a></p>
<blockquote><address style="text-align: center;">Happy Birthday Movienthusiast.com!  </address>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Inilah sebuah blog kami yang sederhana, tempat mencurahkan semangat dan hobi kami menonton film dan menulis ulasannya. Setelah dua tahun, kini adalah waktunya kami untuk membuat sedikit perubahan kedepannya, dan di usia yang masih seumur jagung ini akan <em>Movienthusiast</em> mencoba mulai berbenah dengan merencanakan sesuatu yang lebih baru, mulai dari tampilan baru, penambahan kolom news, foto &amp; video agar lebih update dan variatif. Semangat 2 tahun ini kami persembahkan buat para pembaca yang sudah sangat antusias mengikuti blog kami selama dua tahun ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-12584"></span></p>
<p style="text-align: center;">Salam</p>
<p style="text-align: center;"><em><a href="http://twitter/calengklik">Calengklik</a> &amp; <a href="http://twitter.com/hafilova">Hafilova</a></em></p>
<h3>Apa kata mereka tentang <em><strong>Movienthusiast:</strong></em></h3>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Lei<img class="alignleft" style="margin: 5px;" src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/41526_733556451_3075189_n.jpg" alt="" width="91" height="97" />la Safira</strong>, Editor in Chief  Cleo Magazine Indonesia, Produser dan penulis naskah &#8220;Effect&#8221; FISFIC vol.1 , Kontributor Movienthusiast.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8221; Happy anniversary to Movienthusiast, saya bangga bisa jadi bagian ME, movie blog yang paling lengkap, komprehensif yang paling penting passionate dari movie blog lokal yang ada sekarang. You can tell it&#8217;s made &amp; written by movie lovers. ME FTW!</em></p>
<p style="text-align: center;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p class="js-tweet-text" style="text-align: justify;"><img class="alignleft" style="margin: 5px;" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/59818_1395168035323_1115858243_30997637_1974119_a.jpg" alt="" width="91" height="97" /> <strong>Soeby</strong>,  Owner of <a href="http://curhatsinema.blogspot.com/" target="_blank">&#8221; Curhat Cinema</a> &#8220;.</p>
<p class="js-tweet-text" style="text-align: justify;"><em>&#8221; Ini laman sering banget aku hampiri karena lay outnya bersahabat dan isinya yang up to date. Bahasan filmnya gak basa &#8211; basi, singkat dan padat. Meski kadang kurang setuju, namun justru menggiring kita untuk melihat lewat perspektif yang lain. Kedepannya, smg lebih banyak reviu2 film non Hollywood &amp; juga Film Indonesia. Tetap semangat miiiih. SUKSES SELALU buat MOVIENTHUSIAST &#8220;</em></p>
<p style="text-align: center;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p class="js-tweet-text" style="text-align: justify;"><img class="alignleft" style="margin: 5px;" src="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/431415_2894306161344_1371010841_32654504_176089426_n.jpg" alt="" width="91" height="97" /> <strong>Haris Pasaribu</strong>,  Owner of <a href="http://sayaceritafilm.wordpress.com/" target="_blank">&#8221; Saya Cerita Film &#8220;</a></p>
<p class="js-tweet-text" style="text-align: justify;"><em>&#8221; movienthusiast itu kumplit! Engga cuma review-review film paten, yang dijamin ke up-to-date-an-nya, tapi juga about film yang membuka wawasan&#8221;</em></p>
<p class="js-tweet-text" style="text-align: center;"><em>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
</em></p>
<p><img class="alignleft" style="margin: 5px;" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/40157_1535858234808_1185408670_31296794_3079535_n.jpg" alt="" width="91" height="97" /></p>
<p><strong>Taufiqur Rizal</strong>, Owner of<a href="http://cinetariz.blogspot.com/" target="_blank"> &#8221; Cinetariz &#8220;</a>.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8221; Ini nih salah satu blog film yang jadi inspirasi saya. Rajin banget update, kayaknya setiap hari selalu muncul postingan baru&#8230;dan sekalipun jumlah review yang nongol nyaris tidak terkontrol, kualitas tulisannya tetap jempolan. Belum lagi jika menyebut prestasinya..salut banget dah pokoknya. Baru berusia 2 tahun, tapi Movienthusiast sudah berasa seperti blog film senior. Selamat hari jadi yang ke-2, Movienthusiast. Semoga makin jaya dan tetap update memasuki usia ke-3. Dukung selalu film berkualitas! &#8220;</em></p>
<p style="text-align: center;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p><img class="alignleft" style="margin: 5px;" src="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/45210_428251434124_606099124_4960999_7682455_n.jpg" alt="" width="91" height="97" /></p>
<p><strong> Ferry Andoni Agustan, </strong>screen writer, filmaker, owner of <a href="cinemaque.blogspot.com/" target="_blank">Cinemaque</a>.<strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8221; Gue sih jujur selalu baca review-review Movienthusiast. Salah satu blog film yg selalu gue buka dan baca karena selalu update &#8221; </em></p>
<p style="text-align: center;"> &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p class="js-tweet-text" style="text-align: justify;"><img class="alignleft" style="margin: 5px;" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/185503_10150278783473985_582243984_7694397_3070861_n.jpg" alt="" width="91" height="97" /> <strong>Witra Asliga</strong>, enterprenaur, Owner of &#8221; <a href="http://databasefilm.blogspot.com/" target="_blank">Database Film Bioskop Indonesia</a> &#8220;, calon filmaker.</p>
<p class="js-tweet-text" style="text-align: justify;"><em>&#8221; Movienthusiast itu update dan komplit! Serasa baca majalah film online dgn indeks kreatif dan layout yg eye-catchy. Keep bringin it up, guys &#8220;</em></p>
<p style="text-align: center;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p><img class="alignleft" style="margin: 5px;" src="https://si0.twimg.com/profile_images/2164338860/bee3.jpg" alt="" width="91" height="97" /></p>
<p><strong>Adi Abbas Nugroho</strong>, jurnalis muda, Owner of &#8221; <a href="http://ngomongin-film-indonesia.blogspot.com/" target="_blank">Ngomongin Film Indonesia</a> &#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8221; </em><em>Happy born day for 2nd to movienthusiast com. tetep semangat update review film dan kasih feature-feature keren. semoga situs ini tetap bertahan dan semakin oke dari hari ke hari&#8221;</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
</em></p>
<p><img class="alignleft" style="margin: 5px;" src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/369689_1219246587_1667931330_n.jpg" alt="" width="91" height="97" /></p>
<p><strong>Daniel Irawan</strong>, Dermatologist, Jurnalis, Indie Filmaker,  Owner of &#8220;<a href="http://danieldokter.wordpress.com/" target="_blank">Dan at The Movies</a>&#8220;.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8221; Aint nothing like a movieblog with over 700 movie reviews and comes as informatively solid for your reference. Hary, Galih and the contributors : Leila &amp; Irene has shown their real enthusiast to movies. This blog really deserved their ranks, stats and awards! Keep on, guys!&#8221;</em></p>
<p style="text-align: center;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p><img class="alignleft" style="margin: 5px;" src="http://i136.photobucket.com/albums/q186/frizzz31/welcometomyblog3.jpg" alt="" width="91" height="97" /></p>
<p><strong>M Fariz</strong>, Owner of &#8220;<a href="http://vampibots.blogspot.com/" target="_blank">Vampibots</a>&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8221; Happy birthday Movienthusiast! Sukses terus bikin review yg selalu update! One of the best movie blogs in Indo! &#8220;</em></p>
<p style="text-align: center;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p><img class="alignleft" style="margin: 5px;" src="http://movienthusiast.com/wp-content/uploads/2012/05/Untitled.jpg" alt="" width="91" height="97" /></p>
<p><strong>Adi Nugroho</strong>, moviefreak, penulis naskah Kuldesak, Jelangkung dan Ruang.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8221; Sesuai namanya, menyebarkan antusiasme menonton secepat dan sesering mungkin pada film, baik yang mainstream atau tidak. Review-reviewnya selalu paling kini. Dan fitur &#8216;lists&#8217;nya pun menambah wawasan. Happy birthday and keep rocking&#8217; with the movies&#8221;</em></p>
<p style="text-align: center;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p><img class="alignleft" style="margin: 5px;" src="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/20035_233361388954_826983954_3039510_3894333_n.jpg" alt="" width="91" height="97" /></p>
<p><strong>Kartowidjojo</strong>, Pecinta film, Indie Filmaker, owner of <a href="kartowidjojo.blogspot.com/" target="_blank">&#8220;Kartowidjojo&#8221;</a></p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8221; Ngga macem-macem, cuma nonton lalu nge-review. Tulus, jujur dan salah satu yang terbaik!&#8221; </em></p>
<p style="text-align: center;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<div class="dm-message"></div>
<p>&nbsp;</p>
<h2></h2>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2></h2>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://movienthusiast.com/2012/05/celebrating-2-years-of-movie-blogging/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review &#8211; Safe (2012)</title>
		<link>http://movienthusiast.com/2012/05/review-safe-2012/</link>
		<comments>http://movienthusiast.com/2012/05/review-safe-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 May 2012 04:04:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hafilova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[Action]]></category>
		<category><![CDATA[aksi]]></category>
		<category><![CDATA[Boaz Yakin]]></category>
		<category><![CDATA[Jason Statham]]></category>
		<category><![CDATA[Safe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://movienthusiast.com/?p=12651</guid>
		<description><![CDATA[Luke Wright: &#8221; What the hell did you do, kid? &#8220; Untuk kedua kalinya Statham kembali berurusan dengan perempuan Cina, tapi kali ini bukan dalam misi menyelamatkan si cantik Shu Qi. melainkan seorang bocah perempuan kecil 11 tahun, Mei (Catherine &#8230;<p class="read-more"><a href="http://movienthusiast.com/2012/05/review-safe-2012/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://i401.photobucket.com/albums/pp92/Hafilova/jason-statham-stars-as-luke-wright-and-catherine-chan-stars-as-mei-in-safe-2012.jpg" alt="" width="620" height="212" /></p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Luke Wright</strong>: &#8221; What the hell did you do, kid? &#8220;</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Untuk kedua kalinya Statham kembali berurusan dengan perempuan Cina, tapi kali ini bukan dalam misi menyelamatkan si cantik Shu Qi. melainkan seorang bocah perempuan kecil 11 tahun, Mei (Catherine Chan) yang sedang dikejar-kejar dua geng kriminal paling jahat di New York karena menyimpan rahasia penting. Statham sendiri bukan tanpa masalah, ia adalah Luke Wright, mantan polisi yang hidupnya berantakan setelah membuat salah satu geng itu marah.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-12651"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Melihat poster di mana Statham dan seorang bocah perempuan berdiri ketakutan di belakangnya, hmmm&#8230;apakah ini akan menjadi <em>Leon: The Professiona</em>l versi Statham,? Ah, mendekatipun saja ternyata tidak, <em>Safe</em> seperti kebanyakan film Statham lainnya, <em>a brainless action flick</em>, keras dan cepat dengan kualitas cerita &#8216;lembek&#8217; ala film-film aksi kelas dua yang dipenuhi dengan banyak gengster dan polisi-polisi korup yang saling membunuh satu sama lain. Tapi sekali lagi ini film seorang Jason Statham, seperti fenomena Jean Claude Van Damme dulu, ia selalu sukses mengiring banyak penonton (termasuk saya) memenuhi bangku bioskop untuk sekedar menyaksikannya wajah garang dan suara beratnya di saat menghantam lawan-lawannya tanpa ampun, tidak menjadi soal sebodoh apapun kualitas naskahnya. Tapi sayang belakangan filmnya mulai sedikit menurun termasuk untuk porsi laganya yang sudah tidak lagi segarang ketika ia menjadi supir di trilogi <em>Transporter</em> atau si <em>&#8220;adrenalin junkie&#8221;</em>, Chev Chelios di dwilogi <em>Crank</em> (FYI saya tidak suka seri keduanya).</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" src="http://a69.g.akamai.net/n/69/10688/v1/img5.allocine.fr/acmedia/medias/nmedia/18/89/49/63/20050590.jpg" alt="" width="625" height="275" /></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Safe</em> sebenarnya diawali dengan baik, sutradara <em>Remember The Titans</em>, Boaz Yakin meyajikan dua cerita berbeda yang tampaknya tidak saling berhubungan dengan sedikit <em>flash back</em>. Cerita pertama tentang si bocah super jenius Mei yang dipaksa untuk bekerja sebagai &#8216;akuntan&#8217; mafia Cina. Sementara di tempat lain ada Luke Wright yang baru saja membuat kesalahan terbesar dalam hidupnya. Tentu saja kedua cerita tersebut akan bertemu nanti, sayang bukan pertemuan yang berkesan. Dari sini<em> Safe</em> langsung berlari cepat, ada banyak muntahan peluru dan kejar-kejaran dengan kamera yang bergerak liar, tapi seperti yang sudah saya sebutkan ia tidak pernah mencapai &#8220;titik didih&#8221; yang benar-benar menghibur, tidak peduli seberapa keras Yakin mencobanya, padahal jika saja ia mau, Yakin mungkin bisa mengekspos lebih dalam lagi hubungan Mei dan Luke, sayang hal itu tidak dilakukannya karena Yakin lebih banyak bermain dengan aksinya, dan apa yang terjadi kemudian, film berakhir  tanpa sebuah klimaks yang kuat.</p>
<p style="text-align: justify;">Polisi korup, uang kotor, gengster, baku hantam, peluru di mana mana dan kejar-kejaran dengan kualitas cerita apa adanya, <em>Safe</em> seperti kebanyakan film Statham lainnya, yang memang didesain cepat untuk sekedar menjadi suguhan murni hiburan buat penontonnya, sayang tidak bekerja terlalu baik, bahkan untuk sekedar menikmati porsi aksi tanpa otaknya yang tak pernah bisa mencapai kadar maksimunya.</p>
<p><strong class="rating">Rating:</strong>&nbsp;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9734;&#9734;&#9734;&#9734;&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://movienthusiast.com/2012/05/review-safe-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review &#8211; Sunny (2011)</title>
		<link>http://movienthusiast.com/2012/05/review-sunny-2011/</link>
		<comments>http://movienthusiast.com/2012/05/review-sunny-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 May 2012 13:04:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hafilova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[2011]]></category>
		<category><![CDATA[drama]]></category>
		<category><![CDATA[Kang Hyung-chul]]></category>
		<category><![CDATA[Korea Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sunny]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://movienthusiast.com/?p=12627</guid>
		<description><![CDATA[Ha Chun-Hwa: &#8221; If you ignore us because your life is too good, we&#8217;ll go and punish you. If You hide because your life sucks, we&#8217;ll go and make it better. I don&#8217;t know who will die first among us, &#8230;<p class="read-more"><a href="http://movienthusiast.com/2012/05/review-sunny-2011/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://i401.photobucket.com/albums/pp92/Hafilova/Sunny-019.jpg" alt="" width="620" height="217" /></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Ha Chun-Hwa:</strong> &#8221; If you ignore us because your life is too good, we&#8217;ll go and punish you. If You hide because your life sucks, we&#8217;ll go and make it better. I don&#8217;t know who will die first among us, but until that day, no, even beyond that day&#8230;we Sunny, will never break up &#8220;</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Apa yang membuat <em>Sunny</em> begitu istimewa sampai-sampai menjadikan dirinya begitu laris di Korea Selatan sana 2011 lalu? Jawabannya sesederhana premis tentang persahabatannya yang digarap begitu manis dan begitu dekat dengan kita. Ya, <em>Sunny</em> sedikit berbeda dari <em>teen flick</em> Asia populer lainnya, jika kebanyakan dari mereka terlalu banyak bermain di area romansa, ia lebih jujur, seperti versi realistis dari <em>Now and Then</em>, murni berbicara soal persahabatan sejati, reuni, kenangan-kenangan masa remaja dan juga kondisi masa depan yang tidak pasti dari 7 orang sahabat yang tergabung dalam geng <em>&#8220;Sunny&#8221;</em> dengan segala suka dukanya.<span id="more-12627"></span> Menariknya, sutradara Kang Hyung-chul yang sebelumnya pernah membesut <em>romcom</em> populer Korea Selatan lain, <em>Speedy Scandal</em> membaginya dalam dua era berbeda yang berjarak 25 tahun satu sama lain dimana keduanya mampu berjalan silih berganti secara dinamis dengan porsi yang sama besarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti yang sudah saya katakan di atas, keberhasilan <em>Sunny</em> dikarenakan kedekatan premisnya dengan kehidupan sehari-hari kita, atau siapapun yang pernah merasakan suka-duka masa-masa remaja, mengenang kembali segala kebodohan-kebodohan yang mungkin membuat kita tertawa sekarang, ya, semangat nosatalgia dan persahabatan itu semua berhasil ditangkap Kang Hyung-chul dalam balutan gambar-gambar cantik yang menjadi ciri khasnya, tidak lupa elemen komedinya yang menyegarkan. Tapi seperti kebanyakan film Korea Selatan ia juga punya sisi sentimentilnya dengan segala melodrama mengharukannya menjelang film berakhir.</p>
<p><img class="aligncenter" title="sunny" src="http://i401.photobucket.com/albums/pp92/Hafilova/Sunny-007.jpg" alt="" width="620" height="289" /></p>
<p style="text-align: justify;">Setting jadul maupun modern jelas terlihat bedanya, tidak hanya diwakili oleh karakter-karkater remajanya saja namun juga kondisi sosial masyarakat Korea Selatan pada era 80&#8242;an dengan detil-detilnya dari pergerakan demonstrasi <em>Gwangju</em> sampai westernisasi, lihat saja pakaian yang dikenakan para remajanya, hampir semua menggunakan merk <em>Adidas</em> ataupun <em>Nike</em>, termasuk pemilihan tembang-tembang lawas  menarik macam <em>&#8220;Touch by touch&#8221;</em>-nya Joy, <em>&#8220;Girls Just Wanna Have Fun&#8221;</em>-nya Cyndi Lauper, <em>&#8220;Reality&#8221;</em>-nya Richard Sanderson, sampai <em>&#8220;Sunny&#8221;</em> dari Boney M yang menjadi <em>soudtrack</em> utama film ini. Tentu saja kekuatan<em> Sunny</em> tidak hanya pada naskahnya. Ia juga punya karakter-karakter kuat yang sukses dibawakan dengan sangat baik oleh para <em>cast</em>-nya. Baik pemain junior maupun senior, kesemuanya punya kualitas akting luar biasa dalam menghadirkan kebersamaan mereka yang erat.</p>
<p style="text-align: justify;">Hangat, manis, kocak dan menyentuh, tidak ada drama Korea Selatan tentang persahabatan yang digarap sebaik ini sebelumnya. Ini adalah jenis film yang mampu memberikan efek langsung kepada penontonnya, membuat anda memikirkan,<em>&#8221; hei, bagaimana ya kabar teman-teman SMU/SMP?&#8221; Ya,</em> mungkin anda tidak akan langsung menghubungi mereka , tapi yang jelas <em>Sunny</em> akan membuat anda mengingat kembali masa-masa luar biasa itu.</p>
<p><strong class="rating">Rating:</strong>&nbsp;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&frac12;&#9734;&#9734;&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://movienthusiast.com/2012/05/review-sunny-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review &#8211; Red Tails (2011)</title>
		<link>http://movienthusiast.com/2012/05/review-red-tails-2012/</link>
		<comments>http://movienthusiast.com/2012/05/review-red-tails-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 May 2012 07:03:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hafilova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[2011]]></category>
		<category><![CDATA[aksi]]></category>
		<category><![CDATA[Anthony Hemingway]]></category>
		<category><![CDATA[Based on true event]]></category>
		<category><![CDATA[Cuba Gooding]]></category>
		<category><![CDATA[George Lucas]]></category>
		<category><![CDATA[Jr.]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[Pesawat Termpur]]></category>
		<category><![CDATA[Red Tails]]></category>
		<category><![CDATA[Terrence Howard]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://movienthusiast.com/?p=12611</guid>
		<description><![CDATA[Joe &#8216;Lightning&#8217; Little: &#8221; From the last plane, to the last bullet, to the last minute, to the last man, we fight! &#8220; Red Tails itu adalah julukan yang diberikan kepada skuadron pesawat tempur Tuskegee, skuadron angkatan udara Amerika Serikat &#8230;<p class="read-more"><a href="http://movienthusiast.com/2012/05/review-red-tails-2012/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" src="http://i401.photobucket.com/albums/pp92/Hafilova/9938622.jpg" alt="" width="620" height="212" /></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Joe &#8216;Lightning&#8217; Little:</strong> &#8221; From the last plane, to the last bullet, to the last minute, to the last man, we fight! &#8220;</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Red Tails</em> itu adalah julukan yang diberikan kepada skuadron pesawat tempur <em>Tuskegee</em>, skuadron angkatan udara Amerika Serikat pertama yang diisi oleh para pilot-pilot kulit hitam yang ironisnya sampai akhir masa tugasnya, mereka tidak pernah dilibatkan dalam pertempuran langsung di era perang dunia ke dua 1944 lalu. Ya,  ini seperti kebanyakan film tentang perjuangan hak kaum minoritas (<strong>baca:</strong> Kulit Hitam) dalam memperoleh kesetaraan yang lagi-lagi diangkat dari kisah nyata hanya di film garapan Anthony Hemingway ini mereka tidak melakukannya dengan bola football,  basket atau berseragam pembantu rumah tangga melainkan dengan <em>Curtiss P-40 Warhawk</em> dan <em>North American P-51 Mustang</em> lengkap dengan segala aksi heroik para pilotnya, ya, ini seperti <em>Top Guns</em> kw 2 bertemu  <em>Remember the Titans</em> kw 2.<span id="more-12611"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tapi apa yang bisa diharapkan dari cerita tentang para pilot hebat yang tidak pernah mendapatkan kesempatan berperang langsung, meskipun <em>Red Tails</em> menyajikan banyak adegan-adegan manuver-manuver dan<em> dogfight</em> cantik di udara antara Amerika Serikat melewan jet-jet tempur <em>Nazi</em>, tapi itu hanya sekedar pertempuran kecil yang terlalu berlebihan, tidak serius, tidak juga dramatis dan dan akan mudah dilupakan seperti pasukan <em>Tuskegee</em> itu sendiri,  tidak peduli ada nama besar George Lucas dan <em>Lucasfilm </em>dibelakangnya dengan segala kualitas spesial efek luar biasa. Jadi apa yang dilakukan <em>Red Tails</em> untuk memperpanjang durasinya adalah dengan menyelipkan lebih banyak melodrama, <em>bromance</em> dan sedikit romantisme diantara para personilnya, sayang hal itu juga tidak bekerja dengan baik dikarenakan terlalu lurus dan dangkalnya naskah olahan John Ridley dan Aaron McGruder, sama dangkalnya dengan karkater-karakter negronya yang terkesan sok jagoan, sok pamer dan pembuat onar yang lebih mementingkan ego ketimbang keselamatan mereka, membuat 121 menit <em>Red Tails</em> terasa begitu <em>corny</em>, minim konflik dan mengelikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada Cuba Gooding, Jr. dan Terrence Howard, duo nama besar Hollywood yang mulai terlupakan di sini, lucunya meskipun nama mereka terpanjang besar di posternya, keduanya hanya menjadi karkater pembantu yang duduk manis di belakang meja, memerintah bawahannya dengan stelan bagus dan pipa rokok, sementara para pilot-pilot &#8220;ekor merah&#8221; diisi oleh para aktor muda kurang dikenal dengan kualitas akting mereka yang pas-pasan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tentu saja tingkat keakuratannya masih perlu dipertanyakan, mustahil rasanya melihat para pilot-pilot <em>rookie</em> itu mampu mengawal puluhan <em>bomber</em> tanpa kehilangan satu pesawat pun dari serangan jet-jet Nazi, dan hebatnya, mereka melakukannya sembari bercanda satu sama lain membuat seakan-akan AU Nazi itu seperti anak kemarin sore yang tidak tahu bagaimana cara bertempur. Ya, untuk sebuah film perang yang diangkat dari peristiwa nyata<em> Red Tails</em> mungkin terlalu berlebihan dalam menerjemahkan peristiwa sejarahnya, tapi jika anda tidak punya masalah dengan segala kualitas naskahnya yang dangkal, karakter-karkaternya yang konyol maka <em>Red Tails</em> mungkin bisa menghibur anda dengan parade spesial efek dan pertempuran udaranya.</p>
<p style="text-align: justify;"><p><strong class="rating">Rating:</strong>&nbsp;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&frac14;&#9734;&#9734;&#9734;&nbsp;</p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://movienthusiast.com/2012/05/review-red-tails-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review &#8211; The Ninth Gate (1999)</title>
		<link>http://movienthusiast.com/2012/05/review-the-ninth-gates-1999/</link>
		<comments>http://movienthusiast.com/2012/05/review-the-ninth-gates-1999/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 May 2012 06:51:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hafilova</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[1999]]></category>
		<category><![CDATA[based on novel]]></category>
		<category><![CDATA[Frank Langella]]></category>
		<category><![CDATA[Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Johnny Depp]]></category>
		<category><![CDATA[misteri]]></category>
		<category><![CDATA[Roman Polanski]]></category>
		<category><![CDATA[satanic]]></category>
		<category><![CDATA[The Ninth Gates]]></category>
		<category><![CDATA[Thriller]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://movienthusiast.com/?p=12595</guid>
		<description><![CDATA[Boris Balkan: &#8221; There&#8217;s nothing is more reliable than a man whose loyalty can be bought for hard cash &#8221; Mungkin bukan yang terbaik dari seorang Roman Polanski, tapi buat saya, The Ninth Gate tetap adalah suguhan thirller misteri mistis &#8230;<p class="read-more"><a href="http://movienthusiast.com/2012/05/review-the-ninth-gates-1999/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://i401.photobucket.com/albums/pp92/Hafilova/320-1.jpg" alt="" width="620" height="215" /></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Boris Balkan</strong>: &#8221; There&#8217;s nothing is more reliable than a man whose loyalty can be bought for hard cash &#8221;<br />
</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Mungkin bukan yang terbaik dari seorang Roman Polanski, tapi buat saya, <em>The Ninth Gate</em> tetap adalah suguhan thirller misteri mistis menarik yang sedikit banyak mengingatkan saya pada apa yang sudah dilakukan Polanski dengan <em>Rosemary Baby</em> miliknya yang luar biasa itu. Kisahnya diadaptasi Polanski dari novel <em>The Club Dumas</em> milik Arturo Pérez-Reverte, mengisahkan Dean Corso (Johnny Depp), kurator buku antik yang ditugaskan oleh seorang kolektor buku kaya raya, Boris Balkan (Frank Langella) untuk mengidentifikasi keaslian buku kuno, <em>The Nine Gates of the Kingdom of Shadows</em> miliknya. Menurut Balkan hanya ada satu dari tiga <em>The Nine Gates of the Kingdom of Shadows</em> di dunia  yang asli, buku yang konon ditulis sendiri oleh Lucifer, ya, si Iblis, Lucifer.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-12595"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><em>The Ninth Gate</em> itu seperti <em>satanic-noir</em> versi Polanski, anda dengan mudah merasakan aroma gelapnya, tersedot dalam misteri-misteri dan rahasia-rahasia gelap yang tersimpan di balik setiap halaman <em>The Nine Gates of the Kingdom of Shadows</em>. Alurnya memang lambat, tapi menariknya Polanski dengan baik memoles setiap adegannya, membuatnya begitu meyenangkan untuk ditelusuri. Ini mungkin salah satu film yang perjalanannya lebih baik ketimbang endingnya, ya, endingnya buruk, terlalu cepat, absurd dan tidak memberikan banyak jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang ada, seperti siapa sebenarnya wanita misterius itu? Apa hubungan adegan bunuh diri di awal film dengan buku itu sendiri, dan beberapa lubang lain di ceritanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak kritikus yang menanggap <em>The Ninth Gate</em> sebagai salah satu kesalahan besar Polanski. Memang bukan yang terbaik darinya, tetapi buat saya ini adalah sebuah <em>guilty pleasure</em>,  sebuah perjalanan menyenangkan dengan segala teka-teki, rahasia-rahasia dan rak-rak besar yang berisi banyak buku-buku antik berharga fantastis, terlepas dari banyaknya kekurangan dan endingnya yang buruk itu.</p>
<p style="text-align: justify;"><p><strong class="rating">Rating:</strong>&nbsp;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9734;&#9734;&#9734;&nbsp;</p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://movienthusiast.com/2012/05/review-the-ninth-gates-1999/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review &#8211; Eva (2011)</title>
		<link>http://movienthusiast.com/2012/05/review-eva-2011/</link>
		<comments>http://movienthusiast.com/2012/05/review-eva-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 May 2012 11:45:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Simandoux</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[2011]]></category>
		<category><![CDATA[Claudia Vega]]></category>
		<category><![CDATA[Daniel Brühl]]></category>
		<category><![CDATA[drama]]></category>
		<category><![CDATA[Eva]]></category>
		<category><![CDATA[fantasi]]></category>
		<category><![CDATA[kike maillo]]></category>
		<category><![CDATA[robot]]></category>
		<category><![CDATA[Sci-Fi]]></category>
		<category><![CDATA[Spanyol]]></category>
		<category><![CDATA[Thriller]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://movienthusiast.com/?p=12586</guid>
		<description><![CDATA[Alex Garel: &#8220;What do you see when you close your eyes?&#8221; Alex Garel (Daniel Brühl) adalah seorang robot programmer yang terkenal dan cerita film ini dimulai ketika dia kembali ke Santa Irene, kampung halamannya setelah 10 tahun ‘menghilang’. Film ini &#8230;<p class="read-more"><a href="http://movienthusiast.com/2012/05/review-eva-2011/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><img class="aligncenter" src="http://i401.photobucket.com/albums/pp92/Hafilova/MV5BMTMyMTk0MDgyNV5BMl5BanBnXkFtZTcwMzUxOTIwNw_V1_SX640_SY272_.jpg" alt="" width="620" height="210" /></p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Alex Garel:</strong> &#8220;What do you see when you close your eyes?&#8221;</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Alex Garel (Daniel Brühl) adalah seorang <em>robot programmer</em> yang terkenal dan cerita film ini dimulai ketika dia kembali ke Santa Irene, kampung halamannya setelah 10 tahun ‘menghilang’. Film ini memiliki <em>setup</em> tahun 2041, di mana robot sudah menjadi bagian dari hidup manusia sehari-hari. Tujuan Alex adalah bekerja kembali dengan universitas tempat dia sekolah dan bekerja sebelum dia keluar dari kota kelahirannya tersebut, untuk mengembangkan robot model terbaru.<span id="more-12586"></span> Apa yang baru dari robot yang akan dibuat? Jika sebelumnya robot-robot yang beroperasi sangat tergantung dengan instruksi dari manusia, kali ini akan diciptakan robot yang bebas melakukan aksinya sendiri, tanpa harus menunggu perintah dari manusia. Kontroversial? Tentunya. Alex bersikukuh jika dia akan membuat program untuk robot ini harus berdasarkan seorang anak yang karakternya sangat <em>extraordinary</em>, dan dia pun mulai siapa yang akan jadi <em>muse</em> dari robotnya. Tidak lama dia jatuh hati dengan keunikkan seorang anak bernama Eva (Claudia Vega) yang ternyata adalah putri dari mantan pacarnya yang sekarang telah menikah dengan adiknya sendiri. Sambil dia meneliti Eva untuk model robotnya, perasaannya terusik karena rasa keterikatan yang dia rasakan sejak dini bersama anak berusia 9 tahun ini. Siapakah Eva?</p>
<p style="text-align: justify;">Saya masuk ke bioskop nyaris tidak tahu apa-apa soal film ini. <em>I was very intrigued by the big banner in the lobby that said: “Who is Eva?” Who indeed</em>. Saya kemudian dipikat dengan animasi pembuka yang cukup mencengangkan. Kemudian cerita yang mengalir tanpa preambule apapun tetapi setiap informasi dengan rapi diselipkan dalam plot dan dialog tanpa canggung. Daniel Brühl dan Claudia Vega memiliki <em>chemistry</em> yang kuat tetapi juga ada ketegangan yang rasanya membuat kita tanpa sadar menahan napas di waktu-waktu tertentu. Mengenai cerita dasarnya, di web banyak sekali yang mengatakan film ini mirip dengan <em>A.I.</em> tetapi saya tidak bisa mengkonfirmasi karena saya bolak-balik tertidur saat mencoba menonton <em>A.I.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Dari awal film disuguhkan visualisasi robot-robot yang sangat realistis (membuat saya mengkhayal mengenai universe di mana semua hal itu benar ada),film ini tidak secara literal mereferensi <em>3 Laws of Robotic</em>-nya Isaac Asimov, tetapi jika ditilik secara keseluruhan masih ada secara implisit mengacu ke sana. Di antara robot-robot canggih yang ditunjukkan, yang paling mencuri perhatian adalah robot kucing Alex dan butler Max yang tindak-tanduknya mengingatkan saya dengan Lieutenant Commander Data (Star Trek: The Next Generation) sebelum dipasang <em>emotion chip</em> (terjadi pada movie ST:TNG Generations, maaf buat non-Trekkie). Cerita yang cukup melodramatis dengan latar belakang <em>science fiction</em> yang sangat rapi dan detil, tetapi juga mengandung kejutan-kejutan yang cukup menakutkan membuat saya agak dilema memberikan jawaban jika ditanya soal genre film ini. Yang paling benar memang tonton saja dengan pikiran terbuka, karena debut dari sutradara Kike Maíllo ini, walau seperti umumnya film Eropa beralur agak lambat, tetapi mengandung <em>pay off</em> yang mampu membuat saya menangis (girang? Sedih? Hormonal? Mari cari tahu).</p>
<p><strong class="rating">Rating:</strong>&nbsp;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9733;&#9734;&#9734;&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://movienthusiast.com/2012/05/review-eva-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 1.006 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-05-19 01:47:08 -->

