Review

Fast & Furious 8 (2017)

Tak banyak waralaba film yang bisa bertahan sampai seri kedelapan dan tetap dinanti antusias oleh penggemarnya. Menggunakan pemain inti yang relatif sama di hampir tiap jilidnya dan jualan kebut-kebutan mobil mewah nan canggih, Fast & Furious menjadi barang dagangan kesayangan Universal, studio pembuatnya. Tak heran filmnya terus dibuat dengan bujet besar sejak kesuksesan komersil Fast Five, dan konsisten memunculkan nama-nama tenar baru yang bergabung di seri anyarnya. Fast & Furious 8 pun tak terkecuali, masuknya nama pemenang Oscar Hellen Mirren dan Charlize Theron, menjadikannya lebih bergigi terutama dengan hadirnya sutradara Straight Outta Compton yang juga berkaliber Oscar, F Gary Gray, yang membesut seri terbaru film yang di Amerika Serikat dititeli The Fate of the Furious ini.

Seperti film-film sebelumnya, Fast & Furious 8 masih memakai formula yang identik. Kebut-kebutan di lokasi-lokasi eksotis hingga kota-kota besar dunia, aksi heroik melawan penjahat megalomaniak, hingga pesan klise keluarga yang utama tetap mewarnai inti filmnya. Kali ini Dom (Vin Diesel) yang dianggap sebagai ketua grup, harus menghadapi dilema berat dan membelot dari teman dan keluarganya. Usai bulan madu di Havana dengan istri tercintanya, Letty (Michelle Rodriguez) dan menjalani misi dari agen Luke Hobbs (Dwayne Johnson), Dom mendadak berkhianat merebut EMP yang menjadi misi mereka di Berlin dan mencelakai Hobbs. Menjadi kaki tangan teroris dunia maya, Cipher (Charlize Theron), Dom kini membuat Letty dan geng kebut-kebutannya kewalahan serta mempertanyakan loyalitasnya.

Menyaksikan film-film Fast & Furious memang tak perlu berkespektasi banyak selain mengharapkan sajian bombastis ala Hollywood yang mahal dan terkadang cukup mencengangkan dan irasional. Tapi begitulah adanya, dan film kedelapannya ini juga bukan pengecualian. Tetapi di luar pengulangan seragamnya, Fast & Furious 8 untungnya menawarkan adegan aksi yang tak hanya fantastis tapi masih bisa membuat decak kagum. Gray yang angkat nama lewat film Boyz n the Hood, tidak membuat adegan aksinya terlihat heboh semata, ia juga membuat adegannya terasa menengangkan sekaligus mengagumkan. Adegan dimana Cipher meretas sistem otomatis di mobil-mobil canggih terasa begitu mengasyikkan dan orisinil. Lalu adegan klimaksnya walaupun masih terasa berlebihan (kapal selam mengejar mobil balap para jagoan) juga tetap menyenangkan untuk disantap. Alih-alih menawarkan adegan yang kelewat absurd laiknya di film ketujuhnya kemarin, Gray setidaknya masih meletakkan sedikit logika dalam aksi-aksi spektakulernya.

Di luar banyaknya adegan yang masih seru untuk diikuti, FF8 ini juga memiliki pemain yang masih solid. Masuknya Jason Statham dan mengubah statusnya dari antagonis menjadi protagonis semakin memperkuat jajaran pemainnya. Pun dengan Theron yang mahir memainkan peran jahat semenjak seri Snow White and the Huntsman, juga menjadi nilai tambah. Kejutan yang hadir dari Mirren yang terlihat kocak di layar semakin menambah nilai penghiburan FF8. Dan unsur padu yang masih melekat pada jajaran pemain seri sebelumnya walaupun minus karakter mendiang Paul Walker, pun masih melekat di FF8 ini.

Okelah pesan kekeluargaan tim Dom  dan motif pembelotan Dom tetap klise serta adegan-adegan filmnya masih terasa tak masuk akal dan berlebihan, tapi itulah inti dari film-film Fast & Furious. Dan di tangan Gray serta suntikan pemain-pemain baru yang kuat, setidaknya FF8 ini tak menjemukan untuk ditonton dan nilai hiburannya masih tinggi. Sebuah film pelepas penat yang sempurna di caturwulan pertama tahun ini.

Fast & Furious 8 (2017)
6.5 Movienthusiast's
Summary
Masih mengulang pakem yang sama dari film-film pendahulunya, Fast & Furious 8 tetap menyenangkan untuk dinikmati dan lebih segar berkat dukungan pemain-pemain barunya plus adegan spektakuler yang sedikit lebih masuk akal.
CERITA5
PENYUTRADARAAN6
AKTING6.5
VISUAL7.5
Comments

Populer Minggu Ini

Facebook

To Top