Review

In The Deep / 47 Meters Down (2017)

Tahun lalu Jaume Collet-Serra bersama The Shallow-nya bisa dibilang sudah mengembalikan keangkeran subgenre shark attack ke level tertingginya  pasca The Jaws milik Spielberg yang legendaris itu. Ya, dengan standar yang begitu tinggi sepertinya akan membuat susah buat sutradara mana pun di masa depan untuk membuat film dengan kualitas yang lebih atau setidaknya bisa menyaingi apa yang sudah dilakukan The Shallow. Tugas yang mustahil itu kemudian di emban oleh sutradara The Other Side of the Door, Johannes Roberts.

Berada di bawah bayang-bayang The Shallow yang dirilis tidak jauh dari thriller serangan hiu miliknya, mau tidak mau kita akan membandingkan In The Deep dengan The Shallow, karena selain sama-sama berada di koridor shark thriller, secara konsep film yang memiliki judul lain 47 Meters Down ini punya beberapa kesamaan. Ada set pantai Meksiko sebagai TKP-nya, ada liburan dan perempuan cantik sebagai jagoan utama dan tentu saja, hiu putih ganas. Jika ada perbedaan paling mencolok mungkin dikarenakan In The Deep yang awalnya dimiliki oleh Dimension Film ini seperti tidak terlalu percaya diri dengan memilih untuk merilisnya dalam home video Agustus tahun lalu sebelum akhirnya diambil alih oleh Entertainment Studios dan mengembalikannya ke format layar lebar yang rencananya akan tayang tahun ini.

Premisnya yang ditawarkan In The Deep sangat familiar buat subgenre ini. Mimpi buruk menjadi kenyataan ketika pasangan kakak-adik, Lisa dan Kate (Mandy Moore and Claire Holt) yang tengah menghabiskan liburan mereka di sebuah pantai di Meksiko. Demi menghibur kakaknya yang tengah bersedih setelah putus dengan pacarnya, Lisa mengajak Kate untuk melakukan wisata bawah laut. Bukan wisata laut sembarangan ketika melibatkan hiu putih besar sebagai hiburannya. Keduanya dimasukkan ke dalam kerangkeng besi besar yang dikaitkan dengan kabel baja panjang, dicelupkan ke dalam laut untuk bisa melihat keindahan bawah laut langsung dan tentu saja hiu. Mungkin bisa ditebak apa yang terjadi kemudian. Ya, kawat baja itu kemudian putus dan membawa keduanya dengan cepat jatuh ke dasar. Dari sini horor dimulai. Jauh dari jangkauan komunikasi dengan oksigen terbatas dan hiu putih yang berkeliaran, Lisa dan Kate memulai perjuangan bertahan hidup mereka.

Memulai segalanya dengan cara generik, In The Deep dengan cepat langsung membuat para pencinta genre ini bersorak-sorai ketika kawat baja yang mengikat kerangkeng dua karakter utamanya terlepas dan langsung membuat perbedaan. Dari sini penonton akan melupakan untuk membandingkannya dengan The Shallow. Ya, ini adalah premis simpel namun sangat masuk akal dan bisa terjadi kapan saja, bahkan jika kamu sering menonton kanal-kanal ilmu pengetahuan di televisi berbayar atau mungkin Youtube buat yang tak mampu berlangganan, insiden-insiden mengerikan itu sangat mungkin terjadi.

Jarang, atau mungkin hampir tidak pernah ada shark thriller yang melakukan pendekatan ini; mengambil segala kengerian yang didominasi dari sudut pandang bawah laut dengan segala keterbatasannya. Memang sih  para cewek-cewek cantik itu terlihat aman di dalam kandang besi dari serangan hiu meski terdampar di lantai laut, namun itu jelas hanya sementara. Ada seribu satu cara yang kemudian memaksa mereka untuk keluar, misalnya persediaan oksigen di tabung kecil yang terus menerus tergerus, komunikasi yang jauh dari jangkauan dan tentu saja bobot hiu putih yang sebenarnya dengan mudah untuk menghancurkan kerangkeng besi itu. Set bawah lautnya terlihat luas dan seperti tanpa batas, tetapi Roberts mampu menjadikannya sebagai sebuah teror klaustrofobik efektif dengan segala keterbatasan bergerak karakter-karakternya dan tentu saja momen-momen yang membuatmu gagal jantung. Mereka tidak bisa berlama-lama ria di dalam sana namun juga tidak bisa keluar begitu saja, selain ada para hiu yang berkeliaran (digarap dengan CGI yang di luar dugaan, bagus!), berenang terlalu cepat ke permukaan dengan kedalaman seperti itu akan membunuhmu sama cepatnya dengan ditembak di kepala.

Kudos juga patut diberikan kepada Roberts dan co-writer nya, Ernest Riera yang tidak hanya melalu bermain-main dengan segala ancaman demi ancaman, mereka juga mencoba memperhatikan karakternya. Duo bersaudara Lisa dan Kate memang tidak punya dasar yang cukup untuk membuat kita peduli dengan kondisi mereka sebelum masuk ke dalam sana, namun sebagai orang-orang yang bertahan hidup, interaksi keduanya yang saling memberi dukungan satu sama lain sedikit banyak sudah menciptakan emosi tersendiri, terlebih untuk subgenre ini yang biasanya tidak peduli soal itu.

Bukan berarti tanpa kekurangan, In The Deep masih dihinggapi beberapa momen cheesy yang membuat dahimu berkerut, beberapa adegan yang dipaksakan termasuk pemilihan twist ending yang meski harus diakui memang mengejutkan namun dirasa tidak perlu, aneh dan sedikit banyak sudah merusak mood yang cape-cape dibentuk sejak awal, apalagi mengingat adegan puncaknya sudah dihadirkan dengan begitu mendebarkan.

In The Deep / 47 Meters Down (2017)
7.1 Movienthusiast's
Summary
Meski masih berada satu level di bawah The Shallow, sebagai sebuah shark attack thriller, In The Deep masih punya daya gigitan kuat untuk dapat membuatmu terpaku di layar, merasakan teror klaustrofobik dan segala ancaman bawah laut yang tidak terduga dan pertunjukan bertahan hidup dari dua bersaudara yang malang.
CERITA7
PENYUTRADARAAN7.5
AKTING6.7
VISUAL7.3

 

Comments

Populer Minggu Ini

Facebook

To Top