Cinephile

Chantal Akerman (1950-2015): Refleksi Kehidupan Perempuan dan Kesunyian

Penggiat film tentu sangat menyayangkan akhir hidup yang dipilih sutradara perempuan yang telah membawa udara segar ranah film feminis ini. Chantal Akerman memilih untuk mengakhiri hidupnya diusia 65 tahun dengan bunuh diri kurang sebulan setelah premier film terakhirnya, No Home Movie (2015). Sebelumnya ia memang menderita depresi berat.

Dari karya-karyanya dapat dilihat bahwa Akerman memiliki sorotan khusus pada kehidupan monoton seorang wanita, jika tidak merefleksikan kondisi yang ia rasakan. Ia tak suka dilabeli feminis, menolak untuk menghadiri festival film LGBT meski filmnya diterima secara positif dikalangan tersebut dan tidak peduli dengan teknik penceritaan konvensional.

Ketika berumur 25 tahun ia membuat Jeanne Dielman, 23 Quai du Commerce, 1080 Bruxelles (1975). Film yang disambut baik oleh kritikus-kritikus dan tak pelak disebut revolusioner. “Jean Dielman” bercerita tentang seorang janda yang tinggal bersama anak laki-lakinya, hidup dengan monoton, dan sesekali disambangi ‘klien’-nya. Film berdurasi tiga jam ini memang bukan film yang dapat membuat anda duduk betah; sebaliknya ia seperti sengaja dibuat semonoton mungkin untuk membuat penonton meresapi kesunyian hidup janda tersebut.

Film-filmnya yang lain juga banyak bercerita tentang kesendirian, seperti Saute Ma Ville (1978) tentang gadis muda yang berkurung diri dikamar menghindari keramaian, Je tu Il Elle (1976) lagi-lagi tentang kekosongan jiwa seorang perempuan muda,  Le Chambre (1982) yang menyoroti kesunyian disebuah kamar, I am Hungry, I am Cold (1984) tentang dua gadis muda yang kabur dari rumah mencari tempat berlindung hingga No Home Movie (2015) yang menggambarkan kedinginan, ketidakmampuan mengungkapkan rasa sayang dalam hubungan ibu dan anak perempuannya. Hal-hal yang sulit sekali digambarkan dengan kata-kata tersebut berhasil diungkapkan lewat teknik-teknik filmnya. Tak banyak sutradara perempuan yang memang benar-benar serius menggarap film tentang perempuan. Jika Anda belum pernah menonton salah satu film Chantal Akerman sejauh ini, pastikan setidaknya menonton satu filmnya sekali  seumur hidup, terutama jika Anda tertarik dengan isu feminisme atau Anda seorang perempuan.

Comments

Populer Minggu Ini

Facebook

To Top