Category Archives: Review

Review – 2 Coelhos / Two Rabbits (2012)

Edgar: ” Sometimes we need stand away from the paper to understand the whole sketch with more clarity”

Ah, Jujur, tidak terlalu banyak film produksi Brasil yang pernah saya tonton, dan dari sedikit jumlah itu bisa jadi 2 Coelhos adalah salah satu sajian yang berbeda dan mungkin yang terbaik jika anda mencari sebuah tontonan aksi yang cerdas, inovatif dan juga ambisius. Hmmm…..bagaimana saya memberi gambaran singkat untuk 2 Coelhos a.k.a Two Rabbits? Begini, bayangkan campuran luar biasa antara Lock, Stock and Two Smoking Barrels-nya Guy Ritche, Memento-nya Chris Nolan, Pulp Fiction-nya Quentin Tarantino dan City of God-nya Fernando Meirelles, ya, mungkin saya sedikit berlebihan tapi mungkin juga tidak dalam menggambarkan debut Afonso Poyart, yang pasti ini adalah film aksi yang tidak biasa anda temui sehari-hari, apalagi untuk ukuran Brasil. Read more »

Review – Dark Shadows (2012)

Barnabas Collins: ” My name is Barnabas Collins. Two centuries ago, I made Collinwood my home… until a jealous witch cursed me, condemning me to the shadows, for all time “

Delapan kali bersama Johnny Depp, tujuh kali dengan istrinya, Helena Bonham Carter, enam kali bersama Richard D Zanuk sang produser, lima kali dengan Christopher Lee dan dua kali bersama Michelle Pfeiffer, ya, ini seperti sebuah pesta reuni kecil-kecilan buat Tim Burton, dan saya masih belum menyebutkan ‘undangan’ lainnya macam Jackie Earle Haley, Eva Green dan Chloë Grace Moretz yang turut hadir memeriahkan Dark Shadows, black comedy suprantural terbaru Burton yang diadaptasi dari opera sabun berjudul sama yang sempat populer pada era ’60/’70an lalu. Read more »

Review – Urban Explorer (2011)

” Explore The Dark Site of Berlin

Urban Explorer atau Urbex itu bisa diartikan sebagai perjalanan wisata ke tempat-tempat yang tidak biasa dikunjungi (baca: Ilegal) dalam sebuah kota, seperti yang sedang dilakukan empat orang remaja beda negara ini dalam liburan mereka di Berlin, Jerman. Tentu saja ini bukan tur wisata biasa, tidak ada orang yang cukup sinting mau menyusuri bagian tergelap kota Berlin, dalam kasus ini adalah lorong-lorong pembuangan air bawah tanah terbengkalai bak labirin rumit yang beberapa diantaranya diyakini adalah Fahrerbunker, bunker tempat persembunyian Hitler dan Thrid Reich Nazi-nya dalam melakukan ekperimen-eksperimen gila. Read more »

Review – Safe (2012)

Luke Wright: ” What the hell did you do, kid? “

Untuk kedua kalinya Statham kembali berurusan dengan perempuan Cina, tapi kali ini bukan dalam misi menyelamatkan si cantik Shu Qi. melainkan seorang bocah perempuan kecil 11 tahun, Mei (Catherine Chan) yang sedang dikejar-kejar dua geng kriminal paling jahat di New York karena menyimpan rahasia penting. Statham sendiri bukan tanpa masalah, ia adalah Luke Wright, mantan polisi yang hidupnya berantakan setelah membuat salah satu geng itu marah.

Read more »

Review – Sunny (2011)

Ha Chun-Hwa: ” If you ignore us because your life is too good, we’ll go and punish you. If You hide because your life sucks, we’ll go and make it better. I don’t know who will die first among us, but until that day, no, even beyond that day…we Sunny, will never break up “

Apa yang membuat Sunny begitu istimewa sampai-sampai menjadikan dirinya begitu laris di Korea Selatan sana 2011 lalu? Jawabannya sesederhana premis tentang persahabatannya yang digarap begitu manis dan begitu dekat dengan kita. Ya, Sunny sedikit berbeda dari teen flick Asia populer lainnya, jika kebanyakan dari mereka terlalu banyak bermain di area romansa, ia lebih jujur, seperti versi realistis dari Now and Then, murni berbicara soal persahabatan sejati, reuni, kenangan-kenangan masa remaja dan juga kondisi masa depan yang tidak pasti dari 7 orang sahabat yang tergabung dalam geng “Sunny” dengan segala suka dukanya. Read more »