Review

Arrival (2016)

Film bertema mahluk luar angkasa dari tata surya berbeda acap kali dijadikan sajian yang tipikal. Kerap dikisahkan dengan tema invasi dan kehancuran besar-besaran, atau komedi satir, hingga yang paling dikenang sebagai drama keluarga dalam E.T.the Extra-Terrestrial-nya Steven Spielberg yang legendaris itu. Tapi tidak halnya dengan karya anyar Denis Villeneuve (Sicario, Prisoners) ini. Ditajuki Arrival, sineas asal Kanada ini mengurai film fiksi ilmiah bertema aliennya dengan begitu berbeda dan memberikan sensasi luar biasa usai menyaksikannya.

Memasang Amy Adams sebagai sosok utamanya, Arrival memulai plotnya dengan adegan yang tampaknya merupakan kilas balik dari riwayat Louise Banks, seorang ahli bahasa yang diperani Adams. Lanjut ke keseharian Louise yang bekerja sebagai dosen, hingga mendadak pesawat mahluk asing berbentuk oval muncul dan menduduki dua belas lokasi berbeda di muka bumi. Berkat resume luar biasanya di masa lalu dengan pihak militer AS, Louise lantas diterbangkan ke Montana dan mempelajari komunikasi dengan para Heptapod; alien berwujud layaknya tentakel raksasa berkeropeng itu , dalam misinya Louise juga ditemani oleh ilmuwan Ian Donnelly (Jeremy Renner). Bertemu dengan dua sosok alien yang lantas dinamai Abbott dan Costello (dari nama duo komedian Hollywood di Golden Era) serta mulai berkomunikasi dengan mereka secara berkala, Louise secara perlahan menyadari tujuan sesungguhnya dari kedatangan para alien tersebut ke bumi.

Arrival  adalah film yang dibuat dengan begitu rapi, Villeneuve secara acak memang menyempilkan beberapa adegan yang laiknya sebuah kilas balik dalam narasinya, tapi saat menggulirkan kisah utamanya ia tak pernah kehilangan fokus. Meski awalnya berjalan cukup pelan dan sedikit menjemukan, Arrival tetap melakukan pendekatannya secara perlahan namun pasti. Kita tak pernah diberi gambaran gamblang tentang kedatangan alien tersebut dari banyak sudut pandang, dan Villeneuve hanya membagi sudut pandang Louise kepada para penontonnya sehingga membangun ketegangan tersendiri dan banyak misteri yang muncul. Adegan Louise dan timnya kala pertama kali menginjakkan kaki di dalam pesawat alien serta pertemuan pertama mereka mampu membuat bergidik, terutama dengan sokongan musik Johann Johannsson yang begitu mengganggu dan membuat tidak nyaman. Namun, siapa sangka kala alurnya terus bergulir Villeneuve menggiring kita pada sebuah kesimpulan yang begitu emosionil dan sedikit mengingatkan kita pada Tree of Life-nya Terrence Malick.

Arrival juga adalah ajang pameran lakon kelas wahid dari Adams, yang begitu mendominasi layar dan bermain apik. Sehingga meninggalkan aktor-aktor pendukungnya sebagai pelengkap cerita, yang untungnya tetap diberi bagian penting oleh Villeneuve. Permainan simbol aksara sang alien (yang berbentuk laiknya Ouroboros) hingga nuri dalam sangkar cukup menarik untuk disimak, begitupun sudut pandang kamera yang diambil Villeneuve terlihat tak biasa namun tetap memikat. Namun hal paling luar biasa dari Arrival adalah Villeneuve tidaklah membahas fiksi ilmiah secara rumit dan membingungkan, ia hanya mengemas sebuah drama kemanusiaan di dalam kompleksitas sains. Paradoks waktu yang menjadi kunci alurnya pun digelar Villeneuve dengan cukup sederhana dan tidak membingungkan di penghujung narasinya. Walaupun, salah satu motif para alien tersebut masih dibuat rancu dan menggantung hingga kredit filmnya bergulir.

Arrival pada akhirnya adalah sebuah film fiksi ilmiah yang mengagumkan dalam tuturnya yang begitu manusiawi dan menguras emosi namun cerdas memainkan logikanya, walaupun dieksekusi dengan penyelesaian sederhana namun tetap mendalam dan kontemplatif. Meninggalkan bekas yang lama di sanubari usai menontonnya dan membuat kita merenungi kehidupan. Dan untuk itu Villeneuve patut diaplaus setinggi-tingginya.

Arrival (2016)
8.5 Movienthusiast's
Summary
Salah satu film fiksi ilmiah terbaik yang pernah dibuat, Denis Villeneuve berhasil menyajikan film bertema alien yang begitu emosional dan manusiawi.
CERITA8.5
PENYUTRADARAAN9
AKTING8.5
VISUAL8

 

Comments

Populer Minggu Ini

Facebook

To Top