Review

American Honey (2016)

Sekelompok anak muda menjajakan majalah, hidup secara nomaden, hippie masa kini yang memuja-muja musik hip hop setinggi langit. Tema tersebut terlihat begitu kampungan atau tak menarik jika ditangani dengan serampangan. Untungnya tema tersebut berada di tangan sineas asal Inggris, Andrea Arnold yang pernah menyajikan film bagus semacam Fish Tank, Red Road ataupun terjemahan layar lebar Wuthering Heights yang tak biasa itu. Memenangi anugerah Jury Prize untuk ketiga kalinya bagi Arnold di ajang Cannes Film Festival lalu, American Honey adalah potret kawula muda Amerika yang disajikan dengan istimewa.

Kisahnya sendiri menyoroti Star (Sasha Lane di debutnya yang menjanjikan), gadis yang besar di lingkungan kelas bawah Amerika Serikat, menjalani hidup sebagai pengasuh anak yang kerap dilecehkan secara seksual oleh majikannya, hingga lantas nekad melarikan diri bersama segerombolan muda-mudi yang hidup ala hippie dan berjualan majalah di bawah komando Krystal (Riley Keough). Star sendiri sebenarnya termotivasi mengikuti grup ini karena terpesona dengan pemuda berjiwa bebas yang dilihatnya bersuka ria di sebuah minimarket. Sang pujaan hatinya itu bernama Jake (Shia LaBeouf), penjaja majalah terbaik kesayangan Krystal, yang ternyata juga menyukai Star. Dilema darah muda hingga kehidupan bebas Star dan teman-teman barunya lantas mewarnai durasi filmnya yang lumayan panjang ini.

Mengumbar komunitas kulit putih kelas bawah Amerika yang kasarnya sering disebut sebagai whitetrash, Arnold untungnya tidak menggiring American Honey ke arah film yang mengeksploitasi kemiskinan habis-habisan. Arnold dengan cerdik menjadikan filmnya lebih ke potret generasi millenial masa kini yang urban, hidup semaunya, menggemari musik-musik hip hop dan rap,serta lekat dengan mirasantika tentunya. Jauh lebih dalam, Arnold juga menyisipkan pesan humanis lewat kacamata karakter Star yang blak-blakan dan sedikit naif memandang gaya hidup rekan-rekan kerjanya serta sosok superior dalam diri Krystal. Sebegitu nyatanya besutan Arnold ini, hingga tak banyak hal klise yang bisa ditemui di dalam American Honey. Menjadikannya begitu orisinil dan terasa berbeda dari film-film lainnya yang edar tahun-tahun belakangan ini.

Tapi jika sebelumnya pernah mencicipi karya-karya Arnold terdahulu, tentunya tahu bahwa American Honey masih lekat dengan ciri khas kuat Arnold yang jujur dan apa adanya. Diperkuat dengan pemain yang mampu tampil begitu nyata dan tak dibuat-buat, Arnold berhasil menunjukkan kebintangan pemain debutan Sasha Lane yang bisa jadi berpotensi menjadi bintang besar ke depannya, juga dua nama yang cukup dikenal seperti LaBeouf dan Keough yang juga membaur dengan harmonis bersama pemain-pemain tak dikenal lainnya yang bisa jadi mampu tampil alami karena ditemukan Arnold di pinggiran kota dan benar-benar hidup sebagai tuna wisma. Begitupun dengan tembang yang begitu enak mengalun namun lebih dari sekedar musik latar dalam durasinya. Beberapa nomor lagu dari Rihanna, Lady Antebelum, Sam Hunt, Ciara hingga Bruce Springsteen menyempurnakan audio dari visualnya yang menggugah.

American Honey pada akhirnya berhasil memperlihatkan keelokan tersendiri dalam lingkungan kacau balau yang terlampau bebas, bagaimana para generasi Y menjalani hidup yang terlihat lepas dan menyenangkan namun terkadang masih merasakan kehampaan. Ditutup dengan lamunan Star di tengah pesta pora rekan-rekan sejawatnya, American Honey adalah jawaban kontemplatif atas keklisean film-film anak muda  dan kemapanan ala Hollywood yang memuakkan.

 

American Honey (2016)
8.0 Movienthusiast's
Summary
Salah satu film terbaik tahun ini, American Honey berhasil menyajikan potret para millenials dengan cara yang berbeda, orisinil, dan jujur dalam bertutur dengan kesederhanaanya yang tak dibuat-buat.
CERITA8
PENYUTRADARAAN9
AKTING8.5
VISUAL8
Comments

Populer Minggu Ini

Facebook

To Top