Features

20 Film Terbaik Movienthusiast 2015

#20. Song of The Sea | Tom Moore

song-of-the-sea-afi-fest

Dengan kombinasi dongeng klasik dan kualitas animasi sederhana namun penuh pesona dan emosi, susah untuk tidak jatuh hati kepada Song of The Sea. Sekali lagi Tomm Moore dan  studio Cartoon Salon-nya membuktikan bahwa mereka tidak boleh dianggap remeh di dunia per-animasian lewat kesederhanaan presentasinya yang punya kekuatan magis tersendiri.

#19. Kingsman: The Secret Service | Matthew Vaughn

Raining bullets

Ini bukan hanya sekedar adaptasi komik dengan bahan dasar dunia spionase berselimut ledakan enegi dari generasi tua-muda yang kompak, Kingsman: The Secret Service di bawah bimbingan seorang Matthew Vaughn menandakan lahirnya franchise action spy baru yang punya masa depan cerah selama ia masih mampu mempertahankan konsepnya yang asyik seperti ini.

#18. Steve Jobs | Danny Boyle 

Steve-Jobs-2015-Movie-Screenshot-Michael-Fassbender-Black-Turtleneck

Sebuah biopik out of the box yang berhasil mewakili spirit “Think Different” Apple dan tentu saja, Steve Jobs. Penyutradaraan enerjik Danny Boyle sukses berjalan mesra dengan kekuatan naskah Aaron Sorkin yang cerewet bukan main namun berbobot dan memikat. Sementara penampilan menawan Michael Fassbender membuat biopik dari orang paling berpengaruh di dunia teknologi modern ini semakin menggigit meski ruang lingkup yang dihadirkan begitu terbatas.

#17. Victoria | Sebastian Schipper

FEATURE

Mudah menyebut Victoria sebuah film yang sekedar menjual gimmick “One Take” semata, tetapi faktanya memang tidak mudah membuat film dengan gaya tidak biasa macam ini yang penuh dengan taruhan dan tantangan begitu tinggi. Meski mengalami penurunan di paruh keduanya, harus diakui Victoria adalah sebuah pencapaian sinematis fantastis.

#16. The Big Short | Adam McKay

bigshort4_1

Bukan jenis film yang mudah dikunyah dan ditelan begitu saja. Tema krisis perekonomian Amerika memang siap membuat otak malasmu terguncang, tapi tenang saja, The Big Short sebenarnya tidak sampai serumit itu karena Adam McKay dengan teknis penyutradaraan semi komedinya yang santai dan menghibur serta muatan informatifnya yang cukup detil sedikit banyak mampu memberimu pengalaman menonton sembari belajar yang menyenangkan.

#15. Clouds of Sil Maria | Olivier Assayas

544555fbd5fd2_CLOUDS-OF-SILS-MARIA-5

Alur pelannya diisi oleh sebuah kisah perjalanan menarik yang berujung dengan sebuah pertanyaan besar tentang realita dan fiksi tentang proses bintang paruh baya dalam berdamai dengan masa lalunya, diselingi dengan satir tentang dunia selebritis dengan segala suka dukanya. Namun yang paling  istimewa adalah performa kedua bintang utamanya. Bagaimana kombinasi tua-muda yang diwakili Juliette Binoche dan Kristen Stewart, bagaimana dinamika keduanya dalam memandang hidup dengan caran berbeda mampu memberi kekuatan terbesar buat Clouds of Sil Maria.

#14. It Follows | David Robert Mitchel

follows

Tidak banyak film yang tampil sesuai dengan hype besarnya, dan It Follows adalah salah satu yang sesuai atau bahkan melebihi ekspektasi. Dengan premis horor segar yang mengubah kutukan menjadi teror mengerikan sekaligus sebuah metafora berisi pesan-pesan sosial terselubung. Digarap dengan kekuatan teknis solid, It Follows bekerja dengan sangat efektif mengubah sesuatu yang normal menjadi ancaman mengerikan.

#13. Mencari Hilal | Ismail Basbeth

Melalui cara bertutur penuh kesederhanaan dalam balutan dialog-dialog natural, Mencari Hilal bisa begitu tampil memikat sejak menit pertama ia bergulir dalam tugasnya menyampaikan pesan-pesan besar tentang toleransi, keberagaman, perbedaan, dan pencarian jati diri dari dua karakter utamanya melalui perjalanan spiritual luar biasa. Dan yang terpenting, kamu tidak perlu menjadi seorang Muslim untuk dapat mengerti apa yang disampaikan Mencari Hilal, karena pada dasarnya ini adalah tontonan drama universal yang mampu merengkuh semua kalangan meski sepintas ia mungkin terkesan segmented.

#12. Spotlight | Tom McCarthy

(Left to right)Ê Rachel McAdams as Sacha Pfeiffer, Mark Ruffalo as Michael Rezendes and Brian dÕArcy James as Matt Carroll in SPOTLIGHT. Ê Photo credit:Ê Kerry Hayes / Distributor:Ê Open Road Films

Adaptasi kisah nyata dari sebuah Investigasi jurnalistik rasanya belum pernah digarap sebagus ini. Kombinasi ensamble cast, premis kontroversial dan penyutradaraan solid dari Tom McCarthy tidak hanya membuat Spotlight tampil begitu intens di sepanjang dua jam lebih durasinya namun inspiratif serta menggugah emosi.

#11. The Martian | Ridley Scott

the-martian-2015-review

Untuk film yang melabeli dirinya dengan “fiksi Ilmiah”, “Mars”  dan “Ridley Scott”, sulit dipercaya jika The Martian tidak memiliki alien ganas di dalamnya, tetapi tenang saja, sebagai gantinya Scott menghadirkan sebuah kisah bertahan hidup luar biasa yang megah namun sangat manusiawi dan lucu.

#10. The Lobster | Yorgos Lanthimos

lobster-movie-trailer

Ini adalah spesies romansa yang berbeda. Kombinasi premis aneh, komedi gelap, dan romansa unik penuh tragedi dan cinta dalam satu set dunia distopia ala Yorgos Lanthimos yang belum pernah kamu lihat sebelumnya. Mungkin tidak semua bisa menelannya bulat-bulat, tetapi di balik segala sisi nyelenehnya, The Lobster menyimpan sebuah subteks kompleks kemapanan cinta sejati dan pencariannya.

#9. 45 Years | Andrew Haigh

tumblr_o1byln9MfV1u9sz4to1_1280

Galau itu tidak memandang umur, bahkan pasangan paling lama pun bisa mengidap sebuah situasi sulit ketika masa lalu berlumur cinta lama datang dan perlahan merusak sebuah hubungan sempurna. Ya, di atas kertas 45 Years mungkin akan terdengar dan terlihat lambat dan membosankan dengan segala tema dan pemilihan karakter uzurnya. Tetapi percayalah ini adalah salah satu romansa dewasa paling kuat dalam hal menonjok emosi dengan cara yang manusiawi. Adegan dansa terakhir itu…….meremukan hati.

#8. Room | Lenny Abrahamson

maxresdefault (1)

Room akan memberimu sebuah pengalaman personal dan emosional menikmati sajian drama ibu dan anak yang berbeda dari yang pernah ada sebelumnya. Ini sebuah cerita pahit-manis tentang move on, cerita bagaimana berkenalan dengan dunia yang sama sekali baru dan mencari jalan kembali ke rumahmu.

#7. Mommy | Xavier Dolan

J8Dheif

Bisa jadi ini adalah salah satu drama ibu-anak terbaik yang pernah dibuat. Kombinasi epik berbagai gejolak emosi yang dipresentasikan dengan cara yang stylish sekaligus realis, efeknya dipastikan akan langsung menghujam ke jantungmu, membuatmu menangis dan tertawa, sedih dan bahagia, iba dan jengkel di saat bersamaan.

#6. The Hateful Eight |  Quentin Tarantino 

Old Western kedua dari Quentin Tarantino ini terasa begitu dingin dan sempit, disesaki dengan misteri kuat, penyutradaraan apik, parade dialog-dialog maut penuh makian dan canda hitam yang keluar dari mulut-mulut karakternya yang tajam dan tentu saja, darah dan kebrutalan ala Tarantino yang luar biasa.

#5. Amy | Asif Kapadia

amy-afp

Pendekatan intim yang dilakukan Kapadia di dua pertiga filmnya menghasilkan ragam lecutan emosi buat penontonnya. Ada kegembiraan ketika melihat Amy senang, ketika melihatnya tampil membawakan lagu-lagunya, kemudian ada rasa getir, iba dan sedih, bahkan sedikit kecewa ketika melihatnya jatuh dan tidak belajar dari kesalahannya namun tentu saja tidak ada yang mengalahkan sensasi heartbreaking luar biasa ketika Kapadia menutupnya dengan momen puncak menggetarkan yang sama-sama kita ketahui akhirnya.

#4. The Revenant | Alejandro González Iñárritu

151223_HIST_Revenant.jpg.CROP.promo-xlarge2

Durasi panjang, beberapa momen yang terasa repetitif dan visual suram dan puitis, The Revenant mungkin tidak akan bekerja maksimal dengan baik buat sebagian penontonnya yang mengharapkan ini akan menjadi tontonan drama survival konvensional. Tetapi buat saya ini adalah satu lagi pencapaian terbaik seorang Alejandro Iñárritu dan tentu saja Leonardo DiCaprio. Sebuah drama bertahan hidup epik nan tragis, getir, liar dan brutal, namun di saat bersamaan ada kecantikan dan emosi tumpah ruah yang menggelegar di balik setiap kesunyian yang dingin.

#3. Inside Out | Pete Docter & Ronnie del Carmen

Pictured: JOY. ©2015 Disney•Pixar. All Rights Reserved.

Pixar is back! Inside Out adalah roller coaster emosi, sebuah karya animasi jenius yang diolah dengan sama jeniusnya. Sebuah sajian animasi kelas atas yang mampu memberikan sebuah pengalaman coming of age personal luar biasa yang jarang kamu temui di animasi manapun.

#2. Mad Max: Fury Road | George Miller

dlt

Maximum madness! Tidak peduli kamu adalah penonton yang baru mengenal si gila Max atau veteran sekalipun, versi terbaru Mad Max yang masih digarap oleh bapaknya sendiri ini adalah  updgrade pencapaian teknis gila-gilaan dari pendahulunya, sebuah action sejati yang susah untuk tidak dicintai. Cepat, brutal, kotor sekaligus cantik, Mad Max: Fury Road adalah action movie terbaik  di 2015 atau mungkin salah satu yang terbaik sepanjang masa.

#1. Star Wars: The Force Awakens | J.J Abrams

Star Wars: The Force Awakens Ph: Film Frame © 2014 Lucasfilm Ltd. & TM. All Right Reserved..

Seri terbaik saga Star Wars setelah Empire Strikes Back. Ada sebuah keseimbangan luar biasa yang berhasil dibuat J.J Abrams di sini dari kombinasi karakter baru dan lama yang bersinergi sempurna dengan plotnya yang penuh penghormatan dan arah baru dan gemerlapnya spesial efek di setiap momen aksinya, menciptakan sebuah efek nostalgia nan emosional hebat buat para penonton veterannya sekaligus ampuh ‘menjebak’ penonton awam ke dalam saga yang baru saja memulai segalanya kembali.

 

 

 

Comments

Populer Minggu Ini

Facebook

To Top