Review – You Are The Apple of My Eye (2011)

Ching-Teng Ko:  “ In fact, when you really like a girl, you’d be happy for her. When you see her finding her Mr. Right,  you will want them to be together and to live happily ever after “

Kisahnya sudah pernah ada. Ini adalah cerita tentang masa-masa SMU yang konon dianggap menjadi salah satu fragmen kehidupan paling menyenangkan buat kebanyakan orang yang pernah merasakannya, termasuk cerita lain dibalik setiap buku-buku pelajaran, guru-guru galak dan ujian yang menyebalkan seperti cerita tentang persahabatan dan cinta, misalnya sekedar naksir kepada murid tercantik di kelasmu, seperti yang dilakukan 5 sahabat ini. Tapi diantara kelima remaja tanggung itu hanya Ko Ching-teng (Ko Chen-tung) yang beruntung berhasil mengambil hati Shen Chia-yi (Michelle Chen) yang pintar dan cantik itu, padahal Ching-teng sendiri adalah siswa bandel nan malas.

Pertanyaanya adalah apa yang membuat You Are The Apple of My Eye sampai menjadi film berbahasa mandarin terlaris di Hong-Kong, bahkan mampu mengalahkan keperkasaan Kung-Fu Hustle? Entahlah, mungkin saja karena ia sangat beruntung atau sederhana saja, karena film Giddens Ko ini memang bagus. Tapi bagus atau tidaknya itu memang relatif, buat saya, secara cerita tentang anak laki-laki bertemu dengan anak perempuan dengan setting SMU memang terlalu familiar, tapi mengingat ini bersetting di Taiwan yang notabene budaya dan pergaulan remajanya tidak berbeda terlalu jauh dengan kita You Are The Apple of My Eye menjadi terasa akrab buat saya atau siapa saja yang pernah merasakan manisnya masa-masa SMU itu, sama seperti yang sudah pernah dilakukan Thailand dengan A Crazy Little Thing Called Love-nya atau Indonesia dengan Ada Apa dengan Cinta?-nya, jujur saya menyukainya, apalagi  ini adalah sebuah semi-autobiografi yang diangkat dari cerita masa remaja Giddens Ko yang lalu dijadikannya novel berjudul  The Girl We Chased Together in Those Years  hingga kemudian ia nekad menjadikannya sebuah film layar lebar pertamanya.

Yang menarik, meskipun masih tergolong corny, narasinya tidak sampai berakhir begitu saja seperti sinopsis pendek di atas tapi berlanjut secara periodik di mulai dari flashback kemudian berlanjut dari tahun ke tahun, mulai masa SMU kemudian masa kuliah dan masa setelah itu yang kebanyakan diambil dari sudut pandang karakter Ko Ching-teng. Setiap bagian mengambarkan pasang surut hubungannya dengan Shen Chia-yi, dan bagaimana Ching-teng  terjebak dalam sifat kekanak-kanakannya itu. Tentu saja sebagai sebuah romansa remaja You Are The Apple of My Eye punya momen-momen menariknya, seperti kehidupan, ada yang manis, misalnya adegan-adegan yang melibatkan Chia-yi dan Ching-teng sampai yang konyol dan bodoh seperti banyaknya adegan-adegan masturbasi  dan  beberapa humor-humor jorok ala remaja pria yang beberapa diantaranya sedikit dipaksakan untuk lucu. Apa yang kemudian paling saya suka adalah bagaimana You Are The Apple of My Eye ini berakhir. Endingnya bagus, campuran antara realita pahit, kebahagian, kedewasaan dan kesedihan dengan sebuah momen kocak yang membuatnya terasa spesial.

Meskipun jauh dari kata sempurna namun You Are The Apple of My Eye bisa jadi sebuah drama romantis coming of age yang langsung membuat para penonton remajanya jatuh cinta. Cerita sederhana tentang pahit-manisnya cinta, kenakalan masa-masa SMU dan perjalanan mencari sebuah kedewasaan dengan sedikit komedi terhampar dengan baik di sepanjang 109 menit. Ditambah karakter- karakternya yang loveable plus ending yang membekas menjadikan You Are The Apple of My Eye sebuah tontonan menyenangkan buat siapa saja yang pernah merasakan manisnya apa itu yang disebut ‘cinta monyet’.

 

Leave a Reply

  1. Om hapi,,ukuran bajunya apa sih??? mo bawain oleh2 nih secara bulan juli pulkam,,, ya sekedar bales jasa selama ini selalu keep update dengan ulasan2 filmnya yg enak dibaca :lol:

  2. film yang lucu,sedih dan emosi nyampur jadi satu, difilm ini saya dibuat ngakak bercampur nangis tersedu2 :hammers :malu jadi inget ky masa2 skul dulu :p

  3. seeep nanti kalo mampir di hard rock grand cayman,,aye beliin kayanya bener tebakan ukurannya kalo diliat2 di profile picturenya :grin: tolong di email aja alamat lengkapnya om :mrgreen:

  4. suka banget sama pelem ini, udah nonton di lepi smpe 3 kali berulang2..
    dan gak nyangka aja itu si shen cia yi (michelle chen) umurnya udh 28 tahun, masih imut2 gitu wajahnya.. :*

  5. Filmnya keren, lucu dan banyak yg tak terduga.
    Btw, gak review film korea “silenced”? Filmnya bagus dan diangkat juga dr novel dan diadaptasi dr kisah nyata