
Florence Cathcart: ” Without science people don’t believe in nothing “
Inggris, 1921, Florence Cathcart (Rebecca Hall) adalah penulis buku dan pemburu hantu handal yang selama ini sukses menjadi momok menakutkan bagi para penipu-penipu yang mengaku diri mereka cenayang. Florance sendiri adalah wanita cerdas namun skpetis, ia tidak pernah percaya dengan hal-hal berbau suprantural termasuk agama dan kepercayaan tentang hidup setelah kematian, sampai kemudian ia kedatangan Robert Malory (Dominic West), guru dari sebuah sekolah asrama yang meminta bantuannya untuk meyelidiki kasus kematian misterius yang menimpan salah satu muridnya. Konon kematian bocah malang itu ada hubungannya dengan kemuculan hantu anak kecil. Siapa sangka dalam misinya kali ini Florence akan mendapatkan pelajaran setimpal dan rahasia-rahasia mengerikan yang akan merubah hidupnya.
Skeptisme yang dihadirkan oleh karkater Rebecca Hall pada awal-awal film, setelah openingnya yang menarik itu sebenarnya sudah langsung dapat menggambarkan bagaimana narasi horor produksi Inggris ini akan bergerak. Dari luar The Awakening mungkin terlihat seperti kebanyakan horor mainstream lainnya. Premis tentang pemburu hantu yang mencari pembuktian tentang eksistensi mahluk halus yang lalu kena batunya sudah pernah ada sebelumnya, seperti 1408 salah satunya, tapi sedikit yang sepertinya mampu memberikan keseimbangan antara teror dan pendalaman psikologis karkaternya, kebanyakan hanya sibuk memfokuskan diri mereka untuk menakut-nakuti audiensnya dengan segala momen-momen mengerikan dan penampakan-penampakan dedemit menakutkan, dan The Awakening bersama Nick Murphy bisa dibilang mampu memberikan keseimbangan itu walaupun tidak sempurna.

Kalau mau jujur, horor produksi BBC Films ini sebenarnya tidak terlalu menakutkan, setidaknya buat saya ia, tampak terlalu familiar, kejutan-kejutannya tampak terlalu teratur termasuk twist endingnya sendiri, seperti modifkasi dari yang pernah ada bahkan kita sudah bisa melihat bagaimana ia akan berkahir dari kejauhan. Mungkin hanya melihat bagaimana Floreance berkasi dengan segala peralatan retornyalah yang menjadikan The Awakening menarik dan tentunya juga konflik krisis keimanan dan psikologisnya, tapi bagaimanapun saya menyukai bagaimana Murphy menugaskan sinematografer Eduard Grau mengambil setiap gambar-gambarnya yang tidak hanya terlihat suram dan mengerikan dengan pemilihan tone kelabunya saja, tapi secara bersamaan juga tampak cantik dengan segala penempatan angle kameranya yang tidak biasa untuk ukuran horor. Dan juga masih ada Rebecca Hall yang mampu tampil prima di sepanjang 107 menit membawakan karakter kompleks Florence, wanita dengan masa lalu suram yang menjadikan profesinya sebagai pelampiasan dan wadah untuk menghadapi ketakutan terbesarnya dan mencari jawaban dari banyak pertanyaan-pertanyaan tak terjawab dalam hidupnya.
The Awakening punya cukup kesimbangan antara teror horor rumah hantu dan drama psikologis yang jarang dimiliki kebanyakan horor lainnya, tidak sampai terlalu menakutkan memang, bahkan harus diakui penyelesainnya yang terkesan mindbending itu juga termasuk dipaksakan, tetapi ketika Rebecca Hall mampu menghadirkan sebuah prenstasi karakter yang kuat dalam diri Florence Cathcart dengan performanya yang bagus yang sanggup menutupi beberapa kekurangan di dalamnya.
Rating: 








Movienthusiast Blogging and Discuss About Movies

untuk horor semacam ini.. saya rasa mirip sama film The Others.. endingnya pun hampir mirip, tapi jujur kalo film ini endingnya emg terkesan membingungkan,
beda dengan “The Others” yang mampu mengejutkan pass endingnya.. ternyata pemeran utamanyalah yang mlah jd hantu
kalau pendapat saya endingnya lebih mirip *SPOILER* Hello Ghost, kedua tokohnya sama2 lupa dengan kejadian buruk yg menimpanya waktu kecil dan ternyata hantunya itu malah adiknya sendiri
*SPOILER ALERT*
Yang sampai sekarang gue masih mikir tapi tidak ada teman berdebat adalah: apakah Florence di akhir film itu masih hidup atau sudah mati? Karena gue punya bukti pendukung pilihan ke dua hehe.
ah, menarik, coba kasih tau bukti pendukungnya donk sis, secara gw juga mikirnya Florance masih hidup gitu
*SPOILER ALERT*
pas scene terakhir, Florence lewat di deket si principal sampai denger principalnya ngomongin dia tapi si kepsek seperti sama sekali nggak liat. Terus orang lain seperti oblivious sama keberadaan dia kecuali Robert sama satu murid. Terus ada adegan di mana Robert jalan dengan Florence di sebelah kirinya, kemudian mereka jadi foreground gitu dan terlihat dengan blurry si robert lewat tapi di kirinya tidak ada siapa2, padahal Florence waktu itu pakai coat kuning yang sudah pasti terlihat walaupun blurry.
Demikian, hayo liat lagi scene terakhirnya hehe
wah, mesti nonton lagi nih endingnya :ngacir: