Review – Underworld: Awakening (2012)

Selene: This is a new war and it’s only beginning.

Peperangan antara vampir dan lycan (manusia serigala)  memang akan selalu abadi, Len Wiseman dan franchise Underworld ciptaannya tampaknya tahu benar soal itu, lihat saja tahun ini ia bersama Screen Gems kembali menghadirkan instalemen terbaru Underworld, kali ini diberi sub judul Awakening. Tapi yang kemudian menjadi kejutan terbesar bukanlah episode baru itu sendiri atau kemunculan duo sutradara baru Måns Mårlind dan Björn Stein asal Swedia yang ditunjuk Wismen untuk mengantikan posisinyanya sementara ia duduk santai di bangku produser atau bukan juga pengunaan perdana secara luas teknologi kamera RED EPIC 3d yang bahkan mendahului The Hobbit dan The Amazing Spider-man, tapi adalah kemunculan kembali si cantik Kate Beckinsale dengan latex hitam ketatnya sebagai Selene si vampir seksi nan mematikan paska Evolution lima tahun.

Apa yang terjadi di Awakening yang mengambil setting 6 bulan setelah Evolution adalah ras manusia yang kini mengetahui dan turut campur tangan di antara pertikaian dua spesies supranatural. Manusia lalu melakukan ‘pembersihan’ besar-besaran terhadap dua mahkluk yang dianggap berbahaya itu termasuk menangkap Selene dan ‘menidurkannya’ guna kepentingan penelitian. Dari sini kisahnya langsung melompat ke 12 tahun kemudian. Selene yang berhasil meloloskan diri laboratorium Antigen (tempatnya disekap) kemudian mulai menyadari bahwa ia kini telah menjadi seorang ibu.

Selain pengunaan 3D untuk pertama kalinya dan dua sutradara baru, sesungguhnya tidak banyak yang berubah di dunia Underworld. Formulanya masih sama seperti yang diusung oleh Wiseman di seri-seri pendahulunya, sebuah sungguhan action supranatural dengam mengandalkan sosok vampir heroin sebagai daya pikat utamanya. Soal bagaimana kualitas naskahnya sebetulnya tidak usah dipikirkan terlalu jauh, toh, franhcise Underworld memang tidak pernah menghadirkan sebuah jalinan kisah yang luar biasa tidak juga naskah Awekening yang bahkan sampai ‘dikeroyok’ 4 orang ini, malah kalau mau jujur ini menjadi seri Underworld dengan cerita yang paling buruk dan terlihat terlalu maksa untuk membuatnya tetap berlanjut ke seri-seri selanjutnya. Yah, padahal dengan memasukan sub-plot tentang kehadiran Eve (India Eisley) sebagai putri Selene seharusnya bisa membuat kisah Awakening  menjadi semakin menarik dan emosional, sayang hal tersebut tidak berhasil dimaksimalkan.

Oke, lupakan naskahnya yang lemah itu, karena saya senang melihat Kate Beckinsale kembali. Sungguh ia sudah membuat Awekening menjadi keren, setelah sebelumnya Rhona Mitra sempat menggantikannya di Rise of the Lycans 3 tahun lalu, dan jujur saja sensasinya jauh berbeda. Lihat saja bagaimana aktris Inggris berusia 39 tahun ini terlihat begitu hebat dan tangguh di setiap scene pertarungan brutal yang melibatkannya tanpa atau dengan senjata tanpa harus kehilangan pesona kecantikan dan keseksiannya apalagi mengingat karakternya kini tapil jauh lebih kuat dengan kemampuan  ‘Vampire-Corvinus‘-nya yang sedikit banyak sudah mengingatkan saya pada karakter Alice dalam franchise Resident Evil.

Sayang meskipun terlihat lebih keras dan brutal ketimbang seri-seri terdahulu, untuk bagian aksinya sendiri Måns Mårlind dan Björn Stein tidak pernah mampu membuatnya benar-benar mencapai titik puncak, yang ada malah terlihat kosong dibalik segala gambar-gambar dan efek slowmotion cantiknya, termasuk adegan klimaks di saat Selene berhadapan dengan Quint Lane, si lycan raksasa yang seharusnya bisa tampil lebih nendang lagi.

Masih sama seperti yang sudah-sudah, masih ada perang antara vampir penghisap darah dan manusia serigala jadi-jadian, momen-momen pertarungan keren, Underworld: Awakening tidak banyak menarkan inovasi yang mengesankan, termasuk naskahnya. pengunaan teknologi 3D termuktahirnya atau juga penyutradaraan dari Måns Mårlind dan Björn Stein . Yah, untung saja ada Kate Beckinsale yang kembali hadir menolong franchise ciptaan suaminya ini untuk tidak sampai terpuruk lebih dalam lagi.

Rating: ★★★★★★½☆☆☆ 


Tentang Penulis

Hary Susanto Telah Menulis 287 artikel di Blog ini.

A Movienthusiast, movie reviewer, dvd collector, download geek, a -still trying to be good-husband and father from two great kids in the world

Leave a Comment


[+] kaskus emoticons nartzco