
Happy New Year! Ah, akhirnya kita sampai juga di tahun yang baru, tentu saja banyak hal yang terjadi selama tahun 2011 lalu, salah satu tahun yang luar biasa bagi dunia perfilman karena banyak ditandai dengan kemuculan film-film bagus, memang tidak semua memang bisa hadir di bioskop tanah air, khususnya film luar karena permasalah pajak impor yang mendera hingga pertengahan tahun lalu dan membuat pasokan film-film Hollywood yang tergabung dalam MPAA tersendat, tapi toh banyak jalan menuju Roma, selalu ada cara lain untuk menonton film bagus, tidak harus lewat layar bioskop, tidak harus melulu menonton film produksi studio-studio besar Holywood karena banyak juga film ‘kecil’ lain yang juga tidak kalah bagusnya seperti beberapa diantaranya yang sudah kami rangkum dalam daftar film-film terbaik 2011 versi kami, sekali lagi ini versi kami, jika film favorit anda tidak ada di sini, bukan berarti tidak bagus, mungkin kami belum sempat menontonnya
. Enjoy!
PS: Klik gambar untuk melihat ulasan penuh
Tidak peduli usia, cinta itu memang luar biasa, mampu membuat seseorang menjadi gila dan bodoh. Ya, ini jelas salah satu komedi romantis yang paling menghibur tahun ini, dan duo Gleen Ficarra dan John Requa tahu benar bagaimana mempimpin ensemble castnya dan menghadirkan salah satu klimks paling hebat tahun ini dengan cara yang pintar.
Duncan Jones did it again! Setalah Moon yang mengetarkan itu, Jones kembali membuat sebuah sci-fi techo thriller yang tidak kalah bagusnya dan tidak kalah pintarnya. Tentu saja membutuhkan konsentrasi ekstra untuk menontonnya. Banyak kejutan yang membuat anda untuk tetap terjaga, walaupun pada akhirnya ia tidak sampai serumit itu.
Verbinski rupanya tidak hanya piawai mengarahkan Jhonny Deep dalam wujud manusianya, tapi juga dalam sosok bunglon bermulut besar yang dalam petualangan bergaya old western untuk mencari air dan jati diri di panasnya gurun pasir Nevada. Ya, dalam balutan animasi hebat, karakter-karakter unik dengan penampilan jauh dari cute yang mungkin membuat anak anda bermimpi buruk, guyonan-guyonan cerdas, Rango tampil sebagai animasi yang solid di semua aspek.
Sebuah restart yang hebat untuk saga para mutan Marvel. Matthew Vaughn sudah mengejarkan pekerjaan rumahnya dengan sangat baik dalam menghadirkan sejarah berdirinya X-men dan Brotherhood of The Mutants termasuk kisah para tokoh-tokoh hebat di balik dua kubu mutan yang nantinya akan saling bertikai itu dengan setting perang dingin dan jajaran pemainnya yang bagus.
Lagi-lagi sebuah prekuel yang luar biasa hadir tahun ini. Tidak sampai semengejutkan Planet of The Apes memang, tapi ia jelas jauh lebih bagus dan lebih laris daripada remake Tim Burton yang mengecewakan itu. Sebuah tontonan sci-fi yang mengasyikan dan dipenuhi dengan hingar bingar spesial efek supper canggih, membuat Andy Serkis benar-benar terlihat seperti Simpanse ha.ha.ha.
Thriller politik paling cerdas, berani dan juga paling rumit tahun ini dari seorang George Clooney dengan segala tetek bengek istilahnya yang mungkin memabuat penontonnya mengelengkan kepalanya tidak mengerti, termasuk bagaimana trik-trik jitu dari yang paling sopan sampai yang paling kotor dari para manusia-manusia berjas mahal itu dalam rangka merebut kursi pimpinan paling tinggi di Amerika Serikat. Lagi-lagi ada Ryan Gosling yang bermain bagus disini.
Menjadi penutup sempurna dari franchise paling hebat dekade ini. Jelas ini adalah bagian terbaik dari semua serinya. Seru, emosional dan tetap menegangkan terlepas and adalah pembaca setia novlenya atau sekedar penonton biasa dan tentu saja ada sebuah kesedihan disini disaat Yates melepas saga yang sudah menemani kita selama 10 tahun ini.
Naskah juara dari Will Reiser dan Joseph Gordon-Levitt adalah bintang di sini yang mampu melebur sempurna dalam penyutradaraan apik dari Jonathan Levine membuat 50/50 tidak hanya sukses membuat anda tertawa dengan joke-joke gelap-segarnya, kisah persahabatan dan sedikit romansanya. Ya, tidak selamanya film tentang penderita kanker itu harus berakhir menjadi sebuah melodrama cengeng.
Temanya boleh saja terlihat berat, tapi siapa yang menyangka bahwa ia ternyata mmapu menjadi suguhan drama begitu mudah ringan untuk dinikmati. Sebuah feel good movie inspirasional dan juga menghibur tentang perjuangan para pembantu rumah tangga kulit hitam dalam usaha mereka memperoleh kesetaraan hak yang diisi dengan dukungan ensemble cast wanita paling mengesankan tahun ini.
Mel Gibson menjadi ayah dan suami ‘gila’ dengan boneka berang-berang yang bisa berbicara, dengan logat Inggris kental pula, tentu saja hanya seorang Jodie Foster yang berani menghadirkannya tahun ini. Ya ini adalah sebuah drama keluarga dengan tema nyeleneh dan bagi kebanyakan orang dianggap terlalu berlebihan, tapi ini juga sebuah drama depresi dengan balutan komedi hitam yang bagus dan menyentuh, sebuah drama tentang penyembuhan diri dan perdamaian dengan masa lalu yang melebur sempurna dengan akting Mel Gibson yang jempolan.
Sudah lama tidak melihat film tentang baseball yang bagus, dan Moneyball menjawab kekosongan itu dengan menghadirkan sebuah biopik hebat dan berkesan. Tidak perlu menjadi fans baseball untuk dapat menikmatinya, biarkan naskah Zaillian-Sorkin dan penyutradaraan Bennett Miller mengajari anda, yah, siapa tahu saja anda bisa mulai menyukainya dari sini, apalagi ada Brad Pitt yang tampil fantastis disini sebagai seorang GM karismastik.
Aktis terbaik, sutradara terbaik dan film Indonesia terbaik, ya, tiga piala Citra itu tampaknya sudah lebih dari cukup untuk menggambarkan bagaimana kedahsayatan Sang Penari, sebuah romansa berlatar belakang sejarah kelam Indonesia dan budaya Rongeng kental yang mengetarkan plus dukungan teknis yang nyaris sempurna.
Warrior dengan segala pertarungannya yang keras, brutal dan kejam, sekejam tatapan sinis Tom Hardy disini ia tetap adalah sebuah drama olahraga-keluarga yang ‘lembut’ dan penuh emosi, tidak sedikit yang menyebutnya cengeng yang sanggup membuat penontonnya tenggelam dalam drama serta rangakaian momen adu jotosnya yang hebat, lihat endingnya yang luar biasa itu, hanya manusia yang tidak punya hati yang tidak tersentuh.
Melodrama scifi-horor cantik ala Pedro Almodóvar yang tidak ada duanya. Tidak ada jeritan dan kengerian berlebih yang tampak secara kasat mata, tapi ada sesuatu di dalamnya yang sanggup membuat penntonnya terkejut bahkan bergidik disaat sutradara berambut putih ini menyibak setiap misterinya dalam balutan peyutradaraan dan narasi kuat yang merambat pelan dengan elemen suspensenya disetiap menit. Awas, twistnya bisa ‘menampar’ keras anda.
Ya, luar biasa memang karya Dardenne satu ini, di balik kesederhanaan permisnya mereka mampu menghadirkan sebuah narasi coming of age bocah 11 tahun yang hebat dengan teknis penyutradaraan gemilang dan performa hebat dari aktor ciliknya. Sebuah dongeng realistis dengan hati yang besar.
Ya, siapa yang menyangka jika We Need to Talk About Kevin bisa menjadi tontonan ‘horor’ domestik yang begitu menakutkan dan begitu menyayat hati, khususnya bagi setiap orang tua atau juga bagi mereka yang berencana menjadi orang tua. Ramsey dengan cerdas menghadirkan kengerian tanpa wujud di setiap adegannya, bermain-main melalui imajinasi penontonnya melalui narasi tumpang tindih, aroma depresif kental dan performa hebat Tilda Swinton.
Gaya film aksi 80 an termasuk soudntracknya yang keren dan penampilan sosok Ryan Gosling sebagai supir jagon nan misterius dengan jaket bercorak kalajengkingnya rupanya sanggup mempesona banyak penontonnya, padahal ia bukan tipe film aksi yang glamor dan meledak-ledak, sebaliknya, Nicolas Winding Refn membalutnya dengan teknis arthouse yang kental, sedikit lambat, minim dialog dan porsi kekerasan cukup tinggi. Adegan dalam lift itu adalah juaranya di sini.
Tidak terlalu berlebihan jika saya kemudian menyebut The Tree of Life adalah mahakarya agung, sebuah puisi bergerak dan perjalan spiritual dari seorang pujangga hebat bernama Terrence Malick yang dibalut dengan teknis sinematik nyaris sempurna. Ya, ini memang adalah sebuah drama arthouse berat dan sukar untuk dicerna, tapi seperti yang sudah pernah saya katakan, jangan berfikir terlalu keras untuk memahaminya, rasakan saja karena selama anda masih punya hati saya jamin tangan hanat Malick akan mampu menyentuh anda dari dalam dengan caranya yang tidak biasa itu
Dibuka dan diakhir dengan luar biasa, itulah A Separation, sebuah drama tentang perpisahan dalam sebuah keluarga menengah Iran yang juga membahas arti lain dari nilai-nilai kejujuran yang mampu berjalan berdampingan dengan manisnya dengan elemen-elemen agama, moralitas, sosial bahkan court room drama sekalipun tanpa harus berat sebelah, tanpa terlihat overdramatis, Ya, semuanya itu disajikan dengan naskah dan penyutradaraan brilian oleh Asghar Farhadi
Saya mungkin bukan penggemar nomor satu dari balapan jet darat Formula One, atau khususnya Aryton Senna, tapi siapa yang mengria bahwa dokumenter garapan Asif Kapadia ini sungguh mampu memberikan sensasi luar biasa, membuat saya serasa begitu dekat dengan sosok pembalap legendaris asal Brasil itu, melihat bagaimana kehidupan dan kariernya melalui ratusan jam footage-footage dan narasi dari orang-orang terdekatnya yang diedit sempurna.
































waduh baru 10 doank nih dr list yg sdh d garap…
btw senna bukannya film 2010 yah ?
2011 kok rilis internasionalnya
The Perfect House?

ada apa dengan the perfect house?
Ko ga masuk? Kirain itu termasuk bkal termasuk jg.
ngga lah, filmnya biasa aja kok
penasaran ama a separation tp kuota abis buat donlot (malah curhat)