
” This is a story about a kid and his bike and their journey to find love “
Saya sangat menyukai The Child (L’Enfant), drama garapan Dardenne bersaudara itu sungguh telah memberikan tontonan luar biasa dibalik segala kesederhananya bertutur, dan tahun ini keduanya melakukannya lagi di film terbaru mereka. Yap, The Kid With a Bike masih setali tiga uang dengan The Child atau mungkin banyak film-film Dardenne lainnya, simpel, emosional, minim scoring dan banyak dihiasi dengan scene-scene panjang, keduanya juga sama-sama menghadirkan cerita tentang sosok ayah tidak bertanggung jawab yang sampai hati menyiayiakan buah hati mereka, dan kebetulan sosok ayah di kedua film tersebut juga diperankan oleh aktor langganan duo Dardenne, Jérémie Renier. Dan entah kebetulan atau tidak The Kid With a Bike seakan-akan seperti sebuah sekuel ‘halus’ dari The Child, anda bisa saja menghubungan kedua ceritanya dan masih terasa masuk akal, hanya kali ini Jean-Pierre dan Luc Dardenne membuatnya lebih ‘ceria’ dan ringan ketimbang The Child yang berat dan depressing itu.
Jadi ada Cyril (Thomas Doret) di sini, bocah 11 tahun ini tidak percaya mendengar kabar bahwa ayahnya sudah diam-diam pergi meninggalkannya begitu saja di sebuah panti asuhan, bahkan juga tega sampai menjual sepeda kesayangannya. Cyril kemudian tanpa sengaja bertemu Samantha (Cécile De France), wanita penata rambut yang bersimpati kepadanya. Samantha juga adalah orang yang kemudian berhasil menemukan kembali sepeda Cyril dan mengijinkan bocah itu untuk tinggal bersamanya setiap akhir pekan sembari mencari keberadaan sang ayah

Seperti yang sudah saya tulis diatas, premisnya sederhana, tapi film pemenang Grand Prix dalam ajang Cannes tahun ini bukan sekedar kisah seorang anak mencari ayahnya, saja ia menjadi begitu menarik karena Dardenne bersaudara juga mengkesplorasi karakter kompleks Cyril yang dibawakan dengan fantastis oleh aktor cilik Thomas Doret itu. Cryil mungkin terlihat seperti seorang bocah autis yang keras kepala dan susah diatur, terkadang membuat kita jengkel dengan kelakuannya yang labil dan liar itu, tapi menariknya ada sisi lain Cyril yang juga membuat kita bersimpati dan memaklumi bahwa ia hanyalah anak kecil yang senang bersepeda yang kekurangan cinta dan perhatian, ia juga korban dari sebuah keluarga broken home, terlebih lagi Dardenne begitu piawai mengajak penontonnya untuk begitu dekat dengan Cyril melalui banyak long shot rumit yang senantiasa setia mengikuti gerak-gerik bocah yang selalu memakai baju merah itu di sepanjang 87 menit durasinya, melihatnya berlari kesana kemari, bersepeda, berbelanja, berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya sampai disaat emosinya sedang meledak-ledak karena merasa tidak lagi nyaman.
Rating: 














waduh,,pelem bgus gini gk ada yg coment..
,,(sabar2),,
sumpah 20 menit pertama pengen bgt
btw ada gk yah orng kya samantha skrng2 ini?
maklum aja, kebanyakan penonton Indo mana mau nonton film drama Perancis
orang seperti Samantha pasti adalah, cuman ya itu, jarang banget
salut bgt pas mw nerima lgi c cyril..kirain bakal tegang lagi,,secara…