Review – A Separation / Jodái-e Náder az Simin (2011)

Nader: What is wrong is wrong, no matter who said it or where it’s written.

Perceraian adalah jalan yang akhirnya terpaksa dipilih Simin (Leila Hatami) ketika suaminya, Nader (Peyman Moaadi) mati-matian tidak mau pindah dari Tehran bersamanya, seperti yang digambarkan dalam sebuah adegan perdebatan hebat dalam ruang pengadilan di awal film. Ya, Nader memang keras kepala, tapi seperti yang sudah dikatakannya, ia punya seribu alasan kuat untuk menolak ajakan istri yang sudah hidup bersamanya selama 14 tahun dan juga memberinya seorang putri cantik, Termeh (Sarina Farhadi), salah satu yang paling utama karena ia adalah anak yang berbakti, tidak mau meninggalkan ayahnya yang tua bahkan mungkin tidak mampu lagi mengenalnya karena Alzheimer akut. Tapi mungkin yang tidak diketahui keduanya adalah apa yang terjadi kemudian akibat keputusan yang mereka ambil itu, tidak hanya berdampak besar bagi keluarga kecil mereka, namun juga bagi keluarga Razieh (Sareh Bayat), pembantu rumah tangga religius kelas bawah yang nantinya akan dipekerjakan Nader untuk merawat ayahnya.

A Separation serupa tapi tak sama seperti film terakhir Asghar Farhadi, About Elly 2009 lalu. Keduanya sama-sama bercerita soal keluarga menengah Iran pada era modern, keduanya sama-sama menjadi perwakilan Iran untuk bertarung di ajang Oscar tanpa dukungan pemerintahnya, keduanya juga sama-sama drama yang bagus, bedanya Jodái-e Náder az Simin akan lebih memfokuskan dirinya pada masalah rumah tangga dua karakter utamanya, sebuah masalah sehari-hari yang mungkin terlihat simpel dari luar, tapi kemudian berkembang menjadi luar biasa menarik ketika dalam perjalannya Farhadi turut menyeret konflik lain kedalam narasinya membuatnya menjadi penuh sesak dengan masalah-masalah ‘berat’ seperti agama, dilema moral, pilihan-pilihan sulit, nilai-nilai sosial sampai masalah hukum yang disajikan dengan sangat jujur seperti juga kejujuran yang akan banyak disorot disepanjang kurang lebih dua jam durasinya, semua tersaji dengan tensi yang terjaga apik  sama sekali tidak terasa membosankan, apalagi ketika Farhadi mulai menghadirkan beberapa twist hebat di penghujung ceritanya.

Saya menyukai bagaimana Farhadi menghadirkan setiap frame demi framenya dalam balutan visual sederhana yang hampir seluruhnya di shoot hanya melalui kamera gengam bahkan tanpa iring-iringan musik latar sekalipun membuatnya terasa begitu realistis, begitu intim dan begitu personal, sampai-sampai dengan mudah penontonnya dapat merasakan kegundahan yang dialami kelima karakter utamanya. Dan jika berbicara soal karakternya, A Separation menawarkan sebuah studi karakter hebat, Farhadi yang sebelumnya sempat dicekal tidak boleh membuat film lagi oleh pemerintah Iran 2010 lalu mengajak penontonnya menyelami sifat-sifat karakternya, mulai dari fisik sampai kepribadian mereka dengan cara yang mudah, coba lihat Simin, ia tipe wanita Iran modern yang tidak mau terkekang dalam aturan-aturan Agama, terlihat dari penampilannya  seperti rambut yang dicat merah, cara berpakaian sampai keinginannya yang luar biasa untuk segera pindah dalam rangka mencari kehidupan yang konon lebih baik, sedangkan Nader adalah pria keras kepala dengan ego yang begitu besar, kukuh mempertahankan pendapatnya seperti terlihat dalam sebuah momen tanya jawab soal bahasa dengan putrinya Nadar malah menyalahkan guru Termeh yang dianggapnya salah mengajar yang nantinya akan membuat dirinya sendiri susah. Nadar sendiri adalah tipe bocah 11 tahun yang naif, karakternya seakan-akan menjadi metafora kejujuran dan dilema moral disini karena mau tidak mau ia harus dihadapkan pada rentetan pilihan-pilihan sulit. Selanjutnya ada Razieh, nah, wanita satu ini seperti mewakili pihak religius yang kemudian terpaksa harus bergumul dengan hal-hal yang diharamkan oleh agamanya karena desakan ekonomi, lihat saja ia sampai-sampai harus bertanya kepada orang lain apakah dirinya boleh membersihkan seorang pria yang bukan muhrimnya. Tidak ada karakter yang benar-benar suci atau pendosa disini karena Farhadi dengan cerdasnya membawa mereka ke wilayah ‘abu-abu’, sama jahat dan sama baiknya disaat bersamaan, memaksa penontonnya untuk berada dalam posisi dilematis memihak kepada siapa, yang pasti disini semua karkaternya harus menderita karena mempertahankan ego dan kehormatan mereka masing-masing dan itu menjadi bagian paling kuat dari satu-satunya film Iran yang berhasil meraih penghargaan ‘beruang emas’ dalam  festival film Berlin tahun ini.

Dibuka dan diakhir dengan luar biasa, itulah A Separation, sebuah drama tentang perpisahan dalam sebuah keluarga menengah Iran yang juga membahas arti lain dari nilai-nilai kejujuran yang mampu berjalan berdampingan dengan manisnya dengan elemen-elemen agama, moralitas, sosial bahkan court room drama sekalipun tanpa harus berat sebelah, tanpa terlihat overdramatis, Ya, semuanya itu disajikan dengan naskah dan penyutradaraan brilian oleh Asghar Farhadi menjadikan A Separation masterpiece dari sutradara asal Iran itu dan salah yang terbaik tahun ini. Bravo! Bravo!

 

Rating: ★★★★★★★★★☆ 

Tentang Penulis

Hary Susanto Telah Menulis 288 artikel di Blog ini.

A Movienthusiast, movie reviewer, dvd collector, download geek, a -still trying to be good-husband and father from two great kids in the world

Leave a comment ?

11 Comments.

  1. setuju, emang bagus nih pelm …

  2. perasaan agama k mengekang mengecat rambut merah deh, dan penampilan’a juga biasa aja sopan,,

    over all nice review,,mmng bgus film’a

    :mrgreen:

  3. haaiii…

    salam kenal yah…
    penasaran sama film ini menang oscar, rating imdb tinggi (8,7)…
    tapi aku cari2 film ini kok ngga pernah nemu yah?

    any suggestion nyari film ini dimana yah?

    thanks

    • Setau saya memang gak keluar dvd bajakannya, dulu saya juga donlot kok, tapi sekarang sudah banyak link yang mati. Atau coba cari dvd originalnya di amazon?

      btw. Salam kenal juga :D

      • halo mas…

        makasi masukannya mas :)
        udah nyari di amazon
        ada sih, tapi penjualnya ga bisa kirim ke indo (soalnya barang ini ngga supported by amazon, jadi barang ini dijual langsung sama seller nya hehehhe)

        Yah mudah2an dalam waktu dekat ada yang jual di amazon ataw ebay dan bisa kirim ke indo…

        thanks yah mas :)

  4. iya mas sayangnya begitu :cry:

    mudah2an bisa nemu film ini hehehheh…

Leave a Comment


[+] kaskus emoticons nartzco