Review – 50/50 (2011)

Adam: ” That’s what everyone has been telling me since the beginning. “Oh, you’re gonna be okay,” and “Oh, everything’s fine,” and like, it’s not… It makes it worse… that no one will just come out and say it. Like, “hey man, you’re gonna die.” “

50/50 adalah peluang hidupmu jika kamu adalah penderita kanker ganas bernama rumit, schwannoma neurofibrosarcomas (baca: kanker sumsum tulang belakang). “Bukan presentase yang buruk, dan kamu akan baik-baik saja, bahkan jika kamu sebuah mainan di kasino, peluangmu lah yang paling baik” kata Kyle (Seth Rogen) membesarkan hati sahabatnya, Adam Lerner (Joseph Gordon-Levitt), penulis acara radio yang baru saja ‘dihancurkan’ oleh diagnosa dokter yang memvonis keluhan punggung yang menganggunya akhir-akhir ini akibat dirinya mengidap penyakit mematikan itu, padahal dirinya masih berumur 27 tahun, punya hidup bagus dan pacar cantik (Bryce Dallas Howard) namun tampaknya kematian sudah begitu dekat di hadapannya.

Kalau mau jujur, 50/50 sebenarnya punya elemen ‘tearjerker’ yang mengalir deras dalam pembuluh darahnya, tapi tunggu dulu, ini tidak seperti film tangis-tangisan tentang penyakit kanker serta kematian menyedihkan dengan aroma melodrama mendayu-dayu di dalamnya seperti yang sering anda temui di kebanyakan drama cengeng Korea Selatan atau sinetron-sinetron murahan Indonesia, semua tidak lain dan tidak bukan karena asupan naskah bagus dari Will Reiser, penulis yang juga sahabat dekat Seth Rogen ini mampu menghasilkan skrip cerdas tentang suka duka pengidap kanker yang konon diadapatasi bebas dari pengalaman Raiser sendiri disaat menghadapi kanker sumsum tulang belakang yang kemudian dimodifikasinya dalam balutan komedi, menjadikan menonton drama milik Summit Entertaiment ini adalah  sebuah pengalaman menarik, dan sepert seperti judulnya ia akan memberikan kita  proporsi seimbang, 50% tawa dan 50% keharuan yang mungkin mampu membuat kita tertawa dalam kesedihan dan menangis dalam humor gelapnya yang mungkin terkesan tidak sesuai pada tempatnya, tapi itulah hebatnya film ini, ia seakan-akan mampu menertawakan kematian yang mengerikan itu.

Selain melihat perjuangan hidup Joseph Gordon-Levitt yang memerankan dengan sangat impresif karakter Adam yang depresi, bahkan disini ia membotaki sendiri rambutnya dalam sebuah adegan yang penuh dengan improvisasi hebat, 50/50 bisa saja menjadi sebuah film tentang persahabatan, keluarga atau mungkin drama romantis, tapi untunglah baik Raiser maupun Jonathan Levine sang sutradara memilih untuk memfokuskan segalanya pada karkater Adam seorang, sementara persahabatannya dengan Kyle yang menjadi sumber kekocakan menghibur, hubungan orangtua-anak antara Adam dan ibunya yang dibawakan oleh akris senior Angelica Huston hingga romansa canggung-menarik Adam dengan sang psikiater cantik, Katie (Anna Kendrick) dibiarkan menjadi sub plot pendukung yang mampu berjalan begitu manis  dengan kisah anak manusia dalam menghadapai penyakit mengerikan bahkan kematian.

Naskah juara dari Will Reiser dan Joseph Gordon-Levitt adalah sang bintang  di sini yang mampu melebur sempurna dalam penyutradaraan apik dari Jonathan Levine  membuat 50/50 tidak hanya sukses membuat anda tertawa ringan dengan joke-joke gelap-segarnya, namun juga mampu ‘menyentil’ hati anda ketika melihat bagaimana suka duka pengidap kanker dalam bertahan hidup yang tersaji dengan sangat baik disepanjang 100 menit durasinya. Ya, ini adalah film yang bagus.

 

Rating: ★★★★★★★★☆☆ 

Tentang Penulis

Hary Susanto Telah Menulis 288 artikel di Blog ini.

A Movienthusiast, movie reviewer, dvd collector, download geek, a -still trying to be good-husband and father from two great kids in the world

  1. Iya bener, tearjerker juga ujung2nya. Film drama ttg kanker versi brotherhood :razz:

  2. Suka banget sama film ini. lucu + menyentuh tanpa harus lebay. Keren!

  3. c kyle gokil…bestfriend sejati :2thumbup

  4. knp musti happy ending ya … jd kurang nonjok …hihihi

    anyway….

  5. halah… belum kelar comment malah klik submit

    anyway… setuju ama review and rate nya :2thumbup

  6. justru kalau sad ending malah cheesy banget :D

  7. like.. like.. like.. !! :smile:

Leave a Comment


[+] kaskus emoticons nartzco