Review – The Perfect Host (2011)

Warwick Wilson: ” You can’t kill me, I’m having a dinner party ”

Hari itu tampaknya bukan harinya John Taylor (Clayne Crawford) dalam karir kriminalnya. Rencana hebatnya untuk melarikan diri paska merampok sebuah bank rupanya tidak berjalan mulus. Selain identitasnya sudah diketahui dan disebar di berita-berita televisi oleh para pihak berwajib, termasuk mobil yang dikendarainya John juga mengalami luka cukup serius di salah satu kakinya dan memaksanya untuk segera mencari tempat persembunyian yang pada akhirnya membawa John ke kediaman seorang pria bernama Warwick Wilson (David Hyde Pierce) dengan berpura-pura menjadi teman dari sahabat Warwick. Untuk seketika Jhon sepertinya berhasil memperdaya Warwick dengan segala bualan yang dibuatnya, masalahnya John tidak pernah menduga bahwa tuan rumah yang tampak normal, bahkan terlihat lemah gemulai itu bukanlah laki-laki biasa, dan ketika John mulai menyadarinya semua sudah terlambat, Warwick telah mempersiapkan jamuan makan malam terakhir buat dirinya.

Apa yang saya suka dari thriller indie garapan sutradara dan penulis naskah asal  Australia, Nick Tomnay ini adalah bagaimana ia mampu menyimpan rapat-rapat kisahnya dan dengan sangat baik menyembunyikan setiap kejutan-kejutan didalamnya. Tidak peduli anda sudah mengetahui siapa yang kemudian menjadi tokoh antagonisnya dari posternya,  The Perfect Host tidak pernah berhenti menghadirkan belitan dan kelokan di setiap menitnya, setidaknya itulah yang saya rasakan di 2/3 filmnya. Tomnay sudah sukses menghadirkan sebuah kisah thriller psikologis yang menarik, menjaga kadar suspensenya dengan baik, memanfaatkan dengan maksimal keterbatasan tempat dan karkaternya dengan dukungan dialog-dialognya yang kuat dan jauh dari menjemukan termasuk juga tidak ketinggalan menyelipkan bumbu komedi hitam didalamnya sebagai bagian penting untuk meramaikan hingar bingarnya pesta ‘sinting’ yang diselengarakan oleh Warwick dikediamannya yang mewah itu.

Sayangnya, seperti yang sudah saya ungkapkan diatas kekuatan The Perfect Host hanya berlangsung di 2/3 durasinya- termasuk didalamnya karakter hedon mengerikan yang berhasil dilakoni dengan cemerlang oleh David Hyde Pierce,  karena selepas itu Tomnay seperti terlalu kelewat percaya diri membiarkan ceritanya berkembang lepas kendali, seperti ‘senjata makan tuan’ yang pada akhirnya malah ‘menghancurkan’ apa yang telah dibangun dengan sangat baik di awal hingga pertengahan film sebelumnya, sebuah (anti) klimaks yang bodoh, niatnya sih ingin membuat sebuah penutupan yang mengejutkan buat penononnya, tapi sayang tidak berhasil. Harusnya Tomnay bisa mengakhirnya dengan cara ‘normal’ yang jauh lebih baik ketimbang terkesan dipaksakan seperti ini.

The Perfect Host sesungguhnya punya segalanya untuk menjadi sebuah thriller psikologis yang hebat. Naskah yang kuat, dukungan akting hebat dari dua aktor utamanya, ketengangan yang terjaga dan terus meningkat, tapi sayang tidak adanya adegan yang kelewat mengerikan dan terlebih lagi ia harus menderita cukup hebat di penghujung ceritanya dengan segala twist yang kebablasan membuat Tomney harus belajar lebih banyak lagi untuk dapat menghasilkan karya yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Rating: ★★★★★★★☆☆☆ 

About Movienthusiast

"Beri Komentar"

One comment

  1. iya sayang nih pas udah mau ending malah garing :???:

Leave a Reply

Scroll To Top