![]()
” On January 9th 2009, 5 college students left New York City for a weekend in the country. 48 hours later, all 5 students simply vanished without a trace. There were no leads and no evidence…until now “
Bagimana jadinya jika elemen-elemen yang ada dalam film horor terkenal macam Jeepers Creepers, The Blair Witch Project dan Paranormal Activity di mix menjadi satu? Jawabannya adalah Evil Things, tapi tunggu dulu, lebih baik anda jangan terlalu berharap banyak jika debut film panjang Dominic Perez ini bisa tampil semengerikan ketiga film tersebut mengingat selain premisnya sendiri sudah terbilang ‘basi’ Perez juga tidak bisa memaksimalkan segala potensi yang seharusnya bisa membuat mocku horor found footage ini menjadi lebih baik.
Untuk kisahnya sendiri Evil Things terlihat mirip dengan The Blair Witch Project dimana dari awal kita sudah berusaha diyakinkan dengan bukti dari badan penyelidik federal Amerika Serikat / FBI bahwa rekeman yang akan diperlihatkan nanti adalah bukti nyata raibnya lima orang mahasiswa/wi asal New York tanpa jejak pada 9 Januari 2009 lalu. Melalui rekaman itu kita bakal mengetahui bahwa lima manusia malang itu hendak menghabiskan akhir pekan dengan menginap di rumah kerabat salah satu dari mereka yang terletak jauh di luar kota, dan melalui rekaman ini juga kita juga akan mengetahui dalam perjalannya mereka dibuntuti oleh sebuah van misetrius yang kemudian berujung pada sebuah peristiwa mengerikan yang akan terjadi di villa tempat mereka menginap.
Konsepnya mungkin bukan sesuatu yang baru dalam dunia horor, tapi saya menyukai ketika Evil Things mencoba keluar dari bayang-bayang kebanyakan horor mokumentari yang biasanya tidak pernah lepas dari hal-hal berbau klenik macam hantu, monster atau alien. Ya, saya menyebut Evil Things sebagai mocku slasher, anda tidak akan menemukan adanya mahkluk halus dan sejenisnya disini karena Perez memilih sosok manusia psikopat pengendara Van hitam misterius yang sama sekali tidak pernah diperlihatkan penampakan fisiknya di sepanjang 86 menit. Ironisnya efek dari tema slasher ini rupanya berdampak cukup besar terhadap lenyapnya atmosfer eearie yang biasanya berjaya memberikan efek merinding kepada penontonnya, ya, tentu saja karena kita sudah mengtahui apa yang akan dihadapi para mahasiswa/wi itu hanya manusia hingga seberapapun gelap settingnya ia tidak mampu berbuat banyak meneror mental penontonnya.
Untung saja meskipun tidak mampu menampilkan kengerian layaknya mocku horor berbau gaib lainnya, Perez menggarapnya dengan cukup apik, terlebih untuk horor indie berbudget murah seperti ini ia mampu terlihat meyakinkan, di shoot dengan baik, tidak terkesan terlalu memaksakan dalam pengunaan kameranya, kecuali ada satu adegan yang sedikit mengganggu, dukungan akting prima dari para pemainnya yang mampu terlihat natural di sepanjang film, dan yang paling menarik adalah pengambilan sudut pandang dari sang psikopat pada akhir film nanti. Dan seperti kebanyakan mocku horor lain, Evil Things juga berjalan lambat membangun kisahnya dan baru mencapai puncaknya pada 20-30 menit akhir, dan saya juga menyukai endingnya, cukup menakutkan, dan pastinya apa yang terjadi di menit-menit akhir rekaman ‘palsu’ itu bisa saja terjadi kepada kita.
Tidak terlalu buruk untuk sebuah mocku horor apalagi mengingat Evil Things berani mencoba tema slasher sebagai pondasi utamanya, tema yang jarang dipakai dalam sub genre macam ini, namun ia juga masih jauh untuk dikatakan sebagai tontonan horor yang mampu membekas di pikiran penontonnya. Membosankan di awal, kurangnya elemen pembuat bulu kuduk berdiri namun pada akhirnya ia mampu menutupnya dengan cukup pintar.
Rating: 








Movienthusiast Blogging and Discuss About Movies
