Review – 1,778 Stories of Me and My Wife / Boku to tsuma no 1778 no monogatari (2011)

Sakutaro : ” The first story I ever wrote… and my debut work. ..were read first by Setsuko. She was my biggest fan… and source of encouragement. “

Cinta, penyakit dan kematian, bukan rahasia lagi jike ketiga bahan dasar itu sering menjadi unsur penting dan tidak terpisahkan dalam membuat sebuah melodrama tearjerker alias penguras air mata,  tiga unsur itulah yang juga mendasari hadirnya 1,778 Stories of Me and My Wife, sebuah drama romantis produksi Jepang dimana judul dan premisnya  yang tidak biasa itu kemudian menarik perhatian saya. Romansa satu ini menjadi menarik karena kisahnya sendiri juga merupakan diadaptasi dari kisah nyata yang terjadi pada 2002 lalu, tentang seorang penulis novel fiksi Ilmiah dan seorang suami, Sakutaro (Tsuyoshi Kusanagi) yang setiap harinya menuliskan cerita pendek buat sang istri tercinta, Setsuko (Yuko Takeuchi) sejak pendamping hidupnya itu divonis menderita kanker rahim dan hanya diperkirakan bisa bertahan hidup tidak lebih satu tahun.

Ya, dari bagaimana ia bergerak, film ini mungkin masih setali tiga uang dengan kebanyak melodrama emosional lainnya, mudah tertebak, bahkan dari jumlah tulisan yang dibuat Sakurato pada judulnya saja kita dapat mengetahui kapan tepatnya ia akan berkahir, tapi seberapapun klisenya plot yang ditawarkan, saya selalu menyukai sebuah drama romantis yang kemudian mampu berpadu manis dengan unsur lain, dalam kasus 1,778 Stories of Me and My Wife ini adalah unsur fiksi ilmiah, menjadikannya sebuah tontonan yang sedikit berbeda, seperti beberapa koleganya sesama J-drama lainnya macam ‘Be With You/ Ima, ai ni yukimasu (2004) atau Time Traveller: The Girl Who Leapt Through Time / Toki o Kakeru Shojo (2010).

Saya juga menyukai bagaimana Mamoru Hoshi mengemas momen-momen menyentuh didalamnya dengan penuh kelebutan melalui narasi yang disuarakan Sakurato dan segala keindahan visualnya dan scoring menyentuhnya, termasuk yang paling menarik adalah disaat ia mewujudkan isi kepala seorang Sakurato melalui gambar-gambar imajinatif seperti kemunculan robot-robot retro berbagai ukuran, UFO sampai alien lucu berbentuk gurita, walaupun harus diakui juga Hoshi kurang dalam menggali pesannya termasuk juga terlalu lambat dan bertele-tele dalam mengeksekusinya, terlebih dengan durasi kurang lebih dua setengah jam yang jelas berpotensi melelahkan penotonnya yang tidak terbiasa dengan alur yang beregerak pelan ini, untung saja Hoshi tidak membeberkan semua isi cerita pendekSakurato, melainkan hanya beberapa cerita yang berkesan saja.

Pada akhirnya 1,778 Stories of Me and My Wife tidak terlalu berbeda jauh dengan kebanyakan melodrama tearjerker lainnya. Ia mampu bergerak  indah, lembut, dengan segala kisah cintanya, mengharu biru menyakiskan  perjuangan seorang suami untuk membahagikan istri tercintanya yang sekarat dengan caranya sendiri yang tidak biasa, walaupun berujung klise, dan jika ada satu-satunya yang menjadi kemudian menjadi garis pembeda dengan kebanyakan film bertema sama lainnya adalah bagaimana dasar kisah nyata menarik dan sangat romantis serta bagaimana unsur fiksi imliah yang berperan besar didalamnya.

 

Rating: ★★★★★★★½☆☆ 

 


Leave a Reply