
Colter Stevens: What would you do if you knew you only had one minute to live?
Terjaga di sebuah kereta komuter yang sedang melaju menunju Chicago tanpa mengetahui mengapa dan kenapa tiba-tiba berada disana, ya, itulah yang rupanya sedang dialami oleh pilot helikopter tempur Amerika Serikat, Colter Stevens (Jake Gyllenhaal). Di hadapannya ada seorang perempuan cantik, Christina Warren (Michelle Monaghan) yang tampak mengenalnya dan kerap kali memanggilnya dengan nama Sean. Belum selesai dengan segala keterkejutannya, tidak lama kemudian, BAMM!!!!! Tidak ada yang pernah menyangka kereta tersebut kemudian tiba-tiba meledak dahsyat, dan menewaskan semua penumpangnya.
Ok, cukup, saya tidak mau merusak kenikmatan menonton anda yang belum dan berencana akan menyaksikan salah satu film terbaik di 2011 ini dengan meneruskan lebih panjang lagi sinopsis diatas, karena percayalah samakin sedikit kisah yang ada ketahui maka akan semakin dahsyat efek yang akan anda rasakan, bahkan saya sarankan untuk tidak membacanya sama sekali untuk merasakan bagaimana sensasi mind blowing dari Source Code benar-benar bekerja menghantui pikiran anda, dari 8 menit opening scene yang membius hingga bagaimana film ini berakhir nantinya.
Duncan Jones mungkin akan tetap dikenal sebagai putra rock star David Bowie jika pada debut penyutradaraanya 2009 lalu ia tidak pernah menciptakan Moon, sebuah sci-fi thriller indie yang digarap dengan jenius dan sudah begitu berhasil memukau saya dan kebanyakan penonton lain. Yap, Moon ibarat sebagai pintu gerbang emas bagi sutradara asal Inggris ini menampaki kariernya dalam liga elit Hollywood, bahkan ia sangat berpotensi untuk dapat mengekor, bahkan mungkin suatu saat melebihi seniornya, Christopher Nolan dalam menghasilkan film-film beraroma high-concept thriller. Dan melalui Source Code ini Jones sekali lagi membukitkan kembali menunjukan kepiawainnya dalam mengolah konsep thriller pintar nan menegangkan.


Harus diakui secara keseluruhan Source Code jelas memiliki skala yang jauh lebih besar dari Moon. Dengan dana lebih besar, jumlah pemain yang berkali-kali lipat lebih banyak memungkinkan Jones lebih leluasa untuk bermain-main dengan naskah cerdas garapan Ben Ripley. Ini bukan versi serius dari Groundhog Day meskipun tampaknya apa yang terjadi sepintas terlihat mirip dengan komedi produksi 1993 itu meskipun banyak terdapat momen repetitifnya didalamnya, tapi sekali lagi seperti yang dikatakan karakter Dr. Rutledge (Jeffrey Wright) di sini ” This is not time travel. This is time re-assignment “, Ya Source Code lebih mengarah sebuh konsep alternatif reality ketimbang penjelajahan waktu dengan sedikit sentuhan Quantum Leap dan Inception didalamnya, bahkan saya berani mengatakan bahwa naskahnya sedikit lebih baik dan lebih realistis tentunya dari karya Nolan terkahir itu.
Meskipun terlihat memiliki kandungan plot rumit, namun tampaknya Jones tidak ingin membuat film keduanya ini terlalu sulit untuk dicerna para penontonnya. Ia tidak membiarkan segala teori tentang fisika Quantum atau bahasa pemograman, bla..bla..bla membosankan yang berpotensi merusak kesenangan menonton mendominasi film berdurasi 90 menit ini. Sebaliknya dengan sedikit penjelasan sederhana dan mudah dicerna kita diberikan kuliah kilat yang berisi penjelasan mendasar tentang apa yang sebenarnya terjadi pada karakter utama kita. Mengapa ia sampai harus mondar mandir dari dunia nyata ke dalam dunia Source Code, mengulangi dan mengulangi lagi tugas yang diberikan hanya berdurasi 8 menit itu. Ya, Jones telah membuat menit demi menit film yang didistribusikan oleh Summit Entertainment ini begitu berharga untuk disimak. Bayak momen-momen yang dipenuhi dengan kejutan-kejutan tak terduga, menegangkan terutama disaat Colter diharuskan untuk menemukan pelaku peledakan kereta dan juga emosional di saat bersamaan ketika ia harus dihadapkan dengan sebuah pilihan sulit. Tidak peduli seberapa banyak adegan pengulangannya, Jones mampu menjauhkan penontonnya dari kesan membosankan, bukan hanya karena kualitas naskahnya semata namun dari bagaimana ia mengambil sudut-sudut kamera berbeda disetiap momen repetitifnya dan disaat bersamaan Jones juga begitu lihai mengatur mood film ini, terutama pada bagian endingnya dimana karakter jagoan kita akan dihadapkan dengan berbagai pertentangan emosi dan juga twist yang menimbulkan pertanyaan-pertanyaan tentunya.
Ketimbang menjual adegan aksi meriah seperti Inception, Jones tampil lebih sederhana seperti yang pernah ditunjukannya dalam Moon, namun dengan atmosfer yang lebih hangat. Jones juga mengutamkan unsur drama humanisnya yang kental seperti mengangkat tema hubungan ayah-anak, isu identitas, isolasi, kematian dan bagaimana berharganya waktu itu meskipun hanya 8 menit dengan memaksimalkan kualitas akting seorang Jake Gyllenhaal. Ya, Gyllenhaal memang tampil prima disini, sukses membawakan karkater Colter Stevens dengan segala kekeras kepalaannya, pembangkang bahkan terkadang juga kerap kali melakukan hal bodoh namun disisi lain ia adalah sosok manusia yang lembut dengan rasa kemanusiaan tinggi. Menarik juga bagaimana karakternya kemudian dapat berinteraksi baik dengan karakter Michelle Monaghan yang tampil manis disini. Ada juga Vera Farmiga sebagai Colleen Goodwin, sang pengawas misi dengan perkembangan karakter yang menarik.
Tidak bisa dipungkiri dibawah tangan dingin seorang Duncan Jones Source Code telah sukses menjadi sebuah sajian sci-fi drama thriller . Tidak hanya menegangkan, ia juga cerdas, penuh kejutan demi kejutan hingga akhir , emosional dengan segala dilema moral dan petuah-petuah kehidupannya plus dukungan akting prima dari para pemainnya. Yes, Source Code akan membawa anda kembali merasakan sebuah mind blowing experience yang akhir-akhir ini sudah jarang kita dapatkan. Fantastis!
Rating: 















ahhh… sebuah film science-fiction yang sangat menyenangkan untuk ditonton!!!
bener…bener banget
ini film memang cerdas tanpa menggurui. sama seperti inception yg menggali pikiran manusia dan mengejawantahkannya ke dunia yg mungkin tipis batas antara nyata atau khayalan.
Kok bisa pilih film yg muanteb-muanteb gan? darimana asal-usulnya?
Btw…td ngeliat ada upcoming review utk LOTR.
Wah bagian yg ditunggu2 akhirnya datang juga nih.
Thanks bro…you keep your promise for me!
maksudnya apa bang? cara ngedapetinnya atau milih filmnya? kalo cara ngedapetinnya ya donlot aja atuh
yup, barusan kelar kemaren yang Fellowship of The Ring, ntar menyusul reviewnya
cara milih filmnya bro!…tau aja film yg berkualitas.
Baru saja nonton knowing HD, walau endingnya sedikit tidak masuk akal, tp dari deretan film baru Cage, baru yg ini yg sedikit berbobot.
Tp CGnya lumayan bagus…
Jgn lupa si gila mclane y…hehehe…thanks bro
like this movie om…..makasih penjelasan endingnya
Michelle Monaghan cantik banged ..
suka banged ama senyumnya ….

salah satu film bagus yg ditonton di 2011 (iya lahh, pilihannya dikit bgt wakkaka). tp malah gak begitu suka sama endingnya, lebih bagus kalo brenti di 8 menit terakhir.. eh gak taunya malah ditambahin lagi…
kalo gak ditambah lagi mah akhirnya cuman jadi melodrama sci-fi biasa doank donk donk…justru ditambah itu membuat film ini jadi jauh lebih keren
baca di kompas jg reviewnya bilang hal yg sama kaya om kampzie, tp saya sendiri sih gak gt masalah sama endingnya, tetep bagus filmnya
wah, ada mbak Lucky mampir sini *terharu
ops:
sekali lagi kalo endingnya gak ditambah, pada akhirnya Source Code jadi ngga berkesan
.. btw si Kampzie itu ce loh sis
iya nih, lagi mampir ke sini, website om keren

tp klo endingnya berenti waktu mereka ciuman jg (ups, ini spoiler gak ya?)menurut saya sih ga gt masalah sbenernya, mungkin jd gak banyak orang yg bingung.. klo endingnya gini saya aja mesti jelasin ke beberapa temen saya tentang konsep dunia paralel
tp sekali lagi saya bilang, saya sendiri sih gak masalah, kayanya endingnya gini jg bagus kok, ada keunikan tersendiri malah
oh iya, kampzie itu sis kampz TS di thread tebak judul ya? aduh maaf ya sis, salah manggil
