Menjadikan sebuah film dalam bentuk trilogi alias 3 seri sepertinya hal yang lumrah dilakukan dalam perfilman dunia, khususnya akhir-akhir ini. Tidak perlu terlalu terkejut jika ada film yang ternyata sukses di pasaran dan menebalkan kocek para sineasnya kemudian dibuat kembali seri-seri penerusnya, bahkan tidak hanya dalam bentuk tiga seri saja, lihat saja franchise Saw yang seperti yang sudah kita ketahui telah mencapai seri ke-7 nya tahun lalu. Tapi tidak sedikit juga sineas yang memang sudah jauh-jauh hari merencanakan untuk mengemas karyanya dalam format trilogi, entah karena memang kisah yang diangkat tidak mungkin selesai dalam satu film, atau juga karena faktor lain. Nah, masalahnya tidak semua trilogi yang ada ternyata mampu konsisten tampil sebaik film pertamanya, banyak yang buruk namun juga tidak sedikit yang tampil hebat di setiap serinya. Dan melalui artikel spesial kali ini kami akan memberikan daftar 15 film trilogi terbaik versi kami, sekali lagi ini versi kami dan yang sudah kami tonton saja, jadi tidak usah protes kalau trilogi versi anda tidak ada dalam list, bisa jadi karena kami belum menontonnya. Enjoy!
15. Jurassic Park Trilogy
Jurassic Park (1993): **** , The Lost World: Jurassic Park (1997): ** , Jurrasic Park III: ***
” Welcome to Jurassic Park ”
18 tahun lalu Steven Spielberg telah mencengangkan jagat perfilman dunia dengan menghadirkan kejaiban visual CGI revolusioner. Ia sukses menghidupkan kembali para mahkluk raksasa prasejarah yang telah punah berjuta-juta tahun lalu itu dengan tampilan nyaris sempurna kedalam taman Jurrasic Park berbekal naskah yang diadaptasi dari novel karya Michael Crichton, kemudian membawa para penontonnya terjebak dalam sebuah adventure thriller seru dan mengangkan, hasilnya? Fantastis! Selain mendapatkan banyak tanggapan positif dari para kritikus, hingga kini sci-fi satu ini juga masih bercokol di urutan 16 film terlaris dunia dengan menghasilkan pendapatan sebesar 900 juta Dollar lebih! Untung besar dan banyak disukai tentu saja menggoda Spielberg untuk melanjutkan nama besar Jurassic Park dalam sekuelnya The Lost World. Sayang meskipun masih meraup untung besar dalam peredarannya di seluruh dunia, secara keselurhan seri keduanya ini mengalami penurunan kualitas cerita plus tentunya efek kejut yang dihadirkan sudah tidak sedahsyat pendahulunya. Melepas seekor T-Rex di San Diego seperti membuat versi lain dari King Kong, hanya saja ini lebih buruk. Banyak mendapatkan kritik untuk seri keduanya, rupanya tidak membuat jera para petinggi Universal Studio untuk melepas Jurassic Park III 2001 silam, toh selama masih dapat mendatangkan banyak uang kenapa tidak? Untung saja di sekuel keduanya ini meskipun tidak lagi dikomandani oleh Spielberg yang hanya duduk di bangku produser mampu tampil sedikit lebih baik dari The Lost World, terutama pada elemen aksinya, dan T-Rex tidak lagi menjadi penguasa di sini karena ada spinosaurus yang jauh lebih mengerikan, sayang pendapatan yang dihasilkan ‘hanya’ sepertiga dari seri pertamanya.
Best Moment: Dentuman langkah kaki raksasa tergambar dalam gelas berisi air dan apa yang terjadi kemudian? viola!! T-Rex yang ditunggu-tunggu pun muncul!
————————————————————————————————
14. Spiderman Trilogy
Spiderman (2002): ****, Spiderman 2 (2004): ****, Spiderman 3 (2007): ***
” This is my gift, my curse. Who am I? I’m Spider-man “
Tahun 2002 lalu , dibawah tangan dingin seorang Sam Raimi, Spiderman sukses menjelma menjadi salah satu franchise superhero raksasa dunia dengan pendapatan total lebih dari 2, 5 miliyar Dollar dimana secara tidak langsung juga sudah menetapkan standart tinggi dalam berkembangnya film-film superhero modern saat ini. Dengan berbekal naskah yang kuat namun bersahabat, dukungan spesial efek ciamik dan pilihan pintar menaruh seorang Tobey Maguire digarda paling depan ketimbang aktor lain yang lebih terkenal pada saat itu, Spidey dengan mudah langsung dicintai para penontonnya. Hingga kini saya masih ingat bagaimana Spiderman memulai segalanya dengan mengisahkan Peter Parker mendapatkan kekuatannya pertama kali, merubahnya dari sosok culun menjadi pahlawan super kemudian, berlanjut ke Spiderman 2 dalam sebuah pertarungan dahsyat Spidey dengan Dr. Octupus yang sangat memorable itu hingga berlanjut pada sekuel keduanya, Spiderman 3 yang meskipun kelihatannya lebih meriah namun juga harus diakui sedikit kedodoran di cerita dan karkterisasinya. So, meskipun faktanya trilogi Spiderman sukses luar biasa, rupanya hal tersebut tidak mampu membuat petinggi Sony Pictures berhenti untuk mengkesploitasi pesona manusia laba-laba ini, terbukti mereka masih berambisi mengais lebih banyak pundi-pundi Dollar dalam reboot Spiderman nanti.
Best Moment: Ketika Spidey menghentikan kereta komuter yang sedang malaju tak terkendali di padatnya kota Manhattan sembari melakukan baku hantam dengan Dr. Octopus.
————————————————————————————————-
13. The Matrix Trilogy
The Matrix (1999): *****, The Matrix Reloaded (2003): ****, The Matrix Revolution (2003): ***
” You take the blue pill – the story ends, you wake up in your bed and believe whatever you want to believe. You take the red pill – you stay in Wonderland and I show you how deep the rabbit-hole goes “
Seperti Star Wars, The Matrix adalah fenomena. Dalam satu malam sajak kemunculannya 1999 lalu ia langsung merubah wajah perfilman dunia, lihat saja bagaimana sci-fi masterpiece dari dua bersaudara, Andy dan Larry Wachowski dengan terobosan teknik sinematik tingkat tingginya (baca: Bullet Time Efect) kemudian memberikan banyak pengaruh kepada film-film lain sesudahnya. Ya, petualangan Keanu Reeves dalam wujud Thomas A. Anderson aka. Neo, dalam setting alternative reality dari seorang Hacker menjadi The One, sang peyelamat ras manusia dari invasi mesin itu sudah tidak bisa dipungkiri telah menjadi sugguhan action sci-fi luar biasa, tidak hanya itu murni menawarkan aksi laga semata, namun juga menyajikan kedalaman cerita yang cukup membuat para penontonnya mengerutkan dahi mereka, terutama ketika franchise satu ini menginjak bagian ke duanya dalam The Matrix Reloaded yang dirilis 4 tahun paska kesuksesan film pertamanya yang dengan hanya berbudget 63 juta Dollar berhasil meraup keuntungan lebih dari 450 juta Dollar. Sebagai seri pemungkas 5 bulan kemudian setelahnya, The Matrix Revolutions hadir kembali untuk menutup rangkaian kisah kepahlawan ini. Masih tetap menawarkan plot yang rumit, adegan aksi spektakuler dengan balutan spesial efek maha dahsyat seperti salah satunya yang tergambar dalam pertarungan akhir, Neo vs Agen Smith ditengah guyuran hujan atau peyerbuan akhir para cumi-cumi sentinel ke dalam kota Zion, tidak lupa kemudian Wachowski bersaudara memberikan jawaban-jawaban absurd beserta kejutan-kejutan kecil pada penghujungnya untuk kemudian mengakhiri franchise satu ini dengan meninggalkan sejuta pertanyaan di benak penontonnya.
Best Moment: Pertarungan Neo Vs ratusan Agen Smith di taman
————————————————————————————————–
12.
The Infernal Affairs Trilogy
Infernal Affairs (2002): *****, Infernal Affairs II (2003): ****, Infernal Affairs III (2003): ***
” Remember this, if you see someone doing something but at the same time watching you… then he is a cop ”
Sebuah trilogi tentu berawal dari awal yang baik, seperti itulah Internal Affairs memulai segalanya. Ini adalah sebuah saga crime trhiiler paling cerdas yang pernah dibuat. Innter Affairs menghadirkan konflik dan intrik rumit dalam tubuh kepolisian dan triad Hongkong yang diwakili dalam sosok Chan Wing-yan (Tony Leung) dan Lau Kin-ming (Andy Lau) dimana keduanya tanpa saling menyadari sudah bertukar tempat selama ini. Yup, premis yang unik, naskah yang pintar, akting menawan plus didukung juga oleh teknik penyutradaraan prima dari duet Andrew Lau dan Alan Mak menjadikan Internal Affair sampai-sampai dibuat versi remakenya oleh Scorsese dalam The Departed, bahkan ia diganjar oscar karenanya. Sekuelnya atau lebih tepat disebuh prekuel, Infernal Affairs II yang mengisahkan 11 tahun sebelum kisah pertamanya, bagaimana masa kecil kedua tokoh utamanya dipersiapkan untuk melakukan aksinya disaat dewasa nanti mungkin tidak sebaik predesesornya tapi bagaimanapun juga ia dapat menjadi sajian menarik bagi yang ingin menyelami lebih dalam lagi bagaimana segalanya bermula. Dan Internal Affairs III yang dirilis hanya berselang beberapa bulan saja dari seri keduanya menjadi penutup dari rangkaian kisah polisi vs triad ini dengan gaya pararelnya yang rumit mengambil bagian kisah sebelum dan setelah terjadinya peristiwa seri pertamanya.
Best Moment: Tentu saja adegan di saat Chan Wing-yan mendongkan pistolnya ke kepala Lau Kin-ming di atas sebuah bangunan.
11. Bourne Trilogy
The Bourne Identity (2002): **** , The Bourne Supremacy (2004): ***** , The Bourne Ultimatum (2007): *****
” Everything I found out, I want to forget “
Dalam sekejap mata pesona Matt Damon sebagai pria manis langsung hilang ketika ia menjadikan dirinya sebagai seorang eks agen rahasia super CIA yang hilang ingatan dalam trilogi Bourne adaptasi dari novel buah karya Robert Ludlum, dan disaat bersmaan penampilan impresif Damon dalam rangkaian tiga kisah spy action thriller sarat aksi dan momen-momen menegangkan ini juga menjawab banyak kritikan-kritkan tajam yang dialamatkan kepadanya dengan perolehan angka box-office yang sangat memuaskan. Bourne trilogy juga menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah franchise menjaga konsistensinya di dua seri selanjutnya, bahkan bisa dibilang kualitas yang tersaji di dua sekuel berikutnya, The Bourne Supremacy dan The Bourne Ultimatum semakin baik dan baik. Naskah tentang konspirasi tinggkat tinggi yang cerdas , dibalut dengan adegan baku hantam spektakuler (lihat bagaimana Bourne menghabisi lawan-lawannya dalam pertarungan tangan kosong atau hanya berbekal alat-alat sederhana disekitarnya yang luar biasa itu), teknik penyutradaraan jempolan yang menyajikan segala momen-momen menegangkan itu dengan cepat, taktis dan efektif memacu adrenalin penontonnya, dan juga turut membawa kita berpetualang bersama Jason Bourne ke berbagai belahan dunia, dari Marseille, Perancis, Goa di India sampai Washington D.C Amerika Serikat untuk sekedar melihat Bourne melarikan diri sembari mencari identitasnya kembali.
Best Moment: Di saat Bourne harus mengawal wartawan The Guardian. Simon Ross dari kejaran CIA di keramaian stasiun kereta Waterloo.
to be continued to part II ……
Movienthusiast Blogging and Discuss About Movies

















” . . Trilogi Bourne adaptasi dari novel buah karya Doug Liman”
Bourne trilogy itu novelnya Robert Ludlum
hihihi…iya, salah nulis nama sutradaranya gw. trims banyak koreksinya
eh paman dealova, niat amat trilogi hahaha, berarti ude ditonton semua yes…
scream pasti masuk kan?
dealova?!
ya udah donk, masa kalo belon gw berani2nya nulis
Scream kalo gak muncul seri ke-4nya pasti masuk
WAAAAAH ternyata msh mempertahankan monthly special post nih.
Tau deh siapa nanti di part 2, pasti ada die hard, lotr, pirates, star wars, rambo, dll ahahhaha
gak sabar nunggu yang pertama…
Buset itu kalau Bourne Trilogy dapat score sebagus itu aja belum masuk 10 besar, nggak kebayang sebagus apa yg masuk 10 besarnya
ini kan random order bro
ohhh random .. :malu:
:
kaget gw ,,, :matabelo:
ga kebayang ada 10 trilogy yang lebih bagus dari bourne …
bumi bakal gonjang-ganjing klo godfather trilogy gak masuk
sabar gan
oke om sepuh :malu:
jangan lupakan twilight saga ya :ngakaks :ngacir:
Twilight saga kan bukan trilogi, kalo trilogi mah udah jadi no 1 :p
ocean 11-13 trilogy bukan om
trilogi donk
untung semuanya udah saya punya :malu:
pamer!
yang di 2 part selanjutnya juga dah punya emang? :p
part 1,2,dan 3 udah punya semuanya koq :malu:
no komeng deh kalo gitu :malu:
Best Moment: Tentu saja adegan di saat Chan Wing-yan mendongkan pistolnya ke kepala Lau Kin-ming di atas sebuah bangunan.
Ga Setuju
Best Momen : Waktu Inspektur Wong Jatuh Dari Atap Gedung Dan DIlihat Langsung Oleh Chen Win Yan
Ekspresi Toni Leung Keren
@Nino :
dialog terbaik di Infernal Affairs
Lau : saya ingin jadi orang baik, berikan saya kesempatan
Chan : silakan sampaikan ke pak hakim.
maaf, saya seorang polisi
Lau : siapa tahu ?