Christy: ” It was as hard for Frankie to smile when the tumor was malignant as it was for my dad to cry after. But they both managed it. I’m going to switch this off now. It’s not the way I want to see Frankie any more. Do you still have a picture of me in your head? Well, that’s like the picture I want to have of Frankie. One that you can keep in your head forever. So when you go back to reality, I’ll ask Frankie to please, please let me go.”
Setelah kematian putranya, Johnny (Paddy Considine) dan Sarah Sullivan (Samantha Morton) berserta kedua putrinya, Christy (Sarah Bolgerand) dan Ariel (Emma Bolger) berusaha untuk melupakan segala memori buruk dengan meninggalkan negara mereka. Melalui Kanada, dengan hanya bebekal visa turis dan sedikit uang mereka berusaha untuk memulai hidup baru yang lebih baik di kota terbesar di Amerika Serikat, New York
Di kota ini mereka tinggal di lantai paling atas sebuah apartemen kumuh dan kotor yang berisi para junkie dan kaum transeksual. Memang tempat itu bukanlah tempat tinggal ideal untuk memulai sesuatu yang baru, namun karena keterbatasan dana yang mereka punya, suka tidak suka mereka pun menerimanya dengan besar hati. Tidak mudah memang tinggal di sebuah kota besar, apalagi dengan kondisi ekonomi yang serba kekurangan, oleh karena itu Johnny dan Sarah harus bekerja untuk kelangsungan hidup keluarga mereka. Sarah yang memiliki latar belakang seorang guru bekerja sebagai pelayan di sebuah kedai es krim, dan Jhonny melamar sebagai aktor di berbagai audisi. Sayang situasi tidak membaik, uang mereka pun semakin menipis dan ditambah dengan cuaca yang semakin panas membuat ketengangan terjadi antara pasangan suami istri tersebut. Apalagi bayangan masa lalu tentang kematian putra mereka tidak bisa mereka lupakan, khususnya Jhonny yang harus kehilangan keimanannya akibat peristiwa tersebut dimana secara tidak langsung mempengaruhi hubungannya dengan kedua putrinya. Namun ketegaran hati dari kedua putrinya membuat mereka bisa bertahan, dan kemunculan seseorang yang tidak mereka duga selama ini telah memeberikan sebuah harapan baru ditengah situasi yang penuh dengan ketidakpastian, sebuah harapan baru yang mungkin akan menolong keluarga ini dari keterpurukan.
” There’s some things you should wish for and some things you shouldn’t. That’s what my little brother Frankie told me. He told me I only had three wishes, and I looked into his eyes, and I don’t know why I believed him “……kata-katamanis dan polos yang dinarasikan oleh karakter Christy tersebut memulai kisah drama indie besutan Jim Sheridan yang menyentuh dan emosional ini. Yang membuat film ini menjadi terasa begitu spesial adalah kenyataan bahwa naskah film ini diadaptasi dari pengalaman hidup sang sutradara sendiri dimana setelah kematian putranya Sheridan bersama keluarganya yang merupakan imigran ilegal Irlandia yang harus berjuang untuk bertahan hidup di kota New York.
Sebagai sebuah film semiautobiografi, In America berhasil menampilkan kisahnya dengan sederhana, kuat, inspiratif dan penuh dengan adegan-adegan dramatis nan indah yang menyentuh emosi penontonnya. Dibawah tangan dingin Jim Sheridan yang juga bertindak sebagai penulis cerita, film produksi Irlandia ini dengan juga sukes memberikan banyak pelajaran hidup tentang kebersamaan keluarga, persahabatan, keajaiban dan bagaimana berdamai dengan masa lalu yang menyakitkan. Tidak mengherankan jika naskah film ini masuk dalam nominasi Oscar 2003 sebagai Best Original Screenplay.
Dengan dukungan para cast nya yang bermain gemilang terutama pada kedua aktris ciliknya Sarah dan Emma Bolger yang di dunia nyata memang adalah kakak adik tampil sangat luar biasa sehingga menjadikan film ini menjadi jauh lebih menarik, termasuk juga akting dari Djimon Hounsou, aktor asal Perancis berkulit hitam ini ternyata juga bisa tampil meyakinkan sebagai seorang pria yang penuh dengan kasih sayang dibalik wajahnya yang sangar.
Ya, In America adalah a must see drama !!!, apalagi bagi penonton yang menyukai karya-karya hebat dari Jim Sheridan. Sebuah drama keluarga yang indah dan penuh makna yang akan menyentuh emosi setiap penontonnya dengan kisahnya yang luar biasa.









Recent Comments
May 18, 2012 (8:04) Review - 2 Coelhos / Two Rabbits (2012) Film2 brazil emang betul2 gila! jadi inget Trop...
May 18, 2012 (3:38) Review - You Are The Apple of My Eye (2011) adduuuuuuhhh jadi pengen mengulang masa masa in...
May 18, 2012 (10:51) Review - 2 Coelhos / Two Rabbits (2012) mulai ngiler gw, mulai ngilerrr, blom donloddd,...
May 18, 2012 (9:57) Review - Shark Night 3D (2011) setuju film serba nanggung, ga jelas banget, ru...
May 17, 2012 (10:43) Review - 2 Coelhos / Two Rabbits (2012) sebenernya yang kedua, ada Carandiru sebelumnya...